Ibu Sambung

Ibu Sambung
Gelisah


__ADS_3

Syifa pun berpamitan kepada kakek dan nenek dari mama Shinta nya itu. Ia segera pergi menuju kamar mama Shinta nya berasa. Namun, Syifa di halangi oleh ke dua adik kembar nya.


"Kakak." panggil Alan dan Alana secara bersamaan.


Syifa menoleh ke arah ke dua adik nya, Ia pun menanyakan di mana keberadaan sang mama. Si kembar Alan dan Alana menjawab dan memberitahu jika mama mereka berada di dapur.


Segera Syifa berlari, menuju dapur. Terlihat mama nya sedang memasak, menyiapkan sesuatu.


"Mama." panggil Syifa, Shinta yang mendengar suara anak nya sontak saja menoleh. Ia pun tersenyum, mendekati sang anak


"Sayang, kamu udah sampai?" tanya Shinta kembali, Syifa mengangguk.


"Ma, ada hal yang harus Syifa tanya sama mama."

__ADS_1


"Tanya apa, Sayang?"


"Ini masalah penting, ma." ujar Syifa yang terburu-buru seakan begitu gelisah. Namun, Shinta yang fokus masak pun tidak memperhatikan anak nya.


"Sayang, mama kan sedang masak. Kenapa kamu menganggu mama? Sudah ayo ikut papa!" ujar Revan yang tak suka melihat anak nya mengganggu kegiatan isteri nya. Syifa pun menuruti permintaan papa nya.


Ia tak ingin, papa nya menjadi marah.


Shinta pun melanjutkan masakan nya, mama Syafa pun masuk ke dapur. Membantu anak nya.


"Iya, Bu." Mama Syafa pun menjelas kan kepada Shinta tentang prilaku aneh Syifa.


"Dia begitu sangat cemas ibu lihat. Namun, ketika ibu bertanya ada apa. Ia tidak menjawab, ia bahkan hanya ingin bertemu dengan kamu." jelas Syafa.

__ADS_1


Shinta menghentikan kegiatan memasak nya, ia pun teringat dengan ucapan sang anak yang berkata ingin bertanyab sesuatu yang sangat penting. Namun, karena tadi ia begitu fokus dengan masakan nya dan Revan yang tiba-tiba masuk ke dapur. Syifa tidak jadi bertanya.


"Setelah makan malam. Shinta akan bicara kepada nya, Bu. Mungkin, ini tentang sekolah atau yang lain." ujar Shinta menjelaskan kepada sang ibu. Ia tidak ingin, ibu nya merasa khawatir.


"Sebaik ya kamu bertanya sekarang, ibu sangat khawatir."


"Tidak, Bu. Ibu tahu bagaimana papa nya kan? Papa nya pasti tidak akan suka, jadi biar kan saja tata yang menemui nya tanpa sepengetahuan Revan. Ibu tahu sendiri, bagaimana sifat menantu ibu yang begitu mudah marah. Belakangan hari ini, Revan dan Syifa begitu sangat berbeda pendapat. Tata nggak mau, ke dua anak ini sering beradu pendapat dan menimbulkan kesalahpahaman." ujar Shinta yang memberitahu ibu nya. Syafa pun mengangguk.


Ia menyuruh kepada Shinta, untuk bisa bersikap dewasa dan menjadi penengah antara ayah dan anak.


"Di sini lah tugas mu, Sayang. Menjadi seorang ibu sekaligus seorang isteri. Kau harus bisa membuat suasana kedua nya menjadi cair."


Shinta mengangguk, ia masih mengingat bagaimana sifat Revan jika marah kepada anak nya. Shinta begitu merasa sangat sakit hati, sebab itu. Ia tidak mau jika Syifa melakukan kesalahan di depan papa nya. Jika pun Syifa melakukan kesalahan, Shinta akan menutupi segala kesalahan dari anak sambung nya itu yang menurut nya tidak terlalu serius.

__ADS_1


Masakan sudah siap, Shinta dan ibu nya tinggal menghidangkan nya di meja makan.


Di meja makan, terlihat Syifa sangat gelisah. Ia terus menatap Shinta yang sedang meletakkan makanan yang tadi di masak di atas meja


__ADS_2