
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya suara tangisan bayi pun terdengar, Revan merasa lega. Pintu ruangan operasi pun terbuka, dokter keluar dari ruangan. Revan pun mendekat
"Bagaimana keadaan isteri saya dok?"
"Selamat isteri anda melahir kan anak kembar sepasang, isteri anda belum sadar karena masih dalam pengaruh bius sebentar lagi isteri anda akan di pindahkan ke ruangan inap" jelas dokter dan segera pamit untuk keluar, terlihat kebahagiian tersirat di wajah semua orang yang ada di luar ruangan. Lili dan Tommy terlihat sedang tergesa gesa berjalan mendekat kearah Revan
"Bagaimana kondisi menantu dan cucu mama?" Tanya Lili, Revan langsung memeluk tubuh sang ibu dan menangis bahagia.
"Isteri dan anak-anak Revan baik-baik aja ma, mereka kembar" Lili dan Tommy pun kaget sekaligus begitu sangat bahagia. Lili melepaskan pelukan sang anak
"Selamat sayang, kamu kembali menjadi seorang ayah" Revan pun mengangguk, Lili melihat ke arah Caca dan Arvan di sudut ruangan. Ia tersenyum kepada wanita yang sudah melahirkan cucu pertama nya Syifa. Lalu pandangan Lili beralih ke Syifa, ia menghampiri Syifa dan memeluk tubuh mungil Syifa.
"Nenek Syifa punya dedek kembar" ucapnya dengan mata yang begitu terlihat bahagia.
__ADS_1
"Iya sayang" Pintu operasi terbuka, terlihat dua bayi kembar keluar menggunakan box bayi. Kelahiran si kembar yang kurang bulan membuat mereka harus menjalin perawatan lebih. Yang kemudian di susul oleh Shinta yang masih terpejam belum sadar kan diri, Revan dan semua orang mengikuti perawat yang membawa Shinta ke ruangan inap.
*****
Shinta membuka mata nya dengan perlahan, kepala nya terasa begitu sangat berat mungkin obat bius itu belum sepenuh nya hilang dari tubuh nya. Ia melihat sekeliling ruangan ada Revan, Syifa, Caca, Arvan, dan kedua orang tua Revan. Di mana kedua orang tua ku? batinnya.
"Sayang kamu udah sadar" Revan mendekati tubuh Shinta dan mengecup kening Shinta dengan lembut
"Di-dimana ibu dan ayah?" Tanya nya dengan suara yang masih lemah
"Bagaimana keadaan anak kita?" Tanya nya kembali. Revan pun tersenyum dan langsung mengecup bibir Shinta. Semua yang ada di ruangan pun tersenyum, wajah Shinta begitu merah padam, ia tersipu malu
"Terimakasih sudah melahirkan putera dan Puteri yang begitu lucu untukku" Ucap Revan, Shinta tak mengerti maksud Revan
__ADS_1
"Putera dan Puteri?" Tanya nya dengan bingung, Revan pun mengangguk
"Iya mama, dedek nya kembar" sambung Syifa dengan begitu semangatnya, Shinta terkejut takjub, ia tak menyangka akan melahirkan anak kembar. Shinta memanggil Syifa agar mendekat dan naik di tempat tidur yang saat ini ia tempati, Shinta langsung memeluk Puteri nya. Ia merasa sangat begitu bahagia
"Terimakasih mama, udah kasih Syifa dedek kembar" Ucap Syifa
"Kembali kasih sayang, terimakasih juga Syifa udah menjadi anak yang sangat baik untuk mama" Shinta mengecup kening putrinya.
"Selamat ya Shinta" ucap Caca yang mendekat kepada Shinta
"Selamat ya Nyonya Shinta, selamat ya Tuan Revan" ucap Arvan memberikan selamat kepada mereka berdua, Shinta tersenyum ramah
"Terimakasih, terimakasih juga kalian sudah merawat dan menjaga Syifa beberapa hari belakangan ini"
__ADS_1
"Sama-sama, kalau begitu kami pamit dulu ya. Sekali lagi selamat ya atas kelahiran si kembar" Pamit Caca, mereka pun pamit kepada kedua orang tua Revan dan meninggalkan ruangan tersebut.