Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Hukuman


__ADS_3

Shinta begitu sangat hangat ketika tidur di pelukkan sang suami, ia tersenyum sendiri memandangi wajah sang suami.


Shinta menatap laki-laki yang ada di samping nya dan memiring kan tubuh melihat punggung yang putih mulus. Tanpa Shinta sadari, tanggannya sudah menempel di punggung Revan. Revan tidak bergerak atau bereaksi apapun, mungkin saja suami nya terlalu lelah hingga tertidur dengan pulas. Sifat jail Shinta keluar ia membuat kata-kata di punggung Revan seperti Manusia es, galak, jelek dan yang lain nya. Shinta menyengir sendiri, seakan merasa begitu lucu.


Tuk, tuk, menusuk-nusuk dengan jari telunjuk lalu Shinta terbangun dari tempat tidur dan mengambil lipstik lalu kembali ke temoat tidur. Dengan senang hati Shinta menggambar wajah Revan dengan lipstik. Lalu menggambar pungung Revan, menjadi kan sebagai kertas untuk melukis.


"Apakah aku begitu tampan nya hingga kau tak bisa melepas kan pandangan mu dari ku" Shinta tersentak kaget dan mencoba untuk memejamkan mata nya. Tangan nya masih mengenggam lipstik itu. Jika ia langsung membuang nya ke lantai. Akan menimbulkan suara yang akan membuat Revan tahu.


"Aku harus bagaimana ini, mati lah aku." mencoba untuk memejam kan mata nya seolah ia tertidur


"Hentikan sandiwara mu, aku tau kau tidak tidur dan terus memandangi ku." Shinta membuka mata nya perlahan lalu menyengir malu


"Mati aku, apa dia sadar jika aku sudah mencoret wajah dan tubuh nya." batin Shinta ia takut suami nya akan mengamuk.

__ADS_1


"Sayang, apa kamu tidak tidur?" Revan pun menggeleng dan tersenyum.


"Tidak, aku hanya menikmati diri mu yang sedang memandangi ku. Itu sangat membuat ku tergoda." Shinta merasa sangat lega, ternyata Revan tidak mengetahui kelakuan jahil nya. Namun, Shinta sudah salah. Revan sadar sedari tadi wajah dan tubuh nya di jadikan kanvas untuk isterinya melakukan aksi jahil nya.


Revan seolah olah tidak tahu, dan mengusap wajah nya. Jari Revan pun langsung berwarna merah karena lipstik yang lengket di wajah nya.


"Apa ini? mengapa tangan ku merah? apa kau sudah mencoret wajah ku?" Revan memasang wajah serius nya.


."Ya tuhan, tolong lah aku dari kemurkaan suami ku." batin Shinta dengan tangan keringat dingin dan gemetar. Rasanya Revan ingin tertawa melihat raut wajah Shinta yang begitu sangat menggemas kan.


"Maaf kan mama sayang, sudah memakai diri mu." batin Shinta menyesali ucapannya. Revan semakin sangat gemas dengan isteri nya dan ingin menggoda isteri nya.


"Tetapi sama saja, kau yang melakukan nya."

__ADS_1


"Maaf kan aku ya?" Shinta memasang wajah imut nya agar Revan bisa memaafkan nya.


"Kau harus di hukum."


"Kau sudah menggoda ku." bisik Revan pada Shinta, nada bicara Revan seakan membuat Shinta merasa merinding.


"Apaan sih!" Shinta mencoba bangkit dan kabur dari suami nya yang buas itu.


"Jangan lagi, aku sudah sangat lelah." pinta nya pada Revan.


"Ya bagaimana, kau sudah menggoda ku. Kau juga sudah mencoret-coret wajah ku."


"Sekarang diam lah dan terima hukuman mu. Revan langsung menikmati tubuh Shinta untuk kedua kali nya.

__ADS_1


Terjadilah adegan suami isteri ronde ke dua.


__ADS_2