
Caca mendapat kan kabar bahwa Elsa sudah sadar dari koma nya. Caca dan Arvan lalu bergegas ke rumah sakit untuk melihat keadaan Elsa.
Sesampai di rumah sakit, Caca memasuki ruangan Elsa yang sedang melamun
"Mama." Elsa menoleh ke arah suara itu, yang ternyata Caca mendekat ke arah sang ibu.
"Pergi lah!" jawab Elsa dengan nada dingin nya. Caca terdiam, ia ingin sekali memeluk Elsa. Walau Elsa sudah seringkali melakukan kejahatan. Namun, tak bisa di pungkiri bahwa Caca sangat menyayangi Ibu nya. Ia berharap Elsa bisa berubah.
"Pergi!"
"Tapi, kenapa ma?" tanya Caca yang sudah tak bisa menahan air mata nya.
"Kenapa? apa kau tidak lihat! aku seperti ini karena ulah mu! apa kau senang sekarang?"
"Maafin Caca ma, Caca gak bermaksud untuk nyakiti mama." Air mata Caca berlinang membasahi pipi nya. Arvan menggepal kan tangan nya merasa sangat geram melihat tingkah Elsa yang tidak ada berubah nya sedari dulu.
__ADS_1
"Kau bukan anak ku!"
"Ma, tolong jangan berbicara seperti itu." Caca ingin mendekat pada Elsa namun wanita itu menatap Caca dengan tatapan penuh kebencian. Hati Caca serasa sesak, ia tahu bahwa ibu nya sudah banyak melakukan kesalahan. Namun, untuk pertama kali nya Caca melihat sorotan mata kebencian dari Ibu Kandung nya sendiri.
"Ma."
"Jangan panggil aku mama! kau bukan anak ku, bukan kah kau malu mempunyai Ibu seperti diri ku?"
"Cassandra tidak pernah malu mempunyai Ibu seperti mama, Cassandra hanya malu jika mama Casanndra menjadi jahat."
"Kau tidak memahami apa yang aku rasakan selama ini, karena kau tidak mengalami nya! Aku menderita namun aku selalu berusaha untuk kebahagiaan mu dan kakak mu Lee. Bahkan saat kehilangan Lee, aku selalu berusaha untuk yang terbaik buat mu. Tapi sudah lah, kau dan suami mu bisa keluar sekarang, lagian kau sudah bahagia bukan bersama keluarga baru mu?"
"Ma." panggil Caca yang nada lemah nya. Air mata nya terus saja berlinang.
"Aku tidak ingin membuang tenaga ku dengan berteriak, dan aku rasa kau bukan lah wanita bodoh yang harus di peringatan berulang kali, pergi!"
__ADS_1
"Sayang, ayo kita pergi! Dia emang benar. Wanita sebaik diri mu tidak pantas mempunyai Ibu yang berhati iblis seperti dia. Bukan kau yang tidak pantas, tapi dia yang tidak pantas memiliki anak sebaik diri mu. Ayo kita pergi." ucap Arvan dan berusaha membawa Caca keluar dari ruangan itu, namun Caca menolak. Ia sangat sedih melihat Elsa yang bersikap seperti ini pada nya.
"Maaf ma. Tolong lah jangan begini!"
"Aku ingin beristirahat, tolong bawa isteri mu pergi!" ucap Elsa pada Arvan. Arvan yang semakin geram melihat sikap Elsa pun berusaha membawa Caca pergi. Akhir nya Caca mengalah dan pergi bersama suami nya.
"Kau tidak akan pernah mengerti, dan lebih baik kau tidak mengerti. Mungkin, dengan tidak ada nya diri ku kau bisa hidup bahagia bersama keluarga baru mu. Aku selalu menyayangi mu Casanndra walau cara ku yang salah." batin Elsa yang menghapus air mata nya. Elsa pun memejam kan mata nya sejenak untuk beristirahat.
Ada sebuah alasan di setiap perbuatan!
***********
* Geram deh liat Elsa, kenapa gak mati aja?
↪ Sabar kak, jika setiap cerita gak ada peran Antagonis nya gak seru dong!
__ADS_1
yuk jangan lupa like, komen dan berikan vote poin ya kak. Salam sayang dari sangrainily❤