
Sesampai di pemakaman Shinta pun membersihkan makam anak nya. Air mata menetes tanpa ia sadar, Shinta segera menghapus air mata nya.
Ia pun menatap nisan anak nya sesekali mengungkapkan rasa rindu nya kepada sang anak.
"Sayang, mama kangen banget sama kamu."
Ingin sekali saja ia memeluk anak nya, walau hanya semenit. Meluapkan segala kerinduan yang ada.
Namun Shinta juga harus bisa menerima segala nya, dengan gemetar Shinta pun mengatakan kepada anak nya jika diri nya akan bangkit.
"Sayang, mama tidak akan pernah melupakan kamu dan kamu akan selalu ada di hati mama. Tapi, mama juga harus melanjutkan hidup mama nak. Ingin sekali rasanya mama memeluk kamu walau hanya sebentar saja." suara nya masih bergetar
Revan pun menghampiri istri nya yang sedang duduk di pemakaman anak nya.
"Sayang," panggil Revan. Ia mendongakkan wajah nya betapa kaget nya Shinta melihat suami nya ada di sini juga.
__ADS_1
"Kenapa kamu di sini?" Shinta berdiri, menghapus air mata nya. Ia sudah berjanji kepada sang suami akan tetap baik-baik saja dan tidak berlarut dalam kesedihan.
"Tadi supir memberitahu ku jika kau kesini. Memang aku yang meminta supir memberitahu. Aku khawatir jika kamu enggak bisa kendalikan diri saat ke pemakaman anak kita. Kamu jangan marahi supir ya karena memang ini pesan aku."
Shinta mengangguk, ia langsung mengajak suami nya untuk pulang.
Sekarang, Shinta selalu menyembunyikan kesedihan nya di depan semua orang
Revan pun mengangguk, sebelum pulang ia berpamitan di makam anak nya
Ia tau jika suami nya pun terluka dengan ini semua, namun Revan berusaha kuat demi diri nya.
Shinta memeluk Revan dari belakang, ia menangis. Mengatakan jika diri nya begitu mencintai dan membutuhkan Revan
"Aku mencintai mu, aku juga membutuhkan mu. Tetap lah bersama ku." pinta Shinta dengan nada yang berat, tanpa Shinta tau jika Revan meneteskan air mata.
__ADS_1
Ia langsung menghapus air mata nya agar sang istri tidak melihat ia mengatakan kepada Shinta untuk tidak terlalu khawatir.
Revan pun membalikkan tubuh nya, membalas pelukan sang istri nya dan di depan makam sang anak ia berjanji akan selalu bersama Shinta apapun yang akan terjadi nanti nya
"Di depan makam anak kita, aku berjanji akan selalu bersama mu. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu, dan setiap hari nya aku akan terus mencintai mu lagi dan lagi. Ini lah janji ku, di makam anak kita." ujar Revan.
Ucapan Revan berhasil membuat Shinta tersentuh, ia pun mengatakan hal yang sama kepada sang suami
"Dan di depan makam anak kita aku berjanji akan terus berusaha menjadi istri yang baik untuk mu. Mungkin aku bukan istri yang sempurna namun aku berusaha untuk menjadi istri yang baik, aku mencintai mu."
Ke dua pasangan itu saling berjanji satu sama lain di depan pemakaman anak mereka.
Shinta mengajak suami nya pulang, ia menatap nisan anak nya sejenak lalu tersenyum.
"Mama dan papa pulang ya sayang. Kami akan sering mengunjungi rumah baru Al sekarang. Mama selalu berdoa untuk ketenangan Al."
__ADS_1
Ke dua nya langsung meninggalkan makam anak nya Al.