Ibu Sambung

Ibu Sambung
episode 45


__ADS_3

"Permisi" Sapa dokter yang masuk kedalam ruangan dimana Syifa dirawat.


"Dokter periksa dulu ya cantik" Berjalan mendekat ke arah Syifa, mengcek suhu tubuh Syifa.


"Kondisi nya sudah membaik, besok sudah boleh pulang anaknya ya Bu" ucap dokter.


"Baik dok, terimakasih"


"Kalau gitu saya pamit dulu" Dokter pun pergi meninggalkan Shinta dan juga Revan


"Kamu tidur ya sayang, dengarkan kata dokter besok udah boleh pulang" Membelai rambut Syifa dengan lembut


"Syifa kangen sama papa ma, papa dimana" rengeknya.


"Papa sedang sibuk sayang, besok juga papa kesini kok" mencoba membujuk Syifa, namun percuma. Syifa menangis, ia sangat merindukan sang ayah. Shinta mencoba menenangkan Syifa dan memberikan pengertian


"Pokoknya Syifa mau papa hiks"


"Duh, dimana aku mau mencari Revan coba. Aku tak tau dia dimana sekarang" Gumamnya dalam hati, Shinta bingung harus menjawab apa lagi.


"Coba aku telpon deh" Shinta mengambil hp nya didalam tas, ia mencoba menghubungi Revan namun hp nya tidak aktip juga.


"Papa mana ma, Syifa mau papa hiks" Syifa masih saja rewel.

__ADS_1


"Iya sayang, ini mama lagi telpon papa ya" menghubungi kembali Revan, namun juga tak aktif nomernya.


"Aku gak tau lagi nomer mama papanya, gimana ini" bingung.


"Sayang, jangan menangis ya, kan ada mama disini. Papa besok kemari kok kamu tenang ya" mencium dan memeluk Syifa dengan penuh kasih sayang, akhirnya Syifa berhenti juga menangis.


"Yaudah kamu tidur yaa, sudah malam" menselimuti Syifa, mencium pipinya


"Mama disini ajakan?" menggenggam tangan Shinta.


Tersenyum kepada Syifa. "Iya mama disini aja sayang" mengelus kepala Syifa. Syifa pun tersenyum dan memejamkan matanya. Shinta memandangi wajah mungil Syifa, namun ketika ia melihat kearah jendela Shinta melihat seorang wanita yang mengintip dari luar, Shinta bangkit dan menghampiri wanita itu.


"Kamu siapa" tanyanya. Namun bukannya menjawab wanita itu malah pergi dari situ.


"Aku seperti mengenalmu" mengerutkan dahinya dengan bingung.


"Aku Caca, ibu kandung dari Syifa. jangan khawatir aku takkan mengganggu kalian, aku hanya ingin tau bagaimana keadaan anakku saja. Aku akan pergi, maaf sudah lancang"


"Mengapa harus melihatnya dari jauh, kenapa tidak dijenguk saja" heran Shinta.


Tersenyum "Revan melarang ku bertemu dengan anakku sendiri" matanya sudah berkaca kaca


"Tapi, Revan sedang tidak ada. Kamu ibu kandungnya, kamu punya hak untuk bertemu dengan anakmu"

__ADS_1


"Tapi aku sudah meninggalkan nya"


"Aku gak tau apa yang terjadi, dan apa alasanmu meninggalkan Syifa. Tapi aku percaya apa yang sudah terjadi itu ada alasannya, dan aku melihat kasih sayangmu yg tulus kepada anak kandungmu. Kau memantaunya dari jauh" ucap shinta


"Kamu memang wanita baik, selain cantik hatimu memang seperti malaikat. Aiu percaya kamu bisa menjaga dan menyayangi anakku dengan baik" Caca tersenyum kepada Shinta.


"Bolehkah kita berteman?" Tanya Caca


"Tentu saja, kenapa tidak" Shinta menyambut dengan sangat hangat.


"Bagimana keadaan Syifa?"


"Sudah sangat membaik, dia ank yang sangat menggemaskan" Shinta tersenyum membayangkan wajah mungil Syifa.


"Apa kau sangat menyayangi anakku?'"


"Sangat, aku sangat menyayanginya" sahut Shinta.


"Aku lega sekarang, aku percaya kamu memang yang terbaik menjadi ibu sambung untuk anakku" Caca memegang bahu Shinta, dan tersenyum padanya.


"Bolehkah aku memelukmu?" tanya Caca.


"Tentu saja" Mereka berpelukan satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2