Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Kecurigaan Caca


__ADS_3

Arvan yang mendengar tangisan Syifa pun menghampiri istri dan anak sambung nya tersebut.


"Ada apa? mengapa Syifa menangis?" Arvan duduk di tepi ranjang tersebut.


"Entah lah, Tiba-tiba ia memelukku dan menangis seperti ini," Arvan dan Caca berusaha untuk menenangkan Syifa namun Syifa tidak mau melepaskan pelukkannya, ia masih saja terisak di dalam pelukkan Caca yang erat.


"Sayang, kenapa? sini bicara sama mama," namun Syifa pun tak menjawab, Elsa pun masuk ke dalam kamar Caca tanpa merasa bersalah sedikit pun. Ia bertingkah seperti tidak tau apa-apa.


"Ada apa ini? Kenapa Syifa menangis seperti itu?" tanya nya memasang wajah polos nya


"Sayang, sini sama grandma," Elsa ingin menggendong Syifa namun Syifa masih mengeratkan pelukkannya.

__ADS_1


"Sebaiknya hubungi saja Shinta dan Revan" pinta Caca kepada Arvan, Arvan pun menuruti permintaan istri nya. Ia menghubungi Revan dan memberitahu keadaan Syifa sekarang.


******


Setelah menerima kabar dari Arvan, Shinta dan Revan pun bergegas menuju rumah Caca. Si kembar Alan,Alana di titip kan ke Lili dan juga Tommy. Di dalam mobil Shinta merasa sangat cemas, ia menyuruh suami nya untuk lebih kencang membawa mobil.


"Cepat lah sedikit!" ucap nya dengan nada yang ber gemetar, saat ini ia sangat mengkhawatirkan putri sulung nya.


"Apa kau tidak bisa membawa dengan lebih cepat?" teriak Shinta, Revan mengerti sekali perasaan sang istri. Dia pun memilih mengalah dan melajukan mobil nya dengan cepat.


Sesampai di rumah Caca, Shinta langsung bergegas keluar mobil. Ia berlari, di depan pintu sudah ada Arvan yang menyambut mereka.

__ADS_1


"Masuk lah! Syifa ada di kamar kami, di lantai atas," Shinta pun berlari menuju kamar Caca yang sebelum nya di tunjukkan oleh Arvan. Revan pun mengikuti istri nya dari belakang di susul oleh Arvan.


******


Shinta membuka pintu kamar Caca, ia masuk dan melewati tubuh Elsa yang sedang berdiri.


"Sayang," Shinta mendekati Syifa, ia duduk di tepi ranjang. Syifa menoleh ke arah Shinta dengan wajah dan hidung nya yang memerah akibat terlalu lama menangis. Shinta ingin menggendong Syifa namun gadis kecil itu tak mau dan kembali memeluk Caca dengan erat, sikap Syifa yang mengacuhkan Shinta untuk pertama kali nya membuat hati Seketika hancur. Ia begitu kaget, begitu juga dengan semua orang yang ada di kamar tersebut kecuali Elsa. Hanya Elsa yang tersenyum bahagia menyaksikan hal itu.


"Sayang, itu mama Shinta datang," ucap Caca, namun Syifa tak mau bicara dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Caca. Shinta mencoba tersenyum, mungkin Syifa butuh waktu. Walau ia sendiri tak mengerti apa sebenarnya yang terjadi, kini Syifa sudah tertidur di dalam pelukkan Caca, Caca membaring kan tubuh Syifa di tempat tidur dan menyelimuti nya.


"Sebaik nya kita biar kan ia istirahat dulu," ucap Caca, semua orang pun pergi ke ruang tamu meninggalkan Syifa sendirian di kamar. Revan memperhatikan raut wajah istri nya yang terlihat sekali kesedihannya, untuk pertama kali nya Syifa bersikap seperti itu kepada Shinta membuat Shinta dan semua orang bertanya-tanya kecuali Elsa. Caca menatap wajah sang Ibu dengan sinis. Ia curiga dengan Elsa.

__ADS_1


"Mengapa kamu melihat mama seperti itu?" tanya Elsa dengan nada angkuhnya. Caca mendekati sang Ibu.


"Aku harap mama tidak terlibat dengan sikap Syifa terhadap Shinta barusan!" ucapan Caca memberikan peringatan kepada sang mama. Namun Elsa bersikap tenang dan seolah-olah diri nya tidak terlibat.


__ADS_2