Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 ~ Merasa khawatir


__ADS_3

Shinta merasa sangat sakit melihat keadaan Syifa. Ia mencoba menahan tangis nya, ingin sekali Shinta memberitahu pada Syifa tentang keadaan Caca.


"Kamu istirahat saja ya, Sayang!" ucap Shinta dengan lembut. Shinta juga merasa sangat khawatir dengan keadaan Caca, Kaynara dan Arvan. Di mana mereka, dan kemana mereka akan pergi. Syifa membaringkan tubuh nya di tempat tidur, Shinta membelai rambut Syifa dengan penuh sayang. Syifa merasa sangat gelisah, rasanya ia ingin sekali berbicara pada Caca. Shinta melihat jelas kegelisahan yang ada di mata Syifa. Shinta memandang Revan sedang sibuk dengan ponsel nya dan menghubungi seseorang.


"Di mana kalian?" batin Shinta dengan khawatir.


"Ma." panggil Syifa dengan lembut, Shinta pun tersentak dari lamunan nya dan langsung menoleh pada Syifa


"I-iya, Sayang?"


"Apakah Mama Caca dan Daddy baik-baik saja?"


"Ke-kenapa kamu bicara seperti itu nak? mereka baik-baik saja." jawab Shinta menutupi kegugupan nya. Shinta tidak bisa berbohong pada sang anak, namun ia sudah berjanji pada Revan untuk tidak menceritakan semua ini pada Syifa. Revan meminta Shinta untuk mempercayakan masalah ini pada diri nya. Shinta juga yakin kalau suami nya akan melakukan yang terbaik.


"Tetapi mengapa mama seperti sedang gelisah?"


"Iya, Nak. Mama hanya teringat pada adik-adik mu." jawab Shinta berbohong


"Maafin mama ya nak, mama harus berbohong." batin Shinta.

__ADS_1


"Aku akan keluar sebentar." pamit Revan, Shinta pun mengangguk.


"Jangan lama-lama!"


"Baik lah." Revan langsung keluar dari kamar hotel yang mereka tempati


**********


Sudah satu jam berlalu. Namun,Revan belum juga kembali. Syifa sudah terlelap dalam tidur nya. Shinta berusaha menenangkan Syifa dan membuat nya tertidur


"Mengapa dia belum juga kembali?" gumam Shinta dengan gelisah.


Shinta menoleh ke arah pintu yang berbunyi.


"Akhir nya kau kembali. Mengapa lama sekali?"


"Orang suruhan ku belum bisa menemukan mereka."


"Apa?"

__ADS_1


"Diam lah! nanti Syifa akan bangun." tegur Revan. Shinta menutup mulut nya.


"Maaf, lalu bagaimana?" tanya Shinta dengan suara yang sangat pelan.


"Aku meminta tolong pada Rangga untuk melacak di mana mereka, dia pintar melacak lokasi seseorang."


"Iya, lagian kemarin dia yang membantu kalian menemukan Kaynara, bukan?"


"Iya." Revan berjalan mendekati Isteri dan anak nya.


"Apakah Syifa masih menanyakan Caca?"


"Masih, aku berusaha untuk." Shinta tak melanjutkan ucapan nya karena jemari telunjuk Revan mendekati bibir Shinta yang menandakan untuk Shinta tidak melanjut kan ucapannya. Ia takut Syifa mendengar semua nya.


"Biar kan Syifa istirahat, sebaik nya kita pergi ke balkon untuk membahas ini." ajak Revan. Shinta pun bangkit dan mengikuti Revan yang sudah terlebih dahulu berjalan mendekati balkon.


"Duduk lah!" Revan memegang jemari Shinta dan menuntun isteri nya untuk duduk di samping nya dengan lembut.


"Kemarin malam, Rangga sudah menawarkan bantuan kepada Caca namun Caca keras kepala dan tidak ingin di repot kan. Mungkin pagi-pagi sekali mereka pergi meninggalkan rumah itu, sehingga ketika Rangga datang kesana sudah tidak ada siapapun di sana." Revan memberikan penjelasan. Shinta begitu sedih, ia sangat mengkhawatir keadaan Caca dan Kaynara. Apalagi saat ini mereka sedang hamil sama seperti diri nya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan mereka? di mana mereka akan tinggal? bagaimana tentang kebutuhan mereka. Caca dan Kaynara sedang hamil muda dan membutuh kan gizi yang baik untuk janin mereka."


__ADS_2