Ibu Sambung

Ibu Sambung
episode 57


__ADS_3

Pagi yang cerah, Shinta menggeliatkan badannya rasanya ia begitu lelah melihat suaminya yang sedang tidur terlelap. Ia pun tersenyum mengingat kejadian tadi malam, Shinta bangkit dari tempat tidur dan membawa selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah membersihkan diri, Shinta mengeringkan rambutnya dan melihat Revan yang belum bangun.


"Dasar kebo" Shinta menggelengkan kepalanya, sekali lagi ini menatap kearah Revan dan begitu bingung dengan perasaannya.


"Apakah aku sudah mencintainya?"


"Namun bagaimana bisa?"


"Tidak mungkin, ini pasti karena aku hanya ingin menjalankan kewajibanku seperti seorang isteri saja. Kami sudah saling berjanji untuk menghargai hubungan ini walau tanpa ada nya cinta"


"Tapi kalau emang begitu, mengapa aku merasa bahagia sekali" Shinta berperang dalam hati dan logikanya yang tak sejalan.


"Tidak!!!!" Shinta memejamkan kedua matanya dan berteriak membuat tidur Revan terganggu dan terbangun


"Kau kenapa? Pagi-pagi berisik sekali!" Revan begitu kesal melihat tingkah Shinta yang pagi pagi sudah mencari masalah saja.


"Ti...tidak, hanya ada tikus sa...jaaa iya tikus hehe" Shinta menyengir dan melambaikan tangan kepada Revan. Revan hanya menggelengkan kepalanya dan melanjutkan tidurnya.


"Dasar menyebalkan! pria menyebalkan!" ucap Shinta.


"Semalam saja begitu lembut, tiba apa yang di inginkan terpenuhi langsung kembali menyebalkan dasar lelaki" geramnya. Ia pun segera keluar kamar. Shinta merasa sangat bosan sekali. Pagi ini, Syifa ikut dengan lili neneknya mengunjungi keluarga mereka yang baru saja pulang dari luar negeri. Shinta duduk di depan tv sambil memakan cemilan ditangannya.


"Selamat pagi nak Shinta" sapa kepala pelayan


"Selamat pagi Bibi" Shinta tersenyum ramah kepada kepala pelayan.


"Sini duduk bi" Shinta memegang tangan kepala pelayan dan menyuruhnya duduk disebelah.


"Tidak nak, saya harus mengerjakan pekerjaan rumah dulu" tolak kepala pelayan secara halus.


"Baiklah bi" Shinta pun mengangguk dan membiarkan kepala pelayan pergi ke dapur.


"Bosan sekali huftttt"


"Bagaimana kalau aku kerumah Jennika saja" senyum Shinta melebar mengingat sahabatnya, semenjak menikah Shinta sudah tidak bekerja lagi di klinik dan jarang bertemu dengan sahabatnya, ia bangkit untuk mengambil kunci mobil di kamar, sepeda motor yang biasa Shinta kendarai tinggal dirumah orang tuanya. Ia berlari menuju kamar, membuka pintu kamar dan melihat sudah tidak ada siapa-siapa didalam kamar. Shinta pun mengambil kunci mobil dan jaket nya.

__ADS_1


"Kau mau kemana" tiba tiba Revan keluar dari kamar mandi, mengeringkan rambut nya yang basah dengan handuk kepala.


"Aku bosan sekali, aku ingin berkunjung kerumah sahabatku" ucapnya.


"Tapi ini masih pagi sekali, lagian kau bisa bermain dengan Syifa" ucap Revan.


"Apa kau lupa? hari ini Syifa ikut dengan mama lili kerumah bibi yang baru saja pulang dari luar negeri.


"Astaga, aku lupa" ucap Revan.


"Yayayayayaya, semua kau lupakan" sindir Shinta.


"Apa maksudmu?" tanya Revan dengan bingung.


"Tidak ada! sudah ya aku mau pergi dahulu" Shinta ingin keluar dari kamar, namun Revan menarik tangan isterinya


"Kenapa lagi?" sebal Shinta.


"Apa kau mau meninggalkan ku sendirian dirumah?" Tanya Revan. Shinta hanya melihat jengah suaminya, ia tak habis pikir dengan kehidupan Revan. Terkadang ia menjadi manusia es yang menyebalkan, terkadang romantis, dan terkadang manja seperti anak kecil.


"Yasudah pergilah!" Shinta pun ingin berjalan pergi meninggalkan kamar mereka.


"Tapi kau jangan kembali, atau tidur bersamaku lagi" seketika Shinta menghentikan langkah kakinya. Ia membalikkan badan dan mengacak pinggang menantang suaminya.


"Kau mau apa sih" Kesal nya


"Aku hanya ingin kau menemani ku seharian dirumah, aku tak ingin sendirian dirumah" ucap Revan.


"Hanya sebentar, dan kau bisa bermain bersama temanmu" ucap Shinta dan Revan tak memperdulikan ucapan Shinta, ia mendekati tubuh Shinta dan membelai rambutnya.


"Tetaplah disini, temani aku" Revan mencium pucuk kepala Shinta. Shinta hanya terdiam dan menurut perintah Revan, lagi pula sebagai seorang isteri harus menurut apa kata suaminya.


Seharian Shinta dan Revan menghabiskan waktu berdua di kamar, entah apa yang mereka lakuin hanya mereka lah yang tau. Shinta tertidur nyenyak di pelukan Revan.


"Papa, mama" suara pintu terbuka dan Syifa berlari ke arah tempat tidur dimana kedua orang tua nya sedang tertidur dan berbalut selimut.

__ADS_1


"Sayang" Shinta terbangun dan terkejut melihat sang anak yang sudah pulang.


"Syifa sudah pulang nak" tanya Shinta, Syifa hanya mengangguk.


"Mengapa mama selimutan, apa ini dingin? tapi kenapa mama tidak pakai baju kalau kedinginan" Syifa bertanya kepada Shinta begitu polosnya, Shinta yang mendapati pertanyaan seperti itu kebingungan harus menjawab apa kepada sang anak.


"Iya, mama sedang kedinginan sayang. Makanya papa peluk" tiba tiba suara Revan terdengar, ia bangun dan segera menggendong anaknya kedalam pangkuannya.


"Tapi kenapa papa juga buka baju?"


"Karena, baju papa kotor semua sayang" dengan entengnya Revan menjawab.


"Sayang, kamu mandi dulu ya Sama bibi. Sebentar lagi mama akan menyusul kamu ya nak" tak ingin Syifa semakin dalam bertanya, Shinta menyuruh Puterinya untuk keluar dulu dari kamar. karena ia pun malu jika harus berdiri dan anaknya tau tubuhnya saat ini polos tiada sehelai benang pun ditubuhnya. Syifa pun menuruti omongan Shinta dan berlari keluar kamar. Shinta langsung masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya, sedangkan Revan hanya menggelengkan kepala dan tertawa geli melihat wajah panik isterinya.


************


Syifa menuju dapur dan mendekati neneknya.


"Kenapa kesini lagi sayang, mama dan papa mana?" tanya lili dan melihat kearah sekitar yang tak menemui anak dan menantunya.


."Mama dan papa tidur dikamar nek, kasian mama. Sakit, papa juga bajunya kotor semua jadi mereka tidur tidak pakai baju" ucap Syifa polos, lili yang mendengar ucapan sang cucu pun tertawa.


"Yaudah sayang, kamu sama nenek dulu biar mama dan papa tidur dikamar" lili mencium pipi Syifa.


"Ayo nek kita belikan baju untuk papa" ajak lili. Tak lama kemudian Shinta dan Revan menyusul Puterinya kedapur.


"Mama udah sembuh? Papa juga bajunya udah gak kotor lagi?" Tanyanya melihat Shinta dan Revan secara bergantian. Pipi Shinta merona, ia begitu malu kedapatan oleh Puterinya tidur dengan keadaan seperti itu walau tubuhnya sudah di tutupi selimut.


"Lain kali kita harus mengunci pintu" bisik Revan ditelinga Shinta, Shinta spontan menginjak kaki Revan yang ada di sampingnya.


"Awwww" teriak Revan.


"Papa kenapa?" tanya Syifa yang semakin bingung.


"Papa gak kenapa-kenapa sayang" Revan mengacak rambut Puterinya.

__ADS_1


"Ayo kita makan malam bersama" Ajak lili, Revan dan Shinta mengangguk dan duduk untuk makan malam bersama.


__ADS_2