
Shinta harus berusaha tetap tenang dan netral, ia tak ingin anak yang lain nya terasa terabaikan karena anak yang lain nya. Lagipula, sesama saudara bukan kah itu hal yang wajar jika bertengkar?
"Haha, geli cekali mama, geli...!" tawa Alan dan Alana. Mereka yang melihat tingkah si kembar pun merasa sangat gemas.
"Sebaik nya Queen pamit sekarang." pamit Queen pada semua orang, Shinta dan yang lainnya pun tersenyum
"Sering-sering lah main ke sini ya?" pinta mama Lili yang memeluk Queen penuh kehangatan.
"Iya, Mama. Queen berharap kalian bisa datang ke pernikahan adik Queen."
"Kami akan datang ke sana."
"Kamu juga datang ya Ca bersama suami mu." pinta Queen pada Caca. Caca pun mengiya kan permintaan teman lama nya. Setelah pamit, Queen segera pergi dari kediaman rumah keluarga Revan.
********
Queen masuk ke dalam mobil, ia menyender kan kepala nya yang sedikit pusing. Ada perasaan yang ia sendiri tak tahu harus bagaimana. Queen melaju kan mobil dan menuju ke diaman ia tinggal.
"Bagaimana?" langkah kaki Queen terhenti mendengar suara wanita. Ia menoleh ke arah suara itu berasal, tangan nya gemetar hebat namun berusaha untuk tetap tenang. Queen menelan Slavina nya sendiri
"Me-mengapa ka-u kesini?"
"Aku tidak punya kebiasaan untuk menjawab pertanyaan orang yang tak berguna." Wanita itu dengan angkuh membuka kaca mata nya. Ia adalah Elsa
Balas dendam Elsa terhadap keluarga Shinta tak pernah usai, ia sengaja menjadi kan Queen sebagai alat. Queen sebenar nya bukan lah wanita jahat apalagi ingin merusak keluarga orang lain. Namun, ia tak punya pilihan karena seluruh keluarga nya di sandera oleh Elsa dan Elsa mengancam Queen jika wanita cantik ini tak mengikuti permintaan nya, Elsa akan menghabisi seluruh keluarga Queen. Hal itu membuat Queen merasa tidak berdaya.
Bahkan Elsa sengaja menyuruh Queen untuk memberi kan undangan kepada keluarga itu.
"An-anak mu sudah sangat bahagia sekarang, mengapa kau ingin menghancur kan keluarga baik seperti mereka? dan kenapa kau membawa ku kedalam hal ini?" kesal Queen, Elsa dengan keras menampar Queen
__ADS_1
"Kecil kan nada bicara mu atau kau akan menyesal nanti nya jalang! Saat ini hidup keluarga mu ada di tangan ku!" Elsa sekali lagi memperingati Queen.
Haha...
Queen menoleh ke arah suara itu berasal, ternyata itu suara adik nya Krystal. Queen seakan tak percaya.
"Krys."
"Iya, ini aku. Kenapa?"
"Kenapa, Krys? kenapa?" air mata Queen menetes, ia tak menyangka. Bahwa adik nya juga terlibat, bahkan rela mengorban kan nyawa kedua orang tua mereka.
"Karena aku ingin melihat Revan menderita, ia sudah menolak cinta ku. Kau pun tahu itu, Queen! tetapi mengapa kau tetap baik pada mereka. Kau yang membuat ku jahat! aku adik mu bukan? tapi kau tak pernah mendukung ku! hanya Tante Elsa yang mendukung aku, hanya Tante Elsa!"
"Dia itu jahat Krys! dia hanya mengguna kan emosi dan kebencian mu saja. Dia tidak perduli pada mu, percaya lah! aku sangat menyayangi mu. Aku selalu mendukung mu jika itu hal kebenaran."
"Baik lah jika kau marah pada ku, tetapi kenapa kau tega melibat kan Mama dan papa? kenapa Krys?!"
"Karena Mama dan papa lebih sayang pada mu daripada dengan ku. Mereka hanya melihat dan perduli dengan diri mu. Bukan pada ku!"
"Itu semua tidak benar!"
"Aku tidak perduli, Queen!" Krystal pun memilih pergi meninggalkan Queen dan Elsa. Elsa pun tak keberatan dengan itu semua, bagi nya Queen mau pun Krystal adalah alat untuk nya menuju balas dendam. Mengapa Elsa memilih Queen, karena sifat Queen yang begitu polos, dewasa dan baik hati. Keluarga Revan sangat menyayangi nya, jadi tak akan menaruh curiga pada Queen.
"Aku tidak bisa jika menyakiti mereka." jawab Queen, ia ingin Elsa mengerti
"Aku tak akan menyuruh mu menyakiti mereka, jika menyakiti itu serah kan pada ku." jawab Elsa dengan tersenyum licik.
"Mengapa kau melakukan ini? Caca juga sangat dekat dan bahagia bersama mereka, kenapa kau ingin merusak kebahagiaan anak mu sendiri?" pertanyaan Queen membuat Elsa emosi, ia mendekati Queen dan menjambak rambut Queen.
__ADS_1
"Jika kau berani bertanya lagi, aku pasti kan kedua orang tua mu besok tak akan hidup!"
"Ak-aku mohon jangan sakiti orang tua ku." pinta Queen memelas.
"Aku tak akan menyakiti mama dan papa mu, jika kau pun mengikuti ucapan ku. Kau mengerti!"
"Ba-baik lah, aku mengerti dan aku tak akan melawan. Aku akan menuruti segala permintaan mu." jawab Queen dengan pasrah, ia tak bisa berbuat apa-apa lagi. Bahkan, Krystal adik nya sendiri tega mempertaruh kan nyawa mama dan papa mereka hanya Obsesi semata.
"Sekarang kau boleh pergi!" Elsa melepas kan tangan nya dari rambut Queen. Queen pun masuk ke dalam kamar, ia menangis sejadi jadi nya. Tak tahu harus seperti apa dan bagaimana.
"Bagaimana bisa aku menyakiti keluarga baik seperti keluarga Revan. Queen sudah di anggap seperti anak oleh ke dua orang tua Revan. Revan juga memperlaku kan nya begitu sangat lembut. Namun, jika aku tak mengikuti kemauan diri nya keselamatan kedua orang tua ku sangat terancam. Aku harus bagaimana Tuhan? tolong bantu aku." Queen semakin kacau dalam pikirannya. Ia memutus kan untuk menemui Krystal, dan berharap Krystal mengubah pikiran nya. Karena hanya Krystal yang tahu di mana kedua orang tua nya di sandera oleh wanita licik seperti Elsa.
Queen pun segera menjadi Krystal di kamar nya, Terlihat Krystal sedang menikmati sepiring makanan dan segelas teh.
"Krys?" panggil Queen dengan lembut, Krys pun melengos ketika melihat kakak nya.
"Ada apa?"
"Aku harus bicara pada mu, Krys."
"Apa kau tidak lihat? aku sedang sibuk sekarang!" padahal Krystal hanya sibuk menikmati makanan nya.
"Aku mohon, lima menit saja Krys?"
"Kau ingin bicara apa? aku tidak banyak waktu. Apalagi sebentar lagi adalah hari pernikahan ku."
"Krys, sebentar lagi kau akan segera menikah. Lalu mengapa kau ingin membalas rasa sakit hati mu pada Revan? bukan kah kau sudah menemu kan pria yang kau cinta dan mencintai mu dengan baik. Lalu, mengapa kau masih ingin balas dendam?
********
__ADS_1