
"Bagaimana kalau kita video call Revan dan Shinta. lalu meminta izin kepada mereka agar Syifa bertemu dengan Caca" Tommy memberikan ide kepada isterinya, lili pun melepaskan pelukkan dan menjauhkan tubuhnya dari sang suami.
"Namun mama takut membuat menantu kita sedih Pa, bagaimana pun kita juga harus menjaga perasaan Shinta bukan"
"Iya juga ya ma, lalu kita harus bagaimana?" tanya Tommy kepada lili
"Bagaimana kalau kita telepon saja Caca dan mengajak ia bertemu di suatu tempat tanpa sepengetahuan Shinta"
"Enggak pa, mama gak setuju! sama aja kita menyakiti hati menantu kita. Mama gak mau buat Shinta sedih lagi, sudah cukup banyak penderitaan yang selama ini Shinta rasakan. Mama gak mau Shinta sedih lagi pa" ucap lili dengan nada yang begitu frustasi.
"Tapi Caca adalah ibu kandungnya Syifa ma, kita juga enggak bisa memisahkan ibu dan anak. Apalagi kepergian Caca dulu itu bukan kemauannya, itu ia lakukan untuk anak dan cucu kita" ucap Tommy kepada sang isteri
"Ma, kita ini orang tua. Kita harus bisa adil kepada mereka, papa gak mau nyakitin hati Shinta tapi bukan berarti kita mengorbankan perasaan Caca lagi kan ma" Lili pun mempertimbangkan ucapan suaminya.
"Lagipula kasihan juga kan Syifa, dia begitu bosan ma. Sekalian kita ajak jalan-jalan, lagi pula papa yakin kalau Revan dan Shinta juga enggak akan keberatan kok"Lili pun mengangguk dan mengambil ponsel di dalam kamarnya. Lalu kembali duduk disebelah suaminya, ia membuka whatsap dan mencari nama Caca dan menelponnya.
*Tut....Tut...
*Berdering.
"Gimana ma?" Tanya Tommy.
"Enggak di angkat" Lili pun meletakkan ponselnya kembali keatas meja, namun tidak lama ponselnya bergetar. Lili pun mengambil teleponnya dan melihat layar ponsel nama Caca yang memanggil, lili segera mengangkat telepon dari mantan menantunya tersebut.
"***Hallo ma**" ucap seseorang wanita diseberang sana*.
"Hallo sayang, lagi sibuk gak?" Tanya lili dengan nada lembutnya
"Enggak kok ma, kenapa ya"
"Bisa gak kita bertemu, sekalian kamu ketemu sama Syifa"
"Benarkah ma? Caca boleh ketemu Syifa?" Suara Caca begitu semangat di seberang sana
"Iya sayang, 1 jam lagi kita bertemu ya di taman X"
"Baik ma"
"***Sampai bertemu disana sayang"
"Iya ma***"
**********
.
Mereka pun mengakhiri panggilan itu
__ADS_1
"Syifa" lili pun memanggil dan mendekat kearah Syifa, Syifa menoleh kearah neneknya.
"Iya nenek" jawabnya dengan manja
"Sekarang kita siap-siap ya nak"
"Kita mau kemana nek"
"Kita mau jumpa mama"
"Yeayy" Teriak Syifa begitu senangnya, ia mengira bahwa mama yang dikatakan oleh neneknya itu adalah Shinta.
"Kita mau nyusul papa sama Mama ya nek" tanya nya lagi
"Bukan sayang, kita mau bertemu sama mama Caca"
"Enggak! Mama Syifa cuman mama Shinta! Enggak ada yang lain" Teriak Syifa menangis.
"Sayang, cucu kakek" kali ini Tommy yang mendekat kearah Syifa, Tommy pun menggendong tubuh mungil cucunya
"Mama Syifa cuman mama Shinta kek" ucapnya menangis.
"Iya sayang, mama Shinta emang mama Syifa. Tapi mama Caca juga mamanya Syifa" ucap Tommy memberikan penjelasan
"Enggak mau, Syifa enggak mau" Teriak Syifa dengan histeris
"Sudahlah pa, jangan marahin Syifa begitu" bela lili
"Bukan ma, Syifa juga harus tau siapa ibu yang sudah melahirkan nya"
"Tapi mama Syifa cuma mama Shinta gak ada yang lain" Teriak nya lagi dan berlari masuk kedalam kamar, lili pun mengejar cucunya. Lili masuk dengan berjalan perlahan dan mendekati tubuh cucunya yang sedang menangis di tempat tidur.
"Sayang nya nenek" lili pun memegang pipi Syifa dan menghapus air matanya.
"Syifa kangen mama"
"Iya sayang, kita video call mama yaa" bujuk lili, Syifa pun mengangguk semangat
"Kalau begitu hapus dong air matanya, jelek banget loh cucu nenek kalau nangis" lili pun menghapus airmata yang membasahi pipi cucunya.
"Senyumnya dong sayang" bujuk lili kembali, Syifa pun tersenyum ramah. Lili mencari nama menantunya di kontak whatsap lalu mem-videocall menantunya
*Panggilan terhubung
"Hallo ma" sapa Shinta dengan ramah
"Sayang, ada yang mau bicara ini sama kamu" Lili pun memberikan ponsel genggamnya kepada sang cucu
__ADS_1
"Mama, Syifa kangen. Mama kapan pulang sama papa" Ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca
"Minggu depan mama dan papa akan pulang sayang, yang sabar ya. Syifa mau oleh-oleh apa dari mama?" Bujuk Shinta
"Syifa mau mama cepat pulang sama papa, Syifa kangen mama dan papa"
"Iya sayang, sabar ya. Mama dan papa akan segera pulang kok" Lili pun mengambil ponsel genggam milik nya dari tangan Syifa, ia menjauh dari Syifa dan menceritakan segalanya ke Shinta melalui video call. lili berharap ibu sambung dari cucunya itu bisa membujuk syifa agar mau menerima Caca sebagai ibu kandung yang sudah melahirkannya. shinta pun meminta ibu mertuanya untuk memberikan hp itu kembali ke Syifa*.
"Sayang ini mama mau ngomong lagi sama Syifa" lili memberikan ponsel genggam itu kepada sang cucu
"Iya mama" ucapnya dengan suara rendah
"Syifa gak bosen dirumah?" tanya Shinta yang berhati-hati takut Puterinya itu menangis lagi
"Bosen banget mama"
"Kenapa gak main sama mama Caca aja"
"Enggak! Tante cantik itu bukan mama Syifa! mama Syifa cuma mama Shinta aja" Teriaknya
"Sayang, kan mama Caca baik" Jujur di benak Shinta ia begitu bahagia mendengar ucapan Syifa namun Shinta pun sadar bahwa ia tak boleh egois. Ia mencoba membuat Puterinya mengerti yang akhirnya Syifa pun menuruti ucapan Shinta untuk mau bertemu dengan ibu kandungnya dan memanggil Caca dengan sebutan Mama bukan Tante. Syifa pun mengerti dan memberikan ponsel genggam itu kepada lili sang nenek. Shinta dan lili pun mengakhiri perbincangan mereka melalui video call.
*************
.
Lili mengajak Syifa untuk bersiap-siap, Syifa pun menurut dan tidak rewel lagi. Syifa begitu menyayangi Shinta, sehingga apapun yang ibunya katanya Syifa selalu menurut dan tak pernah membantah. Setelah selesai bersiap siap, Lili pun mengajak Syifa bertemu dengan kakeknya di ruang tamu
"Ayo Pa kita berangkat" ucap lili kepada sang suami
"Emangnya Syifa udah mau diajak?"
"Udah"
"Yaudah sebentar, papa mau ambil kunci mobil dulu" Lili pun mengangguk dan tersenyum kepada Syifa, Syifa pun membalas senyuman dari neneknya. Lili mengajak Syifa untuk keluar halaman rumah mereka menunggu Tommy.
"Cantik banget sih cucu nenek" Syifa pun hanya tersenyum
melihat Syifa begitu imutnya lili pun menyuruh Syifa untuk bergaya dan mengambil beberapa potret untuk mengirimkan kepada Shinta dan juga Revan yang sedang berbulan madu di puncak. Semoga dengan mengirimkan gambar Syifa ke mereka sedikit mengurangi kerinduan mereka terhadap Syifa.
*********
Yang pada penasaran sama wajah Syifa itu athor kasih Visualnya ya hihi. Duh author gemes sendiri lihat wajah imutnya Syifa, jadi pengen punya adik lagi😂 kalau gak sesuai harapan kalian bisa bayangin masing-masing ya gimana yang cocok untuk jadi Syifa. ini hanya menurut author ajaloh, gemesh banget lihat Dede satu ini
__ADS_1