Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Penting nya peran orang tua


__ADS_3

Rangga memandangi Kaynara yang sedang menikmati es nya.


Sebelum nya


Rangga ingin masuk ke ruangan Kaynara namun langkah nya terhenti mendengar Kaynara yang sedang berbicara sendiri sambil mengelus perut nya yang rata. Rangga pun berlalu meninggalkan Kaynara dan mencari kan es kelapa muda untuk wanita yang sebentar lagi menjadi isteri nya. Setelah mendapat kan es kepala tersebut Rangga langsung kembali menemui Kaynara.


********


"Apa kau suka?"


"Sangat suka, terimakasih ya." ucap Kaynara

__ADS_1


"Jika ingin sesuatu bilang saja padaku."


"Tidak, aku tidak ingin sesuatu kok." Kaynara menghentikan aktivitas yang sedang meminum es kelapa tersebut.


"Baik lah, kalau begitu aku pamit dulu." setelah berpamitan, Rangga pun pergi meninggal kan Kaynara sendirian.


"Ibu, Ayah. Kay rindu." ucap nya dengan nada yang rendah. Walau Shinta dan Caca sangat perduli pada nya. Kaynara sering merasa kesepian, hidup nya hampa. Orang tua Shinta juga memberi kan nya kasih sayang yang sangat tulus. Namun, Kaynara tetap merindukan kedua orang tua nya. Dan sampai sekarang Kaynara tidak percaya. Bahwa kakek kesayangan nya adalah orang yang sangat kejam.


*********


Revan berbaring di tempat tidur tepat di samping isteri nya. Ia melihat ke khawatiran yang ada di mata isteri nya

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Revan dengan lembut Revan mengecup pipi Shinta


"Aku sedang memikir kan Syifa. Kita terlalu sibuk dengan urusan kita sampai mengabaikan diri nya. Ia merasa kesepian dan sangat merindu kan ku. Kita satu rumah tapi untuk bertemu saja sangat sulit." ucap Shinta dengan nada sedih


"Aku juga berfikiran seperti itu, Karena memikir kan tentang masa depan Kaynara kita sampai mengabaikan ketiga anak kita. Bukan hanya Syifa, si kembar Alan dan Alana juga masih sangat membutuh kan kita. Mereka bertiga butuh perhatian yang lebih dari kita bukan setiap saat mereka di tinggal bersama Mama Syafa dan Papa Gunawan. Aku tau sayang, Mama dan Papa pasti menjaga yang menyayangi ketiga anak kita dengan penuh kasih. Namun, peran kita sebagai orang tua di sini sangat lah penting bukan?" Shinta pun mengangguk dan setuju dengan ucapan suami nya


"Sebab itu di rumah sakit aku memarahi mu, bukan aku tak perduli pada Kay. Tetapi ketiga anak kita jauh lebih membutuh kan kita, mereka masih sangat kecil. Tidak bagus jika kita terus menerus menitip kan mereka pada kedua orang tua ku atau pun ke dua orang tua mu walau itu adalah kakek nenek mereka, Sayang."


"Aku tahu, kau menyuruh ku memakai kostum badut bukan karena keinginan yang ada di perut, tetapi karena kau merasa kesal pada ku kan?"


"Da-dari mana kau t-tau?" ucap Shinta gugup

__ADS_1


"Aku suami mu, aku orang kedua yang mengetahui segala nya tentang diri mu setelah kedua orang tua mu."


__ADS_2