Ibu Sambung

Ibu Sambung
episode 56


__ADS_3

"Jangan sekali kali berkata bahwa aku hanya menganggapmu sebagai ibu sambung untuk anakku" Revan berbisik di telinga Shinta yang membuat bulu kudunya merinding, Revan menyatukan keningnya dengan kening Shinta


"Dan jangan membuatku kesal akan sikap mu yang tak mampu keluar dari kisah masa lalumu" Shinta menatap mata Revan yang begitu segitu.


"Maaf kan aku ya, aku salah. Aku terlalu ke kanak-kanakan, aku berjanji akan berdamai dengan masalalu ku" Revan mencium kening Shinta.


Drtttt.....drtttttt


Suara dering hp Revan berbunyi, ia melepaskan pelukannya dari Shinta, dan mengangkat telpon seseorang yang ada diseberang sana. Ia menjauh dari Shinta.


"Baiklah, aku akan segera kesana" Revan menutup panggilannya dan mendekat kearah Shinta.


"Kenapa?" Tanya Shinta


"Aku harus keluar, ada pekerjaan yang harus aku kerjakan. Kau tidurlah deluan, kemungkinan aku akan pulang larut malam"


"Baiklah" Shinta mengangguk seakan mengerti ucapan suaminya.


"Aku pergi dulu, jaga dirimu dan anak kita" Revan mencium pucuk kepala Shinta dan berlalu pergi meninggalkan Shinta sendirian dikamar. Shinta pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai membersihkan diri, ia keluar dari kamarnya menuju kamar Syifa. Namun Shinta melihat Puterinya yang masih tertidur lelap ia tak ingin membangunkan Syifa. Akhirnya Shinta memutuskan untuk kembali ke kamarnya lagi.


"Aku bosan sekali" gumamnya, ia mengambil hp dan mengecek hp nya sebentar membuka beberapa sosial medianya.


"Ini sungguh bosan sekali, aku rindu ibu dan ayah" Ia mengetik nomer ibunya dan mencoba men video call orang tuanya


Panggilan terhubung.


"Hallo sayang" ~ Sapa ibunya Shinta.


"Ibu, Tata kangen" ~ Shinta mengerucutkan bibirnya kedepan, ia akan selalu menjadi anak yang begitu manja kepada kedua orangtua nya.


"Ibu juga kangen sayang"


"Ayah mana Bu?" Tanya Shinta yang tak melihat wajah ayahnya, biasanya dimana ibunya selalu ada ayahnya di samping.

__ADS_1


"Ayah sedang kerumah temannya nak, ada urusan. Cucu ibu mana?" Sekarang giliran Syafa dan menanyakan dimana cucunya berada.


"Syifa sudah tertidur Bu, tadi seharian ia diajak ke mall bersama Revan. Mungkin terlalu lelah bermain"


"Ingat pesan ibu nak, bagaimanapun kau sekarang sudah menikah. Tanggung jawabmu sekarang menjadi seorang isteri sekaligus menjadi seorang ibu, apapun yang terjadi patuhi apa kata suami mu ya nak. Dan bersikaplah sopan kepada mertuamu"


"Siap komandan" Shinta meletakkan tangannya diujung alisnya. Syafa selalu saja memberikan nasihat kepada Shinta untuk Shinta bersikap lebih dewasa. Tak terasa mereka melakukan video call sudah sampai 2 jam. Ibu dan anak itu saling berbagi cerita dan juga pikiran, tak jarang mereka tertawa hanya karena hal-hal konyol.


"Sudah dulu ya Bu, Tata mau melihat Syifa dulu"


"Iya sayang"


"Dada ibu. Tata kangen dan tata sayang ibu muah"


"Ibu juga kangen dan selalu sayang kamu nak"


Panggilan terputus.


Shinta bangkit dari ranjangnya dan menuju kamar Syifa, namun Syifa juga belum bangun ia mendekat ke sang Puteri dan tertidur disebelah Puterinya.


"Kenapa ia lama sekali pulang sih" Gumamnya sebal. Akhirnya Shinta pun tertidur disebelah sang anak.


Ceklek


Suara pintu kamar Syifa, ada sepasang kaki yang berjalan mendekati Shinta dan Syifa orang itu adalah Revan yang baru saja pulang dari kerjanya. Ia melepaskan dasinya, lalu berlalu keluar untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Setelah selesai Revan kembali masuk kedalam kamar Puterinya dan mencium kening isteri dan anaknya secara bergantian


"Kau sudah pulang" Shinta mengucek matanya


"Hussttt, jangan berisik nanti Syifa bangun" Shinta mengangguk dan mengerti omongan Revan.


"Ayo kita pindah kekamar" ajak Revan dan Shinta pun bangkit mengikuti suaminya.


"Mengapa kau lama sekali pulangnya" Tanya Shinta yang masih berjalan sempoyongan di belakang Revan.

__ADS_1


"Tadi ada hal yang harus aku kerjakan dengan cepat, jadi aku terpaksa lembur"


"Tapi ini sudah jam 2 pagi" ucap Shinta.


"Awwww" Revan menghentikan langkahnya dan membuat tubuh Shinta menabrak tubuh kekar suaminya, ia mengusap keningnya yang sakit


"Mengapa kau mencari cerewet sekali" Geram Revan.


"Apa salahnya aku bertanya!" Shinta merasa geram dengan sikap Revan yang terkadang selalu saja seperti itu, ia mengeraskan suaranya.


"Apa kau tidak tahu ini sudah malam" bentak Revan tak kalah kesalnya.


"Lebih baik kau tadi tak usah pulang sekalian! pergilah aku benci kau!" Shinta menangis karena Revan sudah membentak nya, ia berlari kearah kamar. Padahal Shinta merasa begitu sangat mengantuk namun Revan membuatnya merasa sakit hati pada malam ini.


"Apa salahku bertanya hiks" Shinta masuk kedalam kamar, dan naik keatas tempat tidur. Ia masuk kedalam selimut tebal yang biasa ia gunakan. Revan masuk kedalam kamar mengikuti Shinta. Ia mendengar suara tangisan didalam selimut, ia mengusap wajahnya dengan kasar dan mendekati Shinta.


"Maaf" Ucap Revan namun Shinta tak menjawab sedikitpun. Ia masih menangis didalam selimut dan merasa begitu sakit hati akan bentakan yang dilakukan oleh Revan.


"Maafkan aku, aku menyesal" Revan menarik selimut yang di gunakan Shinta untuk menutupi wajahnya yang sedang menangis


"Apa salahku? Mengapa aku selalu salah Dimata mu hiks. Akukan hanya bertanya hikssss" Shinta berkata terbata bata. Revan memeluk Shinta dan mencium kening Shinta sampai beberapa menit untuk menenangkan nya namun Shinta masih saja menangis.


"Maaf kan aku yaa, aku janji takkan melakukan hal itu lagi" Revan mendongakkan dagu shinta untuk menatap mata dan melihat wajah cantik isterinya, Ia mencium kedua mata Shinta secara bergantian dan menghapus air mata di pipi Shinta


"Hari ini sudah berapa kali kau menangis" tanya Revan. Namun Shinta tak menjawab pertanyaan dari Revan


"Maaf kan aku yang selalu bersikap menyebalkan dan membuat mu sedih yaa" ucap Revan.


"Kau memang menyebalkan! manusia es" Revan tertawa akan jawaban isterinya. Ia menatap mata Shinta dengan dalam, mengecup kedua mata isterinya, pipi dan setiap inch wajah isterinya. Revan ******* bibir Shinta dengan lembut membuat keduanya semakin terbawa suasana dan terjadilah malam pertama bagi mereka berdua


**Adegan malam pertamanya di cut ya, silahkan para readers Bayangi sendiri saja wkwk.


*Hallo kakak-kakak, terimakasih yang sudah sabar menunggu setiap update dari sangrainily. Dan terimakasih untuk kalian yang selalu suport sangrainily dengan cara like, komentar yang positif, dan memberikan vote. Sangrainily sangat menghargai ituđź’• Mungkin beberapa episode lagi novel sangrainily yang berjudul "ibu sambung" akan segera tamat. Berapa episode lagi kak? nah itu belum tau, kita lihat saja nanti kedepannya ya kak.

__ADS_1


Jangan lupa baca novel lainnya sangrainily yang berjudul "Takdir" Terimakasihđź’“***


__ADS_2