
Alan yang terlihat sangat cuek namun ia sangat menyukai teman kecil papa nya, Queen. Alan pun terlihat sedikit genit dengan sang Tante. Queen menyuapi Alan makan, membuat Alan merasa sangat senang.
"Apakah Alan suka?" tanya Queen, Alan pun mengangguk. Ia pun berkata pada Queen, jika dia tak pernah di perlakukan dengan manja oleh ke dua orang tua nya. Bukan karena mama dan papa nya tak sayang. Namun, karena kembaran nya Alana selalu mencari perhatian terhadap kedua orang tua nya. Alan bukan lah anak yang manja, ia pun lebih memilih menjauh dan menyendiri di kamar. Terkadang, kakak nya Syifa yang selalu menemani diri nya.
***********
Shinta menikmati setiap layunan dansa oleh suami nya. Saling menatap satu sama lain, suasana acara pernikahan itu sangat meriah. Krystal pun merasa sangat bahagia.
"Akhir nya, Pernikahan kita di segera kan. Aku bahagia, Kau sudah resmi menjadi isteri ku." bisik Raffa pada Krystal. Membuat pipi wanita itu memerah.
Selesai acara pernikahan, Shinta dan seluruh keluarga pun berpamitan untuk pulang. Sekali lagi, mereka memberikan selamat pada Krystal dan suami nya.
__ADS_1
Beberapa Bulan Kemudian
Perut Shinta terasa sangat sakit, Revan segera membawa isteri nya ke rumah sakit. Dokter persalinan pun memeriksa dan memberitahu jika kelahiran Shinta sudah dekat.
"Sakit, Sayang." keluh Shinta pada suami nya. Walau ini bukan lah persalinan pertama nya. Namun, Shinta masih merasa sangat sakit yang luar biasa.
Dokter dan beberapa perawat pun menyuruh seluruh keluarga untuk menunggu di luar ruangan. Revan merasa tak tenang, ia mondar-mandir di luar ruangan. Mulut nya tak berhenti henti nya berdoa. Ke dua orang tua Shinta dan Revan pun hadir. Semua sangat khawatir dengan keadaan Shinta.
"Anak kita akan baik-baik saja kan, Mas?" tanya Syafa dengan rasa cemas. Ia tahu, melahirkan anak bukan lah hal yang mudah bagi seorang wanita. Kita harus mempertaruh kan nyawa demi sang anak.
Oee! Oee!
__ADS_1
Semua orang mendekati pintu ruangan ketika mendengar suara tangisan bayi, Revan bernafas dengan lega. Akhir nya, Anak ke empat nya lahir. Perawat pun keluar memberitahu keluarga jika Shinta melahir kan seorang putra. Mendengar kondisi ibu dan anak membuat semua orang tersenyum bahagia.
"Apakah kita boleh melihat pasien?" tanya Mama Lili. Dokter pun menyaran kan jika Shinta di berikan waktu untuk istirahat.
Revan masuk ke dalam ruangan, Ia mencium kening isteri nya. Buliran air mata keluar membasahi pipi Shinta. Bibir nya masih memucat namun senyum yang mengembang dengan sempurna.
"Jagoan kita sudah lahir." Revan membelai rambutdan mengecup kening shinta. Perasaan haru kedua nya membuat mereka menangis bahagia.
"Ak-aku memiliki seorang putera lagi." ucap Shinta terharu, Revan pun mengangguk.
"Iya, Sayang. Anak kita telah lahir, Syifa dan si kembar memiliki jagoan kembali. Terimakasih, Terimakasih karena kamu sudah melahir kan anak-anak ku dengan sehat. Kamu wanita yang sangat aku cinta, aku merasa sangat beruntung memiliki wanita seperti mu. Kau dan anak-anak adalah bukti dari baik nya Tuhan pada ku." Revan menetes kan air mata nya, Sekuat kuat nya seorang pria ia akan menangis melihat wanita yang ia sayangi mempertaruh kan kehidupan untuk melahir kan anaknya. Kedua nya saling berpelukan dengan terisak.
__ADS_1