Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Kaynara


__ADS_3

Shinta yang merasa begitu kesal dengan Kaynara ingin rasanya mencabik-cabik tubuh Kaynara. Namun, Syafa dan Gunawan menghentikan sifat ke bar-baran Shinta.


"Sudah, Tata. Ingat dia juga adik kamu!" ucap Gunawan yang memegang tangan Shinta. Sementara Syafa melindungi Kaynara


"Dia itu enggak mikir gimana nanti Caca. Sikap dia bisa membuat Caca kehilangan janin nya lagi. Dan jika itu terjadi aku enggak akan pernah maafin dan anggep kamu adik!" bentak Shinta pada Kay.


Kay semakin liar dan semakin tidak kontrol. Syafa menangis dan bingung harus bagaimana. Syifa dan si kembar pun menangis. Keributan yang terjadi membuat anak-anak merasa takut. Dengan rasa takut Syifa mencoba menghibur ke dua adiknya.


"Alan dan Alana jangan menangis ya adik-adik kakak." ucap Syifa.


Tubuh Kay pucat dan gemetar hebat. Syafa memeluk kay dan mencoba menenangkan gadis tersebut.


"Kenapa Ibu dan Ayah masih membela dia. Dia udah jahat dan buat Caca pendarahan." kesal Shinta lagi.


"Cukup Tata! Ayah tidak pernah marah dan membentak kamu. Jadi, Ayah mohon kamu untuk tenang dan segera hubungi dokter. Kita tidak tahu apa yang terjadi pada Kay."


"Baik lah." Shinta mengalah dan menghubungi Dokter.


********


"Tok! Tok! Tok!" Suara pintu berbunyi. Shinta melihat siapa yang datang.


"Akhirnya dokter sampai juga, silahkan masuk." pinta Shinta dengan ramah. Walau ia masih sangat kesal dan khawatir dengan keadaan Caca namun Shinta tetap bersikap tenang."

__ADS_1


"Maaf saya lama tadi di perjalanan sangat macat." ucap Dokter tersebut.


"Tidak masalah." Shinta tersenyum. Shinta pun mengajak Dokter untuk masuk ke dalam kamar Kay dan memeriksa keadaannya.


"Apakah pasien ada meminum obat-obatan?"


"Obat?" tanya mereka dengan bingung.


"Kami rasa tidak."


"Sebaiknya kita membawa pasien ke pskiater." saran dari Dokter


"Untuk apa?" tanya Shinta dengan bingung.


"Mungkin mereka yang akan mengerti keadaan pasien. Jika kalian mau saya akan memberikan kartu nama teman saya. Namanya Dokter Clara. Walau masih muda, Dokter Clara bisa membantu kalian dalam menangani pasien."


"Apakah Kaynara memiliki kelainan jiwa? Kay selama ini terlihat baik-baik saja. Namun, memang Kay sangat pendiam dan tertutup." begitu banyak pertanyaan di dalam hati Shinta.


"Saya pamit dulu."


"Mari saya antar" Gunawan pun mengantar dokter sampai luar rumah.


******

__ADS_1


Syafa menangis memeluk Kay.


"Ada apa dengan kamu, Sayang?." Syafa menciumi Kay dengan tulus. Seperti ibu yang meng khawatir kan anak nya."


"Kita akan membawa nya sekarang."


"Tidak usah. Yah. Biar Tata saja. Tata hanya minta tolong untuk Syifa dan si kembar di sini dulu. Tidak mungkin mereka ikut."


"Biar anak-anak sama Ibu. Kamu pergi lah bersama Ayah mu membawa Kay. Kamu juga tidak boleh sendirian."


"Baiklah bu." Shinta dan Ayah nya membawa Kaynara dengan menggunakan Taxi online.


*******


Sesampai di tempat prakter Dokter Clara. Shinta menyuruh Gunawan untuk duduk. Biar ia yang menemui Dokter nya.


"Permisi."


"Silahkan masuk." Shinta pun masuk ke dalam ruangan Dokter Clara.


"Ada yang bisa saya bantu?" Shinta pun menceritakan semua nya kepada Dokter Clara.


"Di mana pasien sekarang?"

__ADS_1


"Ada di luar Dok."


"Tolong bawa pasien ke dalam agar saya bisa memeriksa nya."


__ADS_2