Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Sarapan bersama


__ADS_3

"Tidak sopan jika kita bertamu kerumah orang pagi-pagi sekali, Sayang." Caca pun memasang wajah sedih nya, Arvan tak punya pilihan lain selain mengikuti permintaan Caca


"Baik lah, ayo kita ke rumah mereka." ajak Arvan. Caca tersenyum lebar menunjuk kan gigi nya.


"Benar kah?"


"Iya, Sayang." Caca langsung bangkit dan bersiap-siap ke rumah Revan untuk sarapan bersama.


"Permintaan ibu hamil ada-ada saja." batin Arvan sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal. bersiap, Setelah bersiap-siap Arvan mengajak Caca untuk pergi sarapan ke rumah Revan.


********


Shinta sedang sibuk memberikan makan bubur untuk si kembar Alan dan Alana. Si kembar Alan dan Alana sangat lahap memakan nya. Sedang kan, Revan. Ia menunggu isteri nya untuk menyuapi si kembar dan makan bersama. Sudah kebiasaan Revan untuk menunggu isteri nya.


"Kay, kau sarapan lah terlebih dahulu," pinta Shinta.


"Tidak kak! aku akan menunggu mu dan kita akan sarapan bersama."


"Terimakasih, Kay." Shinta menyuapi Si kembar dengan sangat lahap.

__ADS_1


"Kakak Syifa bersabar ya, setelah menyuapi si kembar mama akan menyuapi kamu."


"Tidak ma, Syifa akan makan sendirian. Umur Syifa sudah 10 Tahun ma. Syifa sudah besar sekarang, bukan anak kecil lagi." Shinta pun tersenyum.


"Benar! anak mama sudah besar sekarang."


Tok... Tok... Tok


"Siapa yang berkunjung pagi-pagi sekali?" tanya shinta dengan heran.


"Entah lah, Sayang. Aku akan menyuruh pelayan untuk membuka kan pintu."


"Kakak," ucap Kaynara yang menyapa Caca dengan hangat.


"Kenapa kau yang membuka pintu nya, Kay?"


"Tadi nya kak Revan ingin menyuruh pelayan untuk membuka pintu, namun aku menawar kan diri untuk membuka pintu nya kak."


"Oh begitu. Baik lah!“

__ADS_1


" Mengapa kakak datang pagi-pagi sekali?"


"Ayo kak masuk lah dulu." ajak Kaynara. Caca dan Arvan pun masuk ke dalam rumah Revan.


"Caca?"


"Tumben sekali kalian pagi-pagi ke sini." tanya Shinta


"Iya, Ta. Caca ingin sarapan bersama kalian, aku sudah bilang pada nya untuk jangan ke sini pagi-pagi. Namun, ia memaksa. Mungkin ini kemauan janin yang ada di kandungan Caca. Maaf merepot kan kalian, jika kalian merasa keberatan kami akan pulang saja,"


"Kau ini terlalu banyak bicara, sudah duduk lah dan makan bersama!“ ucap Revan


" Iya, kita tidak akan pernah merasa keberatan. Bahkan aku akan sangat senang jika kita akan sarapan bersama seperti ini. Ayo duduk lah dan makan bersama, aku juga sudah selesai memberikan makan pada si kembar Alan dan Alana." Caca dan Arvan pun duduk di kursi yang kosong, Alana yang melihat Caca dan Arvan langsung kesenangan. Berbeda sekali dengan Alan yang kelihatan sangat cuek dan dingin. Mungkin sifat Revan yang dingin dan cuek menurun pada Alan. Sedang kan sifat Alana yang super lasak dan aktip menurun pada Shinta.


"Lihat lah si baby Alana. Setiap kali bertemu dengan mami papi nya ia selalu seperti ini." ucap Shinta yang menggeleng kan kepala nya


"Anak mami," sapa Caca yang mengganggu Alana. Baby Alana pun menggerakkan tubuh nya kesana kemari dengan kegirangan.


"Anak mami sudah mamam, nak?" tanya Caca. Alana hanya tertawa kekeh dan memanggil diri nya

__ADS_1


"Mimimimi,"


__ADS_2