Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Ingin sesuatu


__ADS_3

Shinta menatap ke arah Kaynara dengan penuh selidik


"Sudah lah, Kaynara. Kamu boleh kok manggil saya dengan sebutan Ibu atau mama, se nyaman kamu aja," Syafa memegang bahu Kaynara. Kaynara tersenyum terharu


"Tapi, Bu."


"Sudah lah, Ta!" Ucap Syafa. Tata pun membuang nafas nya dengan kasar dan memilih mengalah


"Mengapa sih, susah sekali bagi nya untuk berkata jujur!" batin Shinta. Rangga memperhatikan Kaynara dari samping, tanpa sengaja mata indah Kaynara menuju pada Rangga yang menatap diri nya dari tadi.


"Maaf tuan, mengapa kau memandangi ku seperti itu?" tegur nya. Semua orang melihat ke arah Rangga. Terlihat senyuman di wajah Caca ketika melihat Rangga yang grogi. Shinta pun menatap Caca dan saling memberikan kode seakan mereka memiliki pemikiran yang sama.


"Ti-tidak, maaf saya harus permisi," ucap Rangga dan meninggal kan ruangan tersebut. Syafa duduk di sebelah Kaynara.


"Gadis yang manis," ucap Syafa sambil mengelus pipi Kaynara dengan lembut.


"Ibu, aku dan Caca akan pergi sebentar untuk membeli makanan untuk kalian." pamit Shinta yang di setujui oleh Syafa. Namun, Revan dan Arvan tidak membiarkan isteri mereka untuk pergi tanpa di dampingin oleh mereka. Awal nya, Shinta dan Caca menolak namun para suami mereka tidak mau mengalah akhir nya mereka yang memilih mengalah. Revan dan Arvan mengikuti shinta dan Caca dari belakang.


"Mengapa suami ku dan suami mu sangat menyebal kan? " bisik Shinta pada Caca yang hanya di tanggapin senyuman saja oleh Caca. Shinta merasa sangat kesal, bukannya membela diri nya Caca malah diam dan tersenyum seakan menyukai sikap para suami yang sangat menyebalkan. Shinta tidak suka di ikutin oleh suami nya

__ADS_1


"Ca, apa kau melihat tatapan Tuan Rangga tadi kepada Kaynara?"


"Iya, aku lihat."


"Seperti nya Tuan Rangga menyukai Kay."


"Apa kata mu, Sayang?" tanya Revan yang tiba-tiba menyambar ucapan Shinta.


"Iya, Ta. Apa yang kau bilang barusan?" sambung Arvan. Shinta menghentikan langkah nya.


"Kalian para suami, apan tidak bisa untuk tidak ikut campur urusan kita?" kesal Shinta.


"Iya, Sayang. Mengapa kau sangat kesal?"


"Karena kalian sangat menyebal kan! Sangat menyebal kan!“ Shinta berjalan mendahului mereka.


" Aku sangat bosan, ingin sekali rasanya makan ice cream." Shinta membayang kan ice cream yang sangat enak. Rasanya seperti sudah ada di tenggorokan nya.


"Enak sekali, hmmm." membayang kan nya saja Shinta sangat menikmati, apalagi memakan nya secara langsung. Namun, melihat kedatangan Revan dan Arvan membuat Shinta kembali memanas. Rasanya, ia sangat tidak suka pada dua lelaki yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Ca, sini!" Shinta menarik tangan Caca.


"Ada apa, Ta?"


"Rasa nya aku ingin sekali makan ice cream, Lezat sekali!" Shinta bertingkah seperti anak-anak berusia 6 tahun yang meminta ice cream pada ibu nya.


"Ayo lah kita makan ice cream,"


"Tapi, aku tidak ingin. Aku ingin memakan makanan yang asam," ucap Caca


"Yasudah, bagaimana kalau kita ke toko ice cream lalu ke toko buah." ajak Shinta.


"Baiklah, kita akan ke toko ice cream. Tapi aku tidak ingin ke toko buah,"


"Kenapa? bukan kah kau ingin memakan yang asam-asam?"


"Iya, tapi aku tidak ingin membeli nya di toko,"


"Lalu?"

__ADS_1


Caca melihat ke arah Revan dan Arvan lalu tersenyum, Ia membisikkan sesuatu pada shinta yang membuat Shinta tertawa geli.


__ADS_2