Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Mengalah


__ADS_3

Revan kembali ke rumah mertua nya, sempai di sana ia tidak menemu kan isteri nya. Yang ada hanya lah Ibu mertua nya yang menunggu kehadiran mereka di ruang keluarga.


"Ma, di mana yang lain nya?" tanya Revan kepada sang ibu mertua.


"Mereka membawa Kaynara ke rumah sakit. Ibu juga menunggu kabar dari mereka. Namun, sampai sekarang mereka tidak menghubungi ibu." ucap Syafa.


"Lalu anak-anak?"


"Anak-anak tidur di kamar."


"Bagaimana keadaan Caca dan kandungan nya?"


"Keadaan Caca dan kandungan nya baik-baik saja."


"Syukur lah." Syafa bernafas lega.


**********


Shinta begitu sangat sedih dan hancur mengetahui kondisi Kaynara. Ia merasa sangat bersalah. Bagaimana tidak? Sebelum nya Shinta sudah menampar dan memberikan sumpah serapah kepada Kay.


"Bodoh! harus nya aku tidak melakukan itu. Harus nya aku memahami apa yang Kay rasakan." Shinta memukul kepala nya sendiri dengan begitu keras, Gunawan yang mengetahui itu langsung menghampiri anaknya dan memarahi Shinta.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan nak?" Gunawan memegang tangan Shinta.


"Tata begitu menyesal Yah. Harusnya Tata tidak kasar pada Kay. Harus nya Tata mencari tahu terlebih dahulu. Harus nya Tata memberikan perhatian lebih pada nya. Tata sangat menyesal hiks." Gunawan memeluk Puteri nya yang menangis.


"Ini semua bukan kesalahan mu, nak. Kau terlalu khawatir dengan keadaan Caca sampai tidak bisa berfikir jernih." Gunawan mencoba menenangkan anak nya itu.


*******


Rangga yang mendapat kan kabar langsung bergegas menemui Kaynara dan yang lainnya.


"Apa yang sebenernya terjadi.?" tanya Rangga. Gunawan pun menceritakan semua nya kepada Rangga. Rangga pun terdiam dan mencoba menenangkan diri nya.


"Boleh kah aku menemui Kay?"


************


Caca terbangun dari tidur nya, kepala nya terasa sangat sakit. Ia teringat kejadian di mana Kay mendorongnya dengan keras hingga diri nya pendarahan.


"Janin ku." ucap Caca mengelus perut nya. Ia tidak melihat siapapun di ruangan itu. Caca mencoba turun dari ranjang nya. Namun, langkah nya terhenti karena seseorang mencoba masuk ke dalam.


Cekrek!

__ADS_1


Ternyata itu adalah Arvan.


"Sayang." ucap Arvan yang berjalan mendekati isteri nya.


"Kamu udah bangun?" Arvan memeluk dan mencium kening Caca.


"Bagaimana keadaan janin ku?" tanya Caca yang sangat cemas. Ia menetes kan air mata. Arvan menghapus air mata Caca


"Tenang lah, anak kita baik-baik saja."


Mendengar ucapan suami nya Caca tersenyum lega.


"Lalu bagaimana keadaan Kay?"


"Entah lah, Sayang. Aku juga belum tau pasti, karena dari Tata mau pun Revan belum ada kabar."


"Sudah jangan pikir kan itu dulu, kamu harus istirahat." pinta Arvan.


"Bisa kah kita menghubungi mereka? aku sangat mengkhawatir kan keadaan Kay. Karena ia tadi tidak baik-baik saja." ucap Caca dengan sangat lembut.


"Lebih baik kita bicara secara langsung pada mereka nanti. Aku tidak ingin masalah ini membuat mu kepikiran dan nanti nya akan berpengaruh pada anak kita." ucap Arvan dengan nada yang datar. Caca sadar bahwa suami nya tak menyukai perdebatan atau pun bantahan. Caca pun memilih mengalah dan menuruti permintaan sang suami.

__ADS_1


"Baik lah, aku akan tidur."


"Itu solusi yang lebih baik." jawab Arvan dan mengecup kening Caca dengan penuh sayang.


__ADS_2