
Hari ini cuaca sangat baik menurut Shinta, udara yang sejuk membuat nya merasakan relax sejenak. Ia menatap keluar jendela kamar nya dan merentang kan ke dua tangan nya ke atas. Ini kehamilan nya yang ke dua, ia pun sudah memahami bagaimana membuat diri nya merasa nyaman di kehamilan muda. Tidak seperti awal kehamilan nya yang pertama, membuat semua orang merasa kebingungan. Mengingat hal dulu membuat diri nya tersenyum malu.
"Mama." panggil Syifa yang mendekati Ibu Sambung nya tersebut, Shinta menoleh ke belakang dan melihat Syifa yang berjalan dan menghampiri diri nya. Shinta tersenyum, begitu pun dengan Syifa.
"Papa memanggil mama untuk segera sarapan di bawah. Semua orang sudah menunggu."
"Baik lah, Sayang. Ayo kita ke bawah dan sarapan bersama mereka."
*************
Di meja makan, mereka sarapan bersama. Hari ini, Caca dan Arvan akan menjemput Kaynara untuk kembali ke rumah dan segera membicara kan pernikahan Kaynara dan Rangga. Kehamilan Kaynara sudah semakin membesar, sudah tidak ada banyak waktu. Mereka khawatir jika nanti di luaran sana akan ada gosip yang nanti nya akan mempengaruhi kesehatan mental Kaynara kembali.
Shinta memilih untuk tetap tinggal di rumah untuk mempersiap kan kedatangan Kaynara dengan meriah. Setelah selesai sarapan, Caca dan Arvan berpamitan untuk menjemput Kaynara.
*********
__ADS_1
Sesampai di klinik, ternyata sudah ada Rangga di sana yang membantu Kaynara untuk bersiap-siap
"Yang ku bicara kan benar kan, Sayang? sudah ada pangeran nya di sini." goda Arvan. Kaynara melihat ke arah Caca dan Arvan dan tersipu malu.
"Kakak, lihat lah suami mu terus saja mengejek ku!" adu Kaynara pada Caca yang meminta pembelaan dari sang kakak. Caca pun mendekati Kaynara dan memeluk nya.
"Sudah lah, tidak usah hiraukan kakak ipar mu!"
Rangga pun hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala nya.
"Tunggu dahulu, aku sedang menunggu Aini."
"Aini? siapa itu?" tanya Caca
"Dia adalah teman baik ku di sini kak. Dia sudah berjanji pada ku untuk datang cepat, aku mohon kita tunggu lah sebentar ya?" pinta Kaynara dengan wajah menggemas kan.
__ADS_1
"Baik lah, kita akan menunggu nya selama 30 menit. Jika dia tidak datang juga dalam 30 menit, kita harus segera pulang. Ibu dan Ayah sedang menunggu kita."
"Baik kak."
********
Di rumah Orang tua nya. Shinta sedang sibuk mempersiap kan segala nya untuk menyambut kepulangan Kaynara. Ia mendekorasi rumah dan memasak masakan yang sangat lezat untuk adik nya itu. Pasti nya di bantu oleh Ibu nya Syafa dan juga anak kesayangan nya Syifa. Sementara Ayah dan Suami nya sedang menjaga si kembar Alan dan Alana di teras halaman rumah mereka.
"Ibu, tolong cicipi apakah ini sudah lezat?" pinta Shinta pada sang ibu. Syafa pun mendekat dan mencicipi sedikit masakan anak nya.
"Seperti nya ini kurang garam. Kau pergi lah! bantu cucu Ibu mengerjakan pekerjaan yang lain. Biar ibu melanjut kan masakan ini."
"Baik lah, Bu. Terimakasih ya, maaf jika merepot kan Ibu." Shinta pun mencium pipi Ibu nya lalu pergi menemui Syifa.
"Walau sudah menjadi seorang Ibu, anak ku tetap tidak berubah. Dia akan selalu manja jika bersama Ibu nya ini." ucap Syafa dengan penuh bahagia.
__ADS_1