Ibu Sambung

Ibu Sambung
Terlihat Menggemaskan


__ADS_3

"Lain kali kalau orang memberikan masukan itu di dengar jangan di marahi apalagi sampai di rendahkan. Kau selalu mengatakan aku hanya ibu rumah tangga, jika bukan hanya ibu rumah tangga ini. Kita akan kehilangan segala nya."


"Maaf kan aku. Aku sungguh menyesal."


Revan memeluk istri nya dan mengecup berulang kali sambil mengatakan maaf. Shinta yang mengerucutkan bibir nya hanya memalingkan wajah dengan manja.


Rasanya Revan begitu gemas, ia pun mencubit pipi Shinta dengan sangat gemas.


"Sakit tau!"


"Haha kau sangat cantik ketika marah."


"Aku memang cantik, kamu aja yang buta selama ini."


Revan kembali tertawa, walau sudah menjadi ibu dari empat anak. Istri nya masih saja bersikap seperti anak-anak namun ia bersyukur jika bukan karena adanya sang istri mungkin mereka akan kehilangan seluruh aset milik nya.


"Aku ingin sekali memakan ice cream seperti dahulu saat kita makan bersama Syifa."


"Baik lah mari bersiap, kita akan pergi sekarang."


"Lalu bagaimana dengan anak-anak?"

__ADS_1


"Mereka kan sedang tidur siang biarkan saja. Kita pergi berdua lah,"


"Nanti bagaimana jika mereka mencari ku?"


"Mereka bangun sore dan kita tidak akan lama."


"Baik lah. Aku akan bersiap sebentar,"


Shinta pun mengganti pakaian nya, Revan menunggu istri nya di dalam mobil.


Shinta menggunakan pakaian biasa yang tidak terlalu terbuka. Walau sudah berkepala tiga Shinta masih terlihat cantik dan menawan. Bahkan, tubuh nya yang ideal seperti belum mempunyai anak.


"Kau sangat cantik." puji Revan ketika Shinta masuk ke dalam mobil.


"Iya, terserah padamu saja." Revan langsung melajukan mobil nya. Sudah lama sekali mereka tidak pernah jalan berdua. Karena Shinta selalu memikirkan anak-anak nya.


"Kita seperti orang-orang yang pacaran ya xixixi." tawa Shinta yang begitu bahagia. Ya memang benar, ia dan suami jarang sekali mempunyai waktu berdua apalagi hingga pergi berdua seperti ini.


Di karena kan anak-anak nya, Shinta tak pernah mau meninggalkan mereka. Hanya saja hari ini, ia pun ingin pergi hanya berdua dengan suami.


"Apakah dulu saat masih muda kau sering pergi berdua dengan mantan pacarmu?" tanya Revan kepada Shinta. Shinta terdiam, ia merasa itu jebakan.

__ADS_1


Shinta tahu bagaimana Revan. Walau ia yang terlebih dahulu memancing membahas masa lalu. Pasti akhir nya Revan akan marah.


"Tidak,"


"Haha Anda berbohong." Revan tahu jika Shinta telah berbohong, dan ia mau isteri nya itu untuk berkata jujur.


"Jika kau ingin mengetahui segala masa lalu.. Lebih baik kita pulang, kan kita mau pacaran kenapa membahas masa lalu."


Wanita ini selalu saja membuat alasan!


"Apa katamu?"


"Tidak, aku hanya mengatakan jika yang kau katakan itu benar."


"Haha kau berbohong," balas Shinta kembali, Revan mengekeh. Melihat tingkah laku istri nya, selalu saja cara untuk mengalahkan diri nya..Walau hanya sekedar candaan atau saat bertengkar.


"Fokus ke depan membawa mobil, jangan melihat kecantikan ku terus..Nanti kau bisa terkena diabetes,"


"Kau tidak sadar jika diri mu itu jelek?"


"Oh mana mungkin, kau tadi sudah memuji dan mengaku sendiri jika aku cantik, Wek!"

__ADS_1


Ke dua nya pun seperti anak ABG yang sedang berpacaran, ada saja bahan untuk bertengkar namun terlihat sangat menggemaskan


__ADS_2