Ibu Sambung

Ibu Sambung
Bukan Kesalahan!


__ADS_3

Begitu berat untuk seorang ibu yang akan berpisah dari anaknya, namun Caca tidak memiliki pilihan lain.


Shinta meminta Caca menjaga kesehatannya dan juga Raisa. Syifa memeluk adiknya, ia tahu ini akan berat untuk mereka menjalani hari.


Namun semuanya sudah terjadi. Dan yang paling penting saat ini adalah kesembuhan untuk Daddy mereka "Kamu hati-hati ya, jagain mami di sana. Kakak di sini juga akan menjaga Khanza. Kakak pasti akan merindukanmu!"


Raisa menangis memeluk kakaknya, pertemuan mereka sangat singkat. Raisa padahal ingin terus bersama dengan Syifa namun apa yang bisa ia lakukan.


Caca memeluk anaknya Syifa, ia pun meminta Syifa untuk menjaga adiknya Khanza. Syifa pun berjanji kepada mamanya akan menjaga adiknya dengan baik "Jangan khawatir, Syifa akan menjaga Khanza di sini. Dan mama Shinta juga akan menjaga Khanza dengan baik."


Caca tersenyum, menghapus air matanya. Ia menatap Khanza dengan begitu dalam. Memeluk anaknya dengan erat, mungkin ini pelukan terakhir mereka.


Caca akan kembali, namun ia tidak tahu kapan waktunya ia bisa kembali menemui anaknya "Kami akan menanti kehadiran kalian lagi di sini,"

__ADS_1


Caca membawa Raisa pergi. Pecah tangis pun begitu dalam, Syifa sedih karena harus jauh dari ibu kandungnya lagi.


Shinta memeluk Syifa, menenangkan anak sambungnya itu "Kamu jangan sedih ya, nak! Mami mu pasti akan kembali lagi saat Daddy sembuh. Mami juga berat harus berpisah dari kamu, apalagi dari baby Khanza yang masih begitu kecil. Namun mami terpaksa melakukan itu demi kesembuhan Daddy kalian!"


Syifa mengangguk, akan terus berdoa untuk kesembuhan daddy-nya.


Syifa yang masih patah hati, langsung masuk kedalam kamar. Sementara itu, Shinta menatap baby Khanza dengan tatapan sendu "Saat mama kehilangan baby Al. Kamu hadir di hidup mama, mungkin mama tidak melahirkan kamu, sayang! Namun mama berjanji akan menyayangi dan memberikan cinta yang penuh untuk kamu!"


Entah takdir apa yang Tuhan berikan, namun Shinta percaya itu yang terbaik untuk dirinya.


*******


Di dalam mobil, Caca berusaha menutupi kesedihannya. Raisa masih saja menangis, Caca meminta anaknya untuk mengerti "Mi, kenapa kita harus meninggalkan kak Syifa dan juga Khanza? Kita bisa membawa mereka juga."

__ADS_1


Raisa seakan tidak menerima perpisahan, Caca menatap anaknya "Sayang, mami lebih sulit mengambil keputusan ini. Apa kamu tahu? Mami tidak dapat kesempatan merawat kamu dan kakakmu dulu karena keadaan. Dan sekarang mami merasakan hal yang sama. Kita pergi untuk kesembuhan Daddy nak, bukan untuk liburan! Mami hanya bisa membawa salah satu dari kalian. Dan mami memutuskan untuk membawa kamu, tolong sayang! Ini juga berat untuk mami." Raisa memeluk maminya saat tangisan itu memecah ia pun meminta maaf kepada maminya karena bersikap kekanak-kanakan "Maafin Raisa, Mami! Raisa enggak seharusnya mengatakan hal yang membuat mami sakit. Seharusnya Raisa dapat memahami apa yang mami rasakan."


Caca membalas pelukan dari anaknya, ia tahu jika ini bukan sepenuhnya kesalahan dari Raisa.


*********


Note Author:


Terus dukung author ya kak dengan cara like, komen agar author semakin semangat dan bisa belajar lebih baik lagi dari kesalahan sebelumnya. Favoritkan agar tidak ketinggalan ceritanya🤗🤗


Dan mohon dukungannya untuk karya terbaru author yang author ikuti dalam lomba berjudul "Lihat Aku, Jasson!"


Dukungan kalian sangat berarti untuk author, sehat selalu orang-orang baik🤗🤗❤️

__ADS_1


__ADS_2