
Shinta merasa kacau dan dilema saat ke dua anak nya begitu rewel meminta pulang ke rumah. Dan entah mengapa, kali ini Revan lebih membela anak-anak nya.
Ia tidak membenci Rey, namun ia tahu jika terus-terusan isteri nya melihat Rey pasti akan mengingat masa lalu nya dulu. Revan bukan lah manusia yang tidak memiliki rasa cemburu. Ia tahu, jika mantan dari isteri nya itu sudah meninggal dunia. Namun, kehadiran anak dari masa lalu sang isteri akan membuat Shinta kembali goyah.
Shinta pun mengikuti ucapan suami nya, bagaimana pun ia harus patuh terhadap perintah suami. Shinta membereskan barang-barang mereka. Ibu Syafa meminta anak nya untuk menginap beberapa hari lagi, Sebenarnya Shinta tidak tega jika harus menolak permintaan sang Ibu. Namun, ia juga bingung harus bagaimana.
"Bu, lain kali Tata akan menginap lagi di sini bersama anak-anak ya? Tata juga ingin lebih lama di sini menemani ibu, tapi ibu melihat sendiri bagaimana Alan dan Alana yang begitu rewel ingin pulang."
Dengan lembut dan penuh hati-hati, Shinta memberikan penjelasan kepada Ibu nya, Shinta tak ingin jika hati ibu nya terluka kalau ia sampai salah bicara.
"Nak apakah kamu pergi karena tidak setuju jika ibu mengangkat Reyhan sebagai anak ibu dan ayah?"
__ADS_1
"Ti-tidak bu! Tidak seperti itu, Tata sangat setuju dengan keputusan ibu, dan Tata yakin jika Reyhan akan sembuh jika Ibu dan Ayah yang merawat nya." Shinta memegang tangan ibu nya, ia berusaha meyakinkan sang ibu jika ini tidak ada sangkut paut nya dengan Reyhan.
Shinta juga mengerti, jika anak malang itu tidak bersalah. Ia hanya korban dari ketidak adilan dunia.
Ibu Syafa pun tak bisa menghentikan niat anak nya itu, ia hanya bisa mendukung keputusan anak nya. Walau sebenarnya, diri nya masih sangat merindukan anak dan cucu nya.
"Baik lah, jika itu keputusan kalian. Ibu tidak bisa memaksa, sering-sering main ke sini walau tidak menginap." Shinta pun mengangguk, dan langsung memeluk ibu nya dengan erat.
Ternyata itu adalah Reyhan. Reyhan berjalan mendekat, ia langsung duduk di samping shinta dan memeluk nya.
Shinta terkejut, jantung nya berdegup dengan kencang. Perasaan ini, seperti saat dulu ia dekat dengan almarhum mantan kekasih nya itu.
__ADS_1
Ada apa ini? Mengapa aku merasakan getaran ini?
Shinta yang ragu pun membalas pelukan adik angkat nya itu, ia mencoba mengontrol diri nya.
Perasaan aneh yang ia rasakan, seakan ada ikatan batin kepada Reyhan. Degupan jantung shinta berdetak dengan cepat.
Reyhan seakan memberikan isyarat agar Shinta tidak pergi. Shinta pun merasa tak enak hati harus mengecewakan adik angkat nya tersebut.
Tiba-tiba suara langkah kaki Revan mendekat, ia menarik Reyhan dengan sedikit kasar agar Reyhan menjauh dari Shinta.
Shinta dan Ibu Syafa pun terkejut melihat sikap kasar Revan.
__ADS_1
"Nak Revan, apa yang kamu lakukan?" Ibu Syafa memeluk Reyhan yang ketakutan, Revan diam tak mau menjawab pertanyaan Ibu mertua nya. Shinta menatap suami nya dengan tajam. Ia tak mengerti mengapa suami nya bersikap tidak baik seperti itu