Ibu Sambung

Ibu Sambung
episode 85


__ADS_3

Ada sebuah mobil mewah yang berhenti didepan Caca, ia mendongakkan wajahnya dan melihat mobil itu ternyata milik Arvan, pria itu turun dan menghampiri Caca


"Sayang, kenapa kamu disini" Arvan memegang dan membantu Caca untuk berdiri, Caca pun berdiri dan menghapus air matanya.


"Tadi aku ada urusan sebentar" Ucap Caca acuh


"Ayo kita pulang"


"Enggak, aku mau kerumah mama dulu" Arvan yang merasa geram dengan sikap Caca yang selalu tak menghargainya langsung menarik Caca dengan paksa untuk masuk kedalam mobil


"Lepas Van, apaan sih!" Teriak Caca kepada Arvan suaminya.


Plakkk


Arvan menampar Caca, Caca pun terdiam dan air matanya berlinang


"Diam!" Arvan memegang dagu Caca dengan kuat lalu melepaskannya, Caca pun hanya terdiam dan menangis. Arvan yang merasa geram dan emosi dengan sang isteri langsung ******* bibir Caca dengan kasar, bibir wanita itu sampai berdarah dan Arvan menyetubuhi tubuh Caca didalam mobil dengan kasar. Di tubuh Caca penuh dengan bekas kebiruan. Arvan selalu memperlakukan Caca dengan kasar setiap kali mereka berhubungan badan.


"Itu akibat kau tidak tahu diri!" Ucap Arvan dan langsung pindah ke kursi depan dan mengemudikan mobilnya, Caca kembali memakai pakaiannya dan menangis, seluruh tubuhnya terasa begitu sakit dan perih. Itu sudah hal biasa yang selalu Caca rasakan selama 5 tahun belakangan ini. Arvan memberhentikan mobilnya disebuah rumah yang begitu mewah. Ia turun dan menarik Caca dengan paksa untuk turun, Arvan membawa Caca kedalam kamar dan menghempaskan tubuh wanita itu didalam kamar


"Kenapa kau begitu kasar padaku" Teriak Caca dan menangis sejadi jadinya


"Karena kau tak pernah menghargai ku, kau tak pernah melihat cintaku. Dan perlakuan lembutku tak ada harganya buatmu, bukannya kau begitu senang diperlakukan seperti wanita ****** di luar sana" Ucap Arvan.

__ADS_1


"Aku mau kita pisah" ucap Caca, Arvan pun hanya tertawa dan mendekati Caca, Arvan pun mengulangi perbuatan bejad nya lagi, ia menyetubuhi isterinya dengan begitu kasar dan tak ada kelembutan sedikit pun sampai Caca tak sadar sadarkan diri, Arvan mengikat tubuh Caca di atas ranjang dengan tubuh polosnya tanpa pakaian sebenang pun. Caca tersadar dan melihat kaki dan tangannya di ikat


"Lepaskan, apa kau gila" Ucapnya menangis.


"Bukannya kau senang seperti ini, jadi biarlah aku memperlakukan mu layaknya seorang ****** haha" Arvan mengecup bibir merah Caca


"Jika kau kira aku akan melepaskan mu, kau salah besar" Arvan pun tertidur disebelah Caca sambil memeluk tubuh Caca. Arvan begitu mencintai Caca namun ia begitu kecewa melihat sikap Caca yang selalu tak menganggapnya dan tak pernah mencintainya. Sikap bejad dan kasar Arvan begini karena rasa kecewa nya pada sang isteri yang tak pernah mau menghargai dirinya. Dulu Arvan selalu bersikap lembut kepada Caca, namun Caca malah memaki dirinya sampai Arvan lelah dengan sikap kurang ajar Caca lalu Arvan berubah menjadi lelaki yang begitu kasar.


*********


Seminggu sudah berlalu. Hari ini kepulangan Shinta dan Revan, Shinta begitu bahagia akhirnya ia akan kembali bertemu dengan sang Puteri.


"Gak sabar rasanya ingin cepat cepat sampai kerumah" Gumam Shinta dalam hati, ia begitu merindukan Syifa Puterinya.


"Udah ni, ayo kita berangkat" Revan pun melepaskan pelukannya dan membawa pakaian mereka ke bagasi mobil. Semua sudah selesai, Shinta dan Revan pamit terlebih dahulu kepada penjaga villa terlebih dahulu sebelum mereka kembali ke kota A. Disepanjang jalan Shinta begitu senang dan mendengarkan lagu lagu kesukaannya. Revan begitu bahagia melihat keceriaan diwajah sang isteri


"Bahagia banget sih isteri aku" Ucap Revan dan menggengam tangan Shinta lalu mencium punggung tangan Shinta


"Lagunya buat mood aku bagus" Ucapnya


"Apalagi bentar lagi ketemu sama Syifa" gumamnya dengan penuh semangat, namun Revan begitu khawatir karena sang papa ada dirumah, Lili selalu menceritakan semua kejadian dirumah pada Revan tanpa sepengetahuan Shinta, Revan khawatir kalau papa nya tidak menyukai Shinta dan membuat isterinya sedih. Namun tak ada pilihan, mereka harus kembali pulang kerumah


"Semoga papa tak menyakiti perasaan Shinta" Gumam Revan dalam hati dengan penuh harap, Revan pun kembali melajukan mobilnya. Sesampai dirumah Revan turun terlebih dahulu untuk mengeluarkan barang barang bawaan mereka.

__ADS_1


"Mama, Papa" Teriak Syifa yang berlari mendekat kearah mereka. Shinta pun tersenyum dan berjalan mendekati Puterinya


"Sayang" Shinta merentangkan tangannya lalu menangkap Syifa kedalam pelukannya.


"kangen mama" ucap Syifa dengan manja


"Mama juga kangen banget sama kamu sayang" Lalu terlihat Tommy dan lili yang mendekat kearah mereka.


"Ma, pa" Shinta menyalami kedua mertuanya. Lili menyambut Shinta dengan begitu hangat, beda dengan Tommy yang memasang wajah kurang ramah, Revan mendekati mereka dan menyalami kedua orang tuanya secara bergantian


"Papa kapan pulang"Tanya Shinta sekedar basa basi


"Sebagai anggota keluarga disini, harusnya kau mengetahui kapan ayah mertua mu ini pulang bukan" Jawab Tommy dengan ketus lalu berlalu pergi meninggalkan mereka semua, Shinta mencoba memaklumi dan tersenyum.


"Jangan ambil hati ucapan papa ya" Ucap lili mencoba menenangkan menantunya


"Mungkin papa sedikit lelah jadi begitu"


"Enggak apa apa kok ma" Shinta tersenyum kepada sang mertua


"Ayo masuk" ajak lili, mereka pun masuk kedalam rumah.


*Hai kak, terimakasih sudah sabar menunggu sangrainily untuk update ya

__ADS_1


mohon dukungannya dengan cara like, koment dan vote ya kak. Jangan lupa mampir di karya lainnya sangrainily yang berjudul "Takdir" Barusan up juga loh. Terimakasih💕


__ADS_2