Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Kepedihan Kaynara


__ADS_3

Gadis malang itu mengutuk diri nya, ia memegang tangannya yang gemetar di ranjang rumah sakit.


"Hai, Nona. Kau sudah bangun," ucap Rangga yang baru saja masuk membawa kan makanan. Rangga mendekat pada Kaynara. Namun, gadis itu berteriak histeris. Kejadian tadi membuat nya takut dekat lelaki.


"Pergi!" teriak nya histeris.


"Tenang lah, Nona. Aku tak akan menyakiti mu,"


"Aku bilang pergi!!!!" Kaynara melempar gelas yang ada di dekat nya ke arah Rangga. Untung saja, pria itu berhasil menghindar. Rangga mengerti kondisi wanita yang ada di hadapannya saat ini, ia merasa sangat iba.


"Tenang lah!"


"Pergi!!!" teriak Kaynara kembali.


"Baik lah, aku akan pergi."


"Ini aku bawakan makanan untuk mu," Rangga meletakkan makanan tersebut di atas meja dan segera pergi. Sebenarnya, Rangga tidak benar-benar pergi. Ia memantau Kaynara dari jauh, setidaknya ia memastikan bahwa wanita itu baik-baik saja.


"Mengapa aku seperduli ini pada nya?"


"Ya, mungkin aku hanya merasa kasihan pada nya," ucap Rangga.


Kaynara menangis sejadi-jadi nya. Ia merasa sangat jijik dengan diri nya sendiri.


****


"Mama," panggil Syifa pada Shinta yang sedang memberikan makan pada si kembar Alan dan Alana.


"Sayang, lihat lah! kakak Syifa datang," Syifa pun mendekat, Baby Alan dan Alana begitu senang kegirangan karena kehadiran Syifa.

__ADS_1


"Alana, Alan." sapa Syifa.


"Tatatatata," oceh baby Alan dan Alana bersamaan


"Mama, lihat lah! mereka sangat menggemaskan. Lihat lah ma! lihat!" heboh Syifa.


"Iya, Sayang. Kamu duduk disini, di samping mama," Syifa pun duduk di samping Shinta dan mengajak kedua adik kembar nya itu bermain.


"Ma,"


"Iya, Sayang?"


"Ketika Syifa besar, apakah mama akan memberikan Syifa pada mama Caca?" Shinta pun menghentikan kegiatannya dalam menyuapi si kembar, ia meletakkan mangkuk yang berisi bubur bayi tersebut. Dan menoleh menatap Syifa, Syifa menunduk.


"Sayang, mengapa Syifa bertanya seperti itu?"


"Dengar ya, Sayang! mama tidak akan melarang mu jika ini lebih dekat dengan mama Caca, mama juga tidak akan melarang mu untuk menginap di rumah mama Caca untuk beberapa hari. Namun, mama tidak akan bisa dan tidak akan sanggup memberikan mu pada mama Caca dan kamu tinggal di sana untuk waktu yang lama,"


"Kamu, Alan, Alana adalah hidup mama, cinta mama, belahan hati mama. Tanpa kalian bertiga, hidup mama akan hampa nak, mama tidak akan sanggup hidup tanpa kalian bertiga," senyuman Syifa mengembang dengan sempurna. Kini, gadis yang beranjak 10 tahun ini begitu lega. Tak akan ada keraguan lagi, mama nya Shinta tak akan meninggalkan nya. Ia memeluk Shinta dengan penuh hangat dan sayang.


"Syifa sayang mama, sayang papa, sayang mama Caca, sayang Daddy, Nenek, Kakek, Grandma, Grandpa dan dedek kembar. Syifa sayang kalian semua," ucap nya.


"Mama, dan kita semua juga sangat menyayangi kamu,"


"Kamu tuan putri kami, nak. Kebahagiaan kami, harta berharga yang kami miliki," Shinta menciumi putri nya dengan sangat gemas dan penuh kasih sayang.


"Tatatatatatatata," Syifa dan Shinta pun menoleh pada si kembar yang begitu kegirangan.


"Anak mama masih lapar ya," Baby Alan dan Alana pun menyengir penuh gemas, Shinta melanjut kan lagi untuk menyuapi si kembar Alan dan Alana. Sedang kan Syifa, ia membuat membuat tingkah yang lucu untuk menghibur ke dua adik nya tersebut. Shinta pun menghabis kan waktu nya kepada ketiga anak nya.

__ADS_1


****


Hai kak, ini sangrainily kasih visual Kaynara dan Rangga ya kak. Jika tidak sesuai keinginan kalian, bisa menggunakan ilustrasi kalian sendiri. Jangan lupa like, komen, dan berikan vote poin nya ya kak. Salam sayang dari sangrainily untuk semuanya🥰


***Kaynara



 



 



 




Rangga




__ADS_1


__ADS_2