
"Iya ma, Syifa mengerti." Shinta pun menyuruh Syifa untuk duduk dan memeluk Puteri nya dengan erat.
"Anak mama memang pintar," mengecup kening Syifa.
"Ma,"
"Iya, Sayang."
"Apa mama Caca ada di bawah?"
"Ada, ayo kita bersama mama Caca dan yang lain nya,"
"Mama mau apa?" Shinta mengerut kan dahi nya merasa bingung
"Mau menggendong kamu, Sayang. Memang nya mau apalagi?"
"Tidak ma!"
"Tidak?"
"Mama, sekarang Syifa sudah besar dan sangat besar. Mama tidak usah menggendong Syifa lagi, nanti adek yang ada di dalam perut kesakitan," Shinta pun tersenyum bahagia. Ia merasa sangat beruntung memiliki anak seperti Syifa.
"Anak mama sudah besar ternyata,"
__ADS_1
"Ayo!" ajak Shinta, Syifa pun menggengam jemari Shinta. Mereka pergi ke ruang keluarga menemui yang lain nya. Syifa langsung berlari dan duduk di samping Caca, Arvan pun hanya menggeleng kan kepala dan menggeser kan tubuh nya perlahan agar Syifa bisa duduk di tengah-tengah mereka. Sedang kan Shinta, ia pergi ke kamar si kembar dan membawa si kembar ikut bergabung di ruang keluarga
"Syifa bahagia sekali, akhir nya mama dan mama Shinta mengandung adik untuk Syifa dan si kembar Al dan Alana,"
"Iya, Sayang. Sebentar lagi Syifa akan kembali menjadi kakak,"
"Aku mempunyai adik yang banyak, Ma."
"Begini sjaa sudah ramai, pasti menambah empat adik lagi akan tambah ramai ma,"
"Empat?" tanya Caca dengan bingung.
"Iya, Ma. Jika mama dan mama Shinta melahirkan adik kembar lagi seperti Alan dan Alana, Syifa akan mempunyai enam adik sekaligus," Semua orang yang ada di situ tertawa.
"Papapapa," oceh Alana. Revan melihat ke arah Alana dan menggendong tubuh kecil Alana. Alan pun menggeliat kan tubuh nya seakan meminta untuk di gendong. Revan menciumi pipi bulat Alana dengan gemas. Alana melihat ke arah Caca dan tertawa girang
"Mimimi," Caca pun tertawa, ia berdiri dan mengambil ahli Alana dari gendongan Revan. Sementara itu Revan mengambil Alan dan menggendong nya.
"Dasar Alana, setiap melihat Mammy nya selalu seperti itu," ucap Shinta.
Caca membawa Alana ke halaman rumah Shinta yang di temanin oleh Arvan.
"Kak, bagaimana bisa kau mengurus mereka dengan sangat baik?" tanya Kaynara kepada Shinta.
__ADS_1
"Dengan penuh kasih sayang dan ketulusan."
"Benar kah?"
"Iya, percaya lah. Kasih sayang yang tulus akan membuat kita selalu pada kebahagiaan."
"Aku tidak pernah membedakan Syifa dan si kembar. Aku menyayangi mereka bertiga melebihi diri ku sendiri."
" Bagiku Syifa dan si kembar adalah kehidupan ku, aku tak akan sanggup hidup tanpa mereka bertiga. Mereka kekuatan sekaligus kelemahan ku,"
"Aku sangat kagum pada mu kak,"
"Kenapa?"
"Kau ibu terbaik yang pernah aku temui."
"Tidak, semua ibu akan melakukan hal yang sama seprti aku lakukan saat ini. Kau nanti akan mengerti apa arti nya seorang anak saat kau akan menjadi seorang ibu, Kay." Shinta memegang bahu Kaynara.
"Iya kak,"
"Dan siapa yang akan menjadi pendamping hidup ku? siapa yang mau bersama wanita yang," Shinta menutup mulut Kaynara dengan telapak tangan nya.
"Sudah henti kan! jangan pernah beranggapan seperti itu. Percaya lah suatu saat nanti akan ada pria yang sangat mencintai mu dengan tulus, kau wanita yang sangat baik, Sayang."
__ADS_1