
Caca tak melihat keberadaan Shinta, ia pun tak enak jika harus mencari sampai ke kamar nya.
Caca pun membuang nafas nya perlahan, memutuskan untuk kembali ke kamar nya.
Ia pun harus bersikap biasa saja kepada suami nya, Caca tidak mau membuat hubungan nya dan suami menjadi renggang hanya karena orang lain.
Caca berjalan dengan langkah perlahan, masuk ke dalam kamar nya. Caca melihat suami nya sedang berdiri menunggu kehadiran nya.
"Sayang, kamu dari mana?" tanya Arvan yang mendekati tubuh Caca, ia pun memeluk Caca.
Caca membayangkan tentang perselingkuhan nya dengan Xienna.
"Apakah suami ku memeluk wanita lain seperti ini juga?" batin nya, hati Caca kembali hancur.
Ia menggenggam tangan nya sendiri, Arvan melepaskan pelukan nya.
"Tadi aku hanya ingin melihat keadaan Ibu saja, tapi ayah dan ibu kamar nya di tutup."
"Oh begitu, biar kan saja Ayah dan Ibu istirahat dahulu."
Caca mengangguk, Arvan mengajak isteri nya untuk pergi istirahat. Namun, ia menolak dan mengatakan ingin melihat anak-anak dulu.
__ADS_1
Arvan pun mengiyakan ucapan isteri nya. Caca langsung ke luar dari kamar menuju kamar baby Khanza.
Terlihat baby Khanza yang sudah tidur dengan nyenyak, bersama anak-anak Caca melupakan rasa sakit nya.
"Baby Khanza sudah lama tidur?" tanya Caca kepada baby sister itu.
Baby sister pun mengatakan jika baby Khanza sudah tidur setelah di berikan ASI oleh Shinta.
"Di berikan ASI?"
"Iya, nyonya. Tadi persediaan ASI habis, Nona Khanza begitu rewel. Membuat kami semua kebingungan, namun nyonya Shinta datang dan menenangkan nona Khanza. Karena merasa tidak tega, nyonya Shinta memberikan ASI nya kepada nona Khanza. Namun, sebelum nya nyonya Shinta sudah menghibungi nyonya untuk meminta izin namun tidak ada yang bisa di hubungi."
"Ya sudah tidak apa-apa, terimakasih ya sudah menjaga Khanza dan Al dengan baik."
"Kalian istirahat saja, baby Khanza dan baby Al sudah tidur. Kalian juga harus menjaga kesehatan kalian."
"Baik nyonya."
Setelah mengatakan itu, Caca pun berlalu pergi meninggalkan baby sister nya.
***********
__ADS_1
Shinta yang sudah lelah menghadapi sikap manja suami nya pun berlalu pergi ke luar dari kamar.
Ia pun mengintip suami nya terlebih dahulu apakah sudah terlelap dalam tidur nya atau tidak.
Shinta Ke luar dari kamar, ia melihat Caca yang berjalan ke luar dari kamar anak nya.
"Caca, kalian udah pulang?"
Shinta mendekati Caca, Caca menatap Shinta dengan tatapan sendu nya.
Shinta bertanya kepada Caca apakah ia memiliki masalah, Caca menggeleng.
Ia ingin sekali menumpahkan segala rasa sedih nya namun ia tidak mau membuka aib suami nya.
"Tidak, aku hanya merasa tidak enak badan saja."
"Yaudah, kau istirahat saja. Ohiya, aku mau meminta maaf kepada mu, karena tadi aku."
Belum sempat Shinta menyelesaikan ucapan nya, Caca sudah memotong pembicaraan nya.
"Baby sister sudah memberitahu ku, seharus nya aku yang mengucapkan kata terimakasih pada mu karena sudah memberikan ASI kepada Khanza. Dulu, aku juga pernah memberikan ASI ku kepada baby Al saat kau masuk rumah sakit."
__ADS_1
"Benar kah?"
Caca mengangguk,bahkan diri nya meminta maaf kepada Shinta karena tidak memberitahu Shinta sebelum nya. Shinta pun tersenyum, ia mengatakan jika Caca tidak perlu merasa bersalah.