
Syifa yang duduk di dalam mobil, menatap sembarang tempat.
memikirkan kode yang telah diberikan oleh mama nya.
ada sesuatu bahaya yang ada di dalam rumah mereka, tetapi Syifa pun belum mengetahui apa bahaya tersebut
dia memikirkan keadaan Mama dan juga papanya di dalam rumah itu, jika ada bahaya di dalam rumah mereka berarti keselamatan kedua orang tuanya telah terancam.
Caca tidak habis pikir kenapa Shinta bisa bersikap begitu kasar dengan Syifa padahal caca tahu jika Shinta sangat menyayangi putrinya itu.
"Sayang, kamu jangan diam aja."
padahal niat Syifa datang ke rumahnya itu sangat baik ia ingin menghibur mamanya dari kesedihan namun malah perlakuan kasar ia dapat dari sang mama. Caca merasa kesal, ia memahami apa yang Shinta rasakan namun bukan berarti Shinta bisa seperti itu.
Syifa hanya diam, ia tidak merasa marah atau tersinggung. Bahkan, ia merasa khawatir dan takut.
Jika mama menyuruh ku pergi, berarti sangat tidak aman untuk ku. Mama tidak mau aku dan adik-adik terluka.
Mobil masuk ke dalam parkiran rumah Caca, saat mobil berhenti, Syifa segera turun dari mobil.
Ia akan memberitahu hal penting ini kepada mami dan juga Daddy nya.
Mobil Revan juga masuk ke dalam halaman rumah Caca, Syifa dan Caca menoleh.
Syifa berlari menuju mobil papa nya, saat Revan ke luar dari dalam mobil Syifa langsung memeluk papa nya.
"Papa, apa yang sedang terjadi bahaya apa yang sudah terjadi di rumah kita?"
Revan mau pun Caca tidak mengerti apa yang Syifa katakan, kini Syifa memahami jika papa nya pun tidak tau apa yang terjadi.
Syifa mengajak ke dua orang tua nya untuk masuk ke dalam, ia juga memanggil Daddy nya agar bisa ikut berdiskusi.
Arvan menghampiri anak sambung nya itu, bertanya apa yang terjadi.
Arvan meminta penjelasan kepada Revan mau pun Caca. Namun, ke dua nya pun tidak mengerti dengan yang terjadi.
Revan dan Caca hanya menjelaskan jika tadi Shinta mengusir Syifa untuk segera pergi.
Syifa menyangkal, ia membela mama sambung nya itu.
__ADS_1
"Saat mama mengusir ku, mama memberikan kode sos yang hanya kita berdua yang tau. Berarti, ada sesuatu hal yang terjadi di rumah namun mama tidak bisa memberitahu nya secara langsung sesuatu alasan. Syifa tidak tau apa bahaya itu pa, dad. Tapi saat ini mama membutuhkan kita. Mama memerlukan bantuan," Syifa mengatakan itu dengan mata yang berkaca-kaca.
Ia begitu khawatir dengan keadaan sang mama.
Revan, Arvan mau pun Caca terkejut dengan ucapan Syifa.
"Sayang, apa kamu yakin nak?" tanya Caca. Syifa mengangguk.
Dulu, Shinta pernah memberitahu nya jika ada sesuatu hal yang terjadi yang mungkin berbahaya dan tidak bisa memberitahu karena orang tersebut ada di sekitar mereka akan menggunakan kode sos tersebut untuk meminta bantuan.
Dan tadi, mama sambung nya Shinta menggunakan sos tersebut, berarti mama nya sedang membutuhkan bantuan namun tidak bisa mengatakannya karena mungkin orang jahat tersebut ada di sekitar mereka.
Revan masih tidak percaya dengan ucapan anaknya, Iya memastikan sekali lagi apa yang dikatakan anaknya itu benar.
Syifa masih bersikeras bahwa itu kode mamanya membutuhkan pertolongan.
Revan mengatakan bahwa ia akan bertanya kepada istrinya saat akan berada di rumah namun Syifa melarang.
"Tidak, Pa! Jika mama bisa mengatakannya secara langsung Mama pasti akan mengatakannya tidak harus menggunakan kode tersebut, mungkin mama sedang diawasi atau rumah kita diawasi oleh seseorang."
Caca pun menganggap apa yang di katakan anak nya itu sangat masuk akal, dan sekarang tugas mereka mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.
Revan melarang, ia mengatakan mungkin saja ponsel Shinta di sadap atau penjahat itu mengawasi gerak-gerik Shinta.
"Kita harus melakukan apa, pa?" tanya Syifa. Ia tidak mau mama nya berada dalam bahaya.
Revan mengatakan akan mencari jalan keluar nya, Arvan pun tau. Untuk mengetahui kebenaran yang sebenarnya terjadi, mereka harus membawa Shinta ke luar dari rumah itu.
Namun, menurut Caca itu bukan solusi. Bisa saja orang itu terus mengawasi Shinta.
Caca menyarankan agar Revan berada di samping Shinta. Lalu, Caca akan memberikan pesan kepada Shinta. Dengan begitu, Shinta juga akan aman.
Dan mereka akan mengetahui apa yang telah terjadi.
"Apakah itu akan berhasil?" tanya Revan..
Caca pun tidak yakin, namun jika mereka tidak mencoba. Mereka tidak akan pernah tau, Arvan pun setuju dengan ucapan istri nya.
Syifa meminta kepada orang tua nya agar segera memecah kan kasus ini. Ia tidak mau mama nya merasa tertekan.
__ADS_1
Revan langsung berpamitan pulang ke rumah, Iya sengaja tidak menemui kedua anak kembarnya karena jika Revan menemui anaknya maka kedua anak itu akan menangis dan tidak mau pisah dari Revan.
Alan dan juga Alana pasti akan rewel minta ikut pulang bersama papa mereka.
"Jika mama melarangku berlama-lama di rumah tandanya keselamatan kami tidak aman jika kami berada di dalam rumah." ujar Syifa kembali.
Revan tidak mengerti, seharusnya rumah mereka sudah aman karena jennika sudah tertangkap dan di dalam penjara.
Caca mengatakan jika belum tentu pelaku nya adalah jennika. Bisa saja jennika di jadikan kambing hitam oleh seseorang.
Revan terdiam, apa yang Caca katakan juga benar. Karena sebenarnya hati kecil Revan juga tidak percaya jika jennika yang melakukan itu.
Jennika dan Shinta sudah lama bersahabat, dan ke dua nya seperti keluarga. Tidak mungkin jennika melakukan itu namun barang bukti ada di kamar jennika.
"Daripada kita terus menerka-nerka lebih baik kamu segera pulang, Van. Dan jaga selalu istri mu. Kabarin jika sudah sampai." ujar Caca, Arvan mengatakan jika lebih baik Revan tidak mengabari melalui telepon. Lebih baik dari chattingan Saja.
Revan mengangguk, ia berpamitan kepada Caca, Arvan dan juga Syifa.
Revan memeluk, mengecup dahi anak nya. Ia mengatakan kepada Syifa agar tidak khawatir.
"Kamu jangan khawatir nak, papa akan menjaga mama mu. Tidak akan ada bisa yang melukai mama mu."
Syifa percaya dengan papa nya. Ia juga meminta papa nya untuk menjaga kakek dan juga nenek nya.
Revan berjanji akan menjaga semua orang yang ada di rumah. Arvan juga mengingatkan Revan untuk berhati-hati dengan semua para pekerja nya. Bisa saja salah satu di antara mereka adalah pengkhianat.
Revan ingin memecat seluruh pelayan yang ada di rumah nya namun Caca dan Arvan tidak setuju.
"Jika benar apa yang di katakan Syifa. Berarti kalian sedang tidak aman, jika kalian memecat mereka semua. Mungkin, pengkhianat itu akan nekat, ia bisa melukai seluruh keluarga. Atau ia bisa bebas berkeliaran di luar, kita enggak bisa biarin itu terjadi."
"Apa yang Arvan katakan itu benar, kita jangan gegabah. Bersikap lah seperti biasa nya. Agar mereka juga tidak curiga namun tetap waspada. Kalau bisa, jangan biarkan tata sendirian. Aku tau tata bisa menjaga diri nya sendiri namun saat ini pasti dia merasa tertekan." sambung caca.
Revan mengerti dan akan mendengarkan apa yang Caca dan juga Arvan saran kan. Ia segera bergegas kembali ke rumah, Revan tidak mau jika istri nya mengalami kesulitan sendirian..
Ia akan bersama suami nya, sebelum pulang. Syifa bertanya bagaimana kode sos mereka.
Syifa memberitahu Revan, dan memberitahu balasan untuk menerima kode tersebut.
Revan menghalalkan gerakan jari Syifa yang bermain di telapak tangan nya.
__ADS_1
Caca dan Arvan juga mengamati, karena kode perlindungan diri di saat bahaya datang itu sangat perlu untuk berjaga-jaga.