
Krystal membuka mata nya perlahan melihat sekelilingnya
"Di mana aku?" seakan terlintas ingatan tentang kondisi sang papa, ia pun mencoba untuk melepas infus di tangan nya.
"Jangan, Krys!" larang Raffa yang tiba-tiba masuk dan mendekati Krystal.
"A-aku mau ketemu sama papa, kak!"
"Iya, nanti akan bertemu dengan papa. Tapi, sekarang kamu harus istirahat dulu, tensi mu sangat rendah. Jadi, jangan terlalu memikir kan hal yang lain dulu."
"Tapi, kak."
"Nggak ada tapi-tapi, Krys! kalau kamu terus-terus an keras kepala begini, aku akan mencerita kan semua nya pada mama dan kakak mu."
"Aku, mohon. Jangan kak!"
"Krys! mau sampai kapan kamu begini? terus-terus an di salahi? ayo, Krys! cerita yang sebenar nya pada keluarga mu."
"Kak aku ingin keluarga ku baik-baik saja, aku nggak apa-apa di benci kak."
"Krystal dengarin aku ya? semua orang punya keinginan, tapi keadaan punya kenyataan!"
"Aku nggak ngerti apa yang kamu kata kan." walau tahu, apa yang di maksud oleh Raffa. Krystal memilih untuk berpura pura bodoh.
"Krys, dengarin aku!"
"Kak! tadi kamu bilang aku harus istirahat kan? baik lah aku akan tidur, kamu keluar lah."
Krytal pun membaring kan tubuh nya membelakangi Raffa. Air mata nya menetes, Raffa pun keluar dari kamar inap yang saat ini Krystal tempati.
Raffa membuang nafas nya dengan kasar, ia pun tak mengerti apa yang harus ia perbuat. Janji nya pada Krystal membuat nya tak berdaya.
__ADS_1
********
Queen bangkit mendekati sang dokter yang keluar kamar
"Bagaimana keadaan papa saya, dok?"
"Ayah anda terkena serangan jantung. Untung saja kalian membawa nya tepat waktu jika tidak hanya Tuhan yang tau akhir nya. Saya minta, kalian jangan membuat pasien stres dan tetap lah membuat diri nya merasa tenang dan aman. Kalian bisa melihat nya sekitar dua jam lagi, biar kan pasien istirahat dahulu. Ia sudah melalui masa-masa kritis nya." mendengar ucapan Dokter, Queen pun bernafas dengan lega.
"Terimakasih, Tuhan." ucap syukur Queen kepada sang maha kuasa yang telah menyelamat kan hidup papa yang paling ia cintai.
"Terimakasih, Dok." Dokter pun pergi menjauh meninggal kan Queen dan mama nya.
"Ma, akhir nya papa baik-baik saja." ucap Queen memeluk mama nya dengan penuh bahagia, seketika Queen mengingat adik nya yang tadi tak sadar kan diri.
"Krystal." lirih nya, Queen melepas kan peluk kan sang mama. Bangkit dari tempat duduk nya
"Kamu mau kemana, Sayang?"
"Sudah, biar kan saja dia! kenapa kamu masih memperduli kan orang yang bahkan tak pernah menyayangi mu."
"Ma, maaf. Tapi, saat ini Queen sedang tak ingin berdebat dengan mama." Queen pun berlalu pergi meninggal kan mama nya.
"Kapan kau mau mengerti Queen. Dahulu, mama nya sudah merebut papa mu. Sekarang, dia yang sudah mama besar kan dengan sepenuh hati malah mengambil cinta mu."
Ternyata.
Krystal adalah anak dari hubungan gelap dari hasil hubungan papa Queen bersama seorang wanita malam. Suatu malam, Ibu kandung Krystal memberi kan nya kepada keluarga Queen. Waktu itu umur Queen masih 3 tahun. Bagaikan di sambir petir bagi mama Queen. Menghadapi kenyataan bahwa suami yang sangat ia percayai dan ia cintai tega meng khianati nya dan memiliki anak dari perempuan lain. Namun, Papa Queen memohon meminta maaf pada mama nya. Dan meminta mama Queen berbesar hati menerima anak dari perselingkuhan nya. Dengan besar hati mama Queen pun membesar kan Krystal. Namun, setiap kali melihat wajah Krystal membuat luka di hati sang mama semakin teringat. Apalagi, wajah Krystal sangat mirip dengan ibu nya. Membuat mama Queen tak bisa melupakan pengkhianatan yang telah di lakukan oleh papa Queen. Queen sampai sekarang tidak mengetahui bahwa Krystal bukan anak kandung dari mama nya. Melain kan dari wanita lain. Di saat mama nya sudah menyayangi dan menerima Krystal. Wanita itu malah merenggut cinta Queen. Membuat rasa benci itu semakin kuat dan tak ada alasan lagi untuk menyayangi Krystal.
"Mama sudah menyayangi dan membesar kan nya dengan sepenuh hati. Tetapi, apa? dia malah seperti ibu nya. Merebut cinta kamu, anak kesayangan mama. Padahal, kamu menyayangi dan mencintai nya melebihi menyayangi dan mencintai diri mu sendiri Queen. Tapi, anak yang tak tahu diri itu merusak kebahagiaan mu dan merebut cinta mu." batin Mama Queen.
********
__ADS_1
Cekrek..!!!!
Queen membuka pintu dan masuk menemui Krystal.
"Aku bilang, aku mau istirahat kak! kenapa kamu tak mengerti?" Krystal mengira yang masuk adalah Raffa. Ia membalik kan badan dan melihat yang datang bukan Raffa melain kan Queen, Sang kakak.
"Kau ternyata." Krystal pun duduk dengan perlahan, wajah nya terlihat sangat pucat.
"Bagaimana keadaan mu? kau begitu sangat pucat" ujar Queen
"Seperti yang kau lihat! aku baik. Jangan hirau kan aku, Bagaimana keadaan papa?"
"Jika saja kau tidak seperti itu. Mungkin papa tak akan di sini, Krys! papa nggak harus berjuang melawan maut nya sendiri."
"Apa?" tanya Krystal dengan penuh kaget.
"La-lalu bagaimana keadaan papa? a-apa papa sudah sadar kan diri?"
"Belum, tapi kau tak perlu khawatir. keinginan mu untuk melihat papa mati belum terwujud." Krystal sedikit lega mendengar ucapan kakak nya.
"Syukur lah jika papa baik-baik saja. Terimakasih Tuhan." ucap nya dalam hati.
"Sebaik nya, kau tidak usah pulang ke rumah. Di hari pernikahan mu, kami juga tak akan hadir. Maafin aku, aku akan menyuruh orang untuk mengantar kan hadiah untuk mu. Aku tak mau, sikap mu membuat papa sampai terkena serangan jantung lagi."
Apa? serangan jantung? maafin Krystal, Pa. ~ batin Krystal.
"Aku juga sudah menyiap kan sebuah hotel untuk mu, kau bisa tinggal di sana untuk beberapa saat menunggu hari pernikahan mu yang beberapa hari lagi. Setelah menikah, suami mu pasti akan membawa pun pergi jauh dari sini."
"Apa maksud mu? apa kau ingin memisah kan aku dengan papa? enggak! aku nggak mau, Queen!"
"Lalu? kau ingin tetap di sini untuk mempercepat umur kehidupan papa? kau ingin membuat papa terus-terus an sakit dan mempercepat kematian nya, begitu? aku nggak bakalan ngebiarin kamu ngelakui itu! Jika, kamu ngejahatin aku, aku nggak apa-apa, Krys! Tapi, aku nggak bakalan diam jika kamu mau menganggu mama dan papa. Aku yang akan menghadapi mu langsung, bahkan aku tak akan ragu menjadi musuh mu!" ucap Queen memberi kan peringatan pada adik nya.
__ADS_1