Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Syifa


__ADS_3

Shinta begitu sangat lelah, kali ini ia menggeser kan tubuh nya dengan hati-hati.


"Huh! seperti singa kelaparan saja." gumam nya.


Shinta pun segera membersih kan diri nya dan keluar kamar. Jika tidak segera keluar. Ia akan di mangsa kembali oleh singa yang kelaparan itu. Shinta menuju kamar Syifa. Terlihat Syifa sedang bermain dengan si kembar Alan dan Alana.


"Puteri ku sudah sebesar ini sekarang. Tidak terasa, waktu sangat cepat berlalu." Shinta pun mengingat awal pertemuannya dengan Syifa, waktu itu Syifa masih sangat kecil dan polos. Tapi lihat lah sekarang, Syifa sudah meranjak remaja. Sifat nya yang dulu sangat nakal dan cerewet kini menjelma menjadi gadis tanggung yang pendiam dan memiliki aura yang sangat berkharisma. Sifat nya sangat terlihat menurun pada Caca ibu yang sudah mengandung dan melahir kan nya. Syifa menoleh ke arah Shinta lalu tersenyum.


"Mama." panggil nya dengan suara yang sangat lembut.

__ADS_1


"Sayang, berapa usia mu sekarang?"


"12 Tahun ma."


"Benar sayang, usia mu 12 tahun. Sekarang anak mama sudah tumbuh menjadi gadis remaja. Tapi mama tidak melihat mu sebagai anak yang sudah berumur 12 tahun. Mama selalu melihat kamu seperti gadis mungil mama yang berusia 5 tahun seperti awal kita bertemu." Syifa mengembang kan senyuman nya. Ia pun mengingat bagaimana awal dirinya bertemu dengan Ibu sambung nya ini.


"Mama."


"Apakah mama akan terus menyayangi ku?"

__ADS_1


"Sayang, pertanyaan seperti apa itu? mengapa kamu berfikir mama tidak menyayangi mu?" Syifa memegang bahu Ibu sambung nya tersebut.


"Tidak ma. Syifa tidak pernah berfikir bahwa mama tidak menyayangi ku, namun apakah mama akan terus menyayangi ku di kehidupan yang akan datang?"


"Mama akan selalu menyayangi kamu, Sayang. Sejak awal kita bertemu, sekarang, dan kehidupan yang akan datang. Bahkan hingga mama tidak bisa bernafas dan meninggalkan dunia ini mama akan menyayangi dan mencintai kamu. Kamu anak kesayangan mama, kamu kehidupan mama." Shinta memeluk Syifa dengan lembut. Ia sadar, mengapa puteri sulung nya menanyakan hal itu. Mungkin, karena Shinta kurang memerhatikan Syifa. Shinta hanya fokus pada Kaynara. Shinta berjanji pada diri nya sendiri akan lebih fokus kepada ketiga anak nya dan juga janin yang ada di kandungannya.


"Ma?"


"Iya, sayang?"

__ADS_1


"Syifa sudah tidak sabar ingin melihat adik lahir ke dunia, pasti rumah kita akan bertambah seru dan ramai. Dengan kehebohan si kembar dan juga calon adik Syifa dari Mama, Mama Caca dan juga Tante Kaynara. Syifa akan menjadi kakak untuk adik-adik Syifa. Tanggungjawab Syifa pasti akan sangat menantang. Menjaga dan melindungi ke lima atau lebih adik Syifa." Syifa dan Shinta pun tertawa.


"Iya sayang, kamu akan menyayangi dan melindungi mereka semua. Jadi lah kakak yang bijaksana tanpa membeda bedakan kasih sayang antara si A atau si B. Mama berharap kamu bisa membagi kasih sayangmu dengan adil nak. Mama tau menjadi kakak untuk lima adik yang masih sangat kecil itu tidak lah muda. Namun, itulah suatu kebanggan nak. Apa kamu tahu, mama adalah anak satu-satu nya. Mama tidak mempunyai kakak, atau adik yang bisa di ajak bicara. Sejak kecil mama selalu merasa sendiri tidak ada teman. Jika orang mengganggu mama, mama melawan dengan sendiri." Shinta pun menceritakan masa kecil nya pada Syifa. Syifa yang mendengar tingkah laku ibu nya yang sangat bar bar pun tertawa hingga menyebab kan perutnya sakit akibat tertawa terlalu kencang.


__ADS_2