Ibu Sambung

Ibu Sambung
Terungkap Sebuah Rahasia Besar


__ADS_3

"Ma, setelah mama sampai. Mama tolong masuk ke ruang kerja Arvan ya ma. Mama bisa bertanya kepada pelayan di mana ruang kerja Arvan..Namun, jangan sampai pelayan tau tentang ruang rahasia itu.. Anak-anak ada di dalam, Caca lebih tenang jika mama dan papa menjaga anak-anak."


"Iya, sayang. Mama akan segera ke sana."


Ke dua nya pun mengakhiri panggilan satu sama lain.


Shinta mengatakan kepada Caca untuk tidak khawatir.


"Mama dan papa pasti akan kemari. Jangan khawatir."


"Sebaiknya kita menunggu mereka sampai."


"Tidak perlu, mama dan papa ku bisa menjaga diri mereka." ujar Revan.


Mereka ber-empat langsung pergi meninggalkan rumah Caca.


Mereka segera bergegas ke rumah mama Caca, Brian.


Caca akan memastikan semua nya, ia tidak mau salah mengambil kesimpulan.


Sesampai di depan rumah Brian. Caca, Arvan, Revan dan juga Shinta turun dari mobil, mereka pun segera mengetuk pintu rumah Brian.


Brian membuka pintu nya, ia menyambut kedatangan Caca dengan hangat.


"Silahkan masuk nak."


Shinta dan juga memberikan salam kepada Brian.


"Permisi om." ujar Shinta memberikan salam. Brian tersenyum, meminta mereka untuk masuk.


Mereka pun masuk ke dalam rumah. Caca memeluk papa nya, ia pun merindukan papa nya.


Sudah lama mereka tidak bertemu, istri baru Brian pun menyambut mereka dengan hangat.


"Sayang, udah lama kamu tidak main ke sini." ujar istri Brian.


Caca hanya tersenyum, ia tau jika ibu sambung nya itu hanya sekedar basa-basi.


Ibu sambung Caca juga menjamu teh dan makanan ringan untuk mereka ber-empat.


"Terimakasih, Tante." ujar Shinta.


Brian bertanya apa yang membuat Puteri nya datang ke sini.


Caca menunjukan anting itu kepada Brian.


Brian kaget melihat anting itu.


"Pa, papa tau kan ini milik siapa?" Brian mengangguk, dia bertanya dari mana Caca mendapatkan anting tersebut.


Caca pun menceritakan apa yang terjadi di rumah Shinta.


Brian hanya terdiam, ia sudah yakin ini semua akan terjadi.


Arvan, Revan dan juga Shinta belum memahami apa yang mereka bicarakan.


Shinta bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


"Ini anting milik kembaran Lee." ujar Brian. Semua orang kaget termasuk Caca.


Ia tidak tau jika Lee kakak nya memiliki kembaran.


"Ma-maksud papa apa? Ini kan anting kak Lee."


Brian menggeleng, ia mengatakan jika ini bukan punya Lee namun ini anting punya kembaran Lee yang bernama Cia.


"Ini memang punya kakak kamu, tapi bukan punya Lee. melainkan Cia."


"Cia, tapi mengapa Caca tidak tau pa?"


Brian meminta maaf kepada anak nya, karena ini mungkin kesalahan nya sudah menyembunyikan identitas Cia.


Brian menunjukkan inisial yang ada di anting itu. Memang sangat kecil namun begitu jelas.


Anting itu warisan dari nenek nya Caca saat Caca belum lahir. Memang begitu lama, dan anting itu juga di buat khusus.


Makanya ada inisial bagian anting tersebut untuk membedakan antara Lee dan juga Cia.


"Tapi mengapa Caca tidak mengetahui nya pa?"


"Kakak mu memang hilang. Saat masih bayi, tapi papa yakin jika kakak mu tidak hilang, namun di sembunyikan oleh mama mu."


"Papa sudah berusaha mencari keberadaan nya namun tidak pernah ketemu. Mama mu begitu pintar menyimpan keberadaan kakak mu Cia."


"Kenapa mama menyembunyikan kakak pa?"


"Karena mama mu ingin menjadi kan Cia sebagai alat balas dendam nya. Dia ingin membalas rasa sakit nya kepada orang-orang yang sudah menyakiti nya. Terutama kepada keluarga Kaynara."

__ADS_1


Caca masih tidak mengerti dengan semua yang terjadi.


"Nak, di mana kakak mu berada?" tanya Brian kepada Caca. Caca menggeleng karena ia sendiri pun tidak tau keberadaan kakak yang tidak pernah ia tau sebelum nya.


Wajah nya pasti mirip dengan Lee, namun Lee meninggal saat Caca masih kecil.


"Pa, jika benar itu kakak ku. Kenapa ia berbuat hal buruk kepada keluarga Shinta? Sampai membunuh anak Shinta yang bayi, dia tidak berdosa." Caca menangis.


Mengapa keluarga nya jahat sekali kepada Shinta dan juga keluarga nya.


Shinta begitu lemas, ia mengira dengan meninggal nya Elsa semua sudah berakhir.


Namun, mengapa ada masalah baru. Dan apa yang sudah ia perbuat kepada Cia. Mengapa wanita itu membalas dendam kepada keluarga nya. Apa sebenarnya motif di balik itu semua?


Shinta terdiam, ia menatap Caca dengan penuh arti.


Shinta mengajak suami nya untuk pulang.


Caca, Arvan dan Brian pun mengikuti Shinta.


Terlihat kemarahan di wajah Shinta.


Revan menghentikan istri nya, ia tau jika Shinta merasa kesal dan marah besar.


Shinta menyetop taxi yang lewat.


Ia menghapus air mata nya, Arvan dan yang lain nya pun mengikuti Shinta menggunakan mobil Arvan.


"Aku tau pasti Shinta merasa marah sekarang." ujar Caca menangis, ia pun tidak tau alasan kakak nya melakukan itu semua.


Shinta sudah sampai di rumah nya, ia tidak tahan lagi. Shinta langsung masuk ke dalam rumah, memanggil seluruh pelayan dan pekerja rumah nya


.


Shinta berteriak untuk pertama kali nya.


Arvan, Caca, Revan dan juga Brian masuk ke dalam mengikuti Shinta


Revan meminta sang istri untuk tenang.


Semua pekerja rumah sudah berkumpul, tatapan Shinta begitu dalam menatap satu persatu pekerja rumah nya.


Ia sudah tidak perduli, jika pun diri nya harus tiada sekarang..Karena anak-anak dan mertua nya tidak ada di rumah.


"Jangan sembunyikan diri mu lagi, Cia. Aku sudah tau kau lah pembunuh anakku!" teriak Shinta, walau ia belum tau wajah pembunuh anak nya.


"Ini barang mu kan, ayo tunjukkan diri mu. Jangan jadi pengecut!" air mata nya jatuh, Caca berusaha menenangkan Shinta namun Shinta mendorong tubuh Caca hingga jatuh ke lantai.


"Hentikan!" terlihat seorang wanita cantik, menolong Caca. Yang Shinta yakini itu adalah Cia.


"Berani sekali kau menyakiti adik ku."


Ternyata wanita itu adalah pengasuh yang merawat Syifa selama ini.


Cia langsung membantu adik nya untuk bangkit, ia tidak terima melihat Caca di dorong seperti itu.


Caca menatap wanita yang memegang dan membantu nya berdiri. Ini adalah pengasuh yang ia temui beberapa waktu lalu.


Mata Caca berkaca-kaca, ia tidak tau harus senang atau sedih. Ini pertemuan pertama nya dengan kakak yang selama ini ia tidak tau keberadaan nya. Namun, mengapa cia harus tumbuh menjadi wanita yang begitu jahat dan kejam seperti ibu mereka.


"Kau!" Shinta mendekati wanita itu, dia langsung menampar pipi pengasuh anak nya.


"Aku dan keluarga ku selama ini baik kepada mu, bahkan kami tidak pernah membandingkan kalian sebagai pekerja rumah kami..Namun, mengapa kau lakukan itu kepada bayi yang tidak berdosa!"


Caca kaget dengan teriakan Shinta, namun Cia terlihat sangat tenang. Sifat nya sama seperti Elsa.


Dia hanya tertawa melihat kemarahan Shinta. Ia belum mengatakan hal apapun.


"Nak, kamu anak papa. Papa menyayangi mu, papa selalu mencari keberadaan mu namun tidak pernah ketemu, nak." ujar Brian kepada kembaran Lee


Namun Cia tidak menggubris ucapan dari papa nya. Shinta masih bertanya, alasan Cia melakukan itu kepada anak nya.


Ia menggoncang kan tubuh Cia meminta penjelasan.


Cia mendorong tubuh Shinta dengan keras hingga Shinta jatuh ke lantai. Caca ingin menolong nya namun Shinta menolak.


"Berani nya kau!" Revan ingin memukul Cia namun wanita itu menangkis tangan Revan.


"Jangan kau kira aku wanita lemah!" cia menepis tangan Revan dengan kasar.


Cia memang terlihat seperti wanita tomboy, namun hati nya sangat jahat dan kejam.


Elsa meracuni pikiran anak nya dengan kebencian dan dendam.


Karena hanya Cia yang bisa ia cuci otak nya. Caca tidak berlaku seperti itu, walau seringkali Elsa meracuni pikiran Caca namun Elsa selalu gagal.


"Itu Kesalahan mu karena sudah merebut kebahagiaan adik ku!" jawab Cia dengan santai.

__ADS_1


Cia mengatakan jika ibu mereka Elsa memberitahu segala nya kepada Cia.


Namun, Elsa tidak memberitahu semua kebenaran nya. Bahkan ia sengaja membuat Cia membenci keluarga Shinta.


Sebelum ibu nya meninggal, Elsa mengatakan kepada Cia untuk membalaskan dendam dan rasa sakit hati nya dan juga Caca kepada keluarga Shinta.


Ia pun menyamar sebagai pengasuh untuk masuk ke dalam rumah Shinta..


Ia tau jika Syifa adalah anak Caca, sebab itu Cia tidak pernah menyakiti Syifa, ia juga begitu sayang dengan Syifa.


Dan si kembar, juga selalu bersama pengasuh mereka masing-masing


Saat jennika masuk ke dalam rumah Shinta, ia merasa itu waktu yang tepat untuk membalaskan dendam.


Ia pun memberikan racun ke dalam botol susu Baby Al saat pengasuh baby Al merasa lengah.


Anak-anak mereka memiliki pengasuh yang berbeda dalam menjaga mereka.


Dan cia juga meletakkan botol racun itu di kamar jennika untuk menghilangkan jejak. Namun sial nya, anting nya sebelah hilang entah kemana.


Dan orang yang menemui anting nya adalah Shinta sendiri.


Mungkin, sudah waktu nya Cia menunjukkan diri nya.


"Kau sudah merebut anak adikku dari nya dan kini sudah waktu nya kau merasakan hal yang sama. Adik ku merasa lebih sakit. Walau anak nya masih hidup namun harus jauh dari nya bahkan dekat dengan kau orang asing!" teriak Cia kepada Shinta.


Cia pun sudah mengakui perbuatan nya kepada semua orang dan dia tidak merasa bersalah.


Cia ingin memeluk Caca namun Caca menjauhkan diri nya dari Cia. Ia mengatakan jika diri nya tidak Sudi memiliki kakak yang begitu jahat dan juga kejam.


Brian juga begitu kecewa dengan diri nya, andai ia lebih lagi mencari keberadaan Cia mungkin Cia tidak akan tumbuh menjadi wanita yang begitu kejam dan jahat.


Polisi datang ke rumah Shinta untuk menangkap Cia, di perjalanan Shinta sudah menghubungi polisi terlebih dulu.


Namun, Cia tidak merasa takut. Ia bahkan puas, karena walau pun ia mendekam di penjara seumur hidup namun Shinta sudah kehilangan harta yang paling berharga, yaitu anak kandung nya.


Cia tertawa senang, ia juga mengatakan kepada Shinta bahkan ia akan memberikan pelajaran yang lebih buruk untuk Shinta dan keluarga nya.


Setelah kepergian Cia di bawa polisi Shinta menangis sejadi-jadi nya. Caca mendekat kepada Shinta namun Shinta meminta Caca untuk menjauh dari nya.


Bahkan, ia meminta Caca dan Arvan untuk menjauh dari keluarga nya.


"Aku tidak pernah berbuat jahat kepada siapapun, bahkan aku tidak pernah mengenal mu dan keluarga mu sebelum nya. Aku tidak pernah merebut Revan atau Syifa dari mu. Kau yang meninggal kan mereka walau dengan alasan yang Baik. Aku hadir memberikan kasih sayang yang Syifa tidak pernah dapatkan dari mu. Lalu, mengapa aku yang bersalah di sini? Mengapa mama dan juga saudara mu membenci ku? Mengapa mereka menyakiti anak-anak ku? Aku bahkan menerima mu seperti saudara ku, namun mengapa penderitaan yang aku dapatkan?" teriak Shinta kepada Caca.


Ia tidak tau apa kesalahan nya, namun mengapa anak nya yang menjadi korban.


Shinta mengambil nafas dengan panjang, dada nya begitu sesak.


Dulu, mama nya Caca yang bernama Elsa selalu membuat keributan dan selalu menyakiti keluarga nya Shinta. Dan sekarang, kakak nya Caca yang bernama Cia.


Bahkan tega membunuh anak Shinta yang masih bayi dan tidak berdosa.


Shinta merasa tidak terima, kehadiran Caca hanya membuat masalah di keluarga nya.


Caca menangis, meminta maaf dengan perbuatan yang dilakukan oleh mendiang mama dan juga saudara nya.


Arvan menenangkan Shinta, menjelaskan jika ini bukan sepenuh nya kesalahan dari Caca.


Caca juga tidak tau mereka melakukan semua ini.


"Namun, dia lah alasan mengapa keluarga nya berbuat seperti ini kepada keluarga ku!" teriak Shinta kembali.


"Aku tidak pernah melakukan kesalahan apapun, aku tidak pernah merebut Revan atau Syifa. Aku hanya hadir untuk menyembuhkan luka mereka karena luka yang di tinggalkan oleh Caca begitu dalam. Namun mengapa anak-anak ku yang menderita? Mengapa anak-anak ku yang harus jadi korban? Apa kah kau bisa menjelaskan semua nya?!"


Shinta begitu tidak terima dengan semua yang terjadi. Ia pun memecat seluruh pekerja yang ada di rumah nya.


"Sayang, kamu jangan gegabah begini!" Revan mencoba menenangkan Shinta. Ia juga meminta kepada seluruh pekerja nya untuk tidak mengambil hati ucapan Shinta.


Revan meminta kepala pelayan untuk membawa pekerja ke belakang.


Kepala pelayan itu pun memahami, ia memerintahkan seluruh pekerja untuk pergi ke rumah belakang.


Caca berusaha meminta maaf kepada Shinta, namun Shinta mengusir nya. Ia tidak mau melihat wajah Caca lagi karena menurut nya Caca penyebab ini semua.


Arvan yang kesal pun membawa istri nya pulang tanpa berpamitan kepada Shinta atau pun Revan.


Revan meminta maaf atas perlakukan istri nya tersebut, Arvan mengangguk namun tidak mengucapkan satu kata pun.


Brian pun mengikuti anak dan juga menantu nya.


Ia paham kemarahan yang di alami oleh Shinta, Brian pun meminta maaf kepada Caca karena sudah menyembunyikan rahasia sebesar ini..


Jika diri nya jujur sejak awal, mungkin semua ini bisa di hindari.


Semua ini tidak akan terjadi, Caca meminta kepada Arvan untuk mengantarkan ke kantor polisi.


Ia ingin bertemu dan berbicara kepada kakak nya Cia.

__ADS_1


__ADS_2