
"Maaf kan mama yang tidak berguna sebagai seorang ibu ya nak." ucap Caca dengan wajah yang sedih.
"Mama sangat Ibu terbaik ma, Syifa sangat senang berada di rumah mama, Syifa senang bisa dekat dengan mama seperti ini."
"Lalu?"
"Syifa hanya merindukan mama Tata, dulu mama Tata sangat perhatian sama Syifa. Kami bermain seharian kapan pun kami suka, makan ice cream ber dua. Namun sekarang mama Tata tidak pernah lagi mengajak Syifa bermain ma. Mama Tata selalu sibuk dengan dedek kembar" ucap nya dengan air mata yang berlinang, Caca menatap wajah putrinya, ia menghapus air mata Syifa yang membasahi pipi nya.
"Apa mama Tata tidak sayang lagi sama Syifa ma?hiks," Syifa pun kembali memeluk Caca, ia begitu sangat merindukan Ibu sambung nya tersebut.
"Sayang, mama Tata begitu menyayangi Syifa. Jadi kamu gak boleh berfikiran seperti itu ya nak."
"Kamu belum cukup dewasa untuk mengerti, sebagai orang tua. Kami harus menyayangi anak-anak kami dengan adil, Mama Tata hanya ingin adil nak, Syifa lihat kan mama Tata mengurus Syifa dengan sangat baik, bahkan mama Tata mengurus kedua adik kembar sekaligus dengan tangan nya sendiri. Bahkan, Mama Tata tidak punya waktu untuk mengurus diri nya sendiri sayang."
__ADS_1
"Jadi, kamu jangan pernah berfikiran kalau mama Tata tidak sayang lagi sama kamu ya nak, Syifa juga harus membantu mama Tata untuk menjaga adik kembar. Mama Tata sangat lelah nak, ia tak punya waktu untuk diri nya sendiri, namun ia tetap mengurus Syifa dan menjaga Syifa dengan baik. Kalau mama Tata tidak sayang Syifa, pasti mama Tata akan mengabaikan Syifa. Buktinya, segala keperluan Syifa mama Tata yang mengurus nya sendiri kan nak." Caca membuat Syifa mengerti.
"Ya sudah, anak mama jangan sedih lagi ya nak. Sini mama temanin kamu tidur," Caca pun melepaskan pelukannya, ia membaring kan tubuh Syifa lalu ia berbaring di sebelah nya. Caca mengelus rambut Syifa dengan lembut sambil menyanyikan lagu tidur untuk Syifa sampai Syifa terlelap dalam tidur nya.
Flashback end
*****
Shinta melepas kan peluk kan itu, ia menatap wajah sendu Syifa
"Tidak apa-apa ma" Syifa tersenyum dan mencoba membuat Shinta percaya.
Oek! Oek!
__ADS_1
Shinta menoleh dan segera menghampiri si kembar Al dan Alana yang sedang menangis, Shinta pun menggendong baby Al terlebih dahulu untuk menenang kan nya, Syifa tak tinggal diam. Ia membantu mama nya yang sedang kwalahan menghadapi baby Al dan Alana yang rewel.
"Baby Alana, jangan menangis Sayang!" Syifa tersenyum dan mencoba menenang kan baby Alana. Namun, baby Alana masih terus menangis. Lili yang mendengar tangisan si kembar pun langsung masuk dan mengambil ahli baby Alan dari gendongan Shinta. Shinta pun langsung mengambil baby Alana di box bayi.
"Mengapa mereka rewel begini?" tanya Lili.
"Tidak tahu ma, mungkin baby Al dan Alana haus" Lili pun berusaha menenangkan cucu nya, begitu pula dengan Shinta. Syifa yang melihat langsung begitu repot nya sang mama dalam mengurus si kembar membuat nya berjanji pada diri nya sendiri untuk tidak lagi merepotkan Mama nya. Kini baby Al dan Alana sudah tenang dan terlelap dalam tidur nya. Shinta menghapus dahi nya yang bercucuran keringat. Syifa berlari menuju dapur untuk mengambil kan air minum untuk mama nya.
"Mama." Syifa berjalan mendekati Shinta yang sedang terduduk di sudut ranjang, ia memberikan segelas air putih kepada Shinta. Shinta tersenyum dan mengambil gelas itu
"Minum lah dulu, Ma."
"Terimakasih sayang."
__ADS_1
"Mama begitu beruntung memiliki anak sebaik dan secantik kamu." Shinta mengelus lembut rambut putri sulung nya dan meminum air putih itu.
"Sini ma biar Syifa yang antar gelas nya ke dapur." Shinta pun tersenyum dan memberikan gelas kosong tersebut kepada Syifa. Lili yang melihat pemandangan di depan nya begitu terharu. Syifa pun berlalu pergi meninggalkan kamar itu dan meletakkan gelas tadi ke dapur.