Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Kegaduhan di tengah malam


__ADS_3

"Terimakasih, Papa mertua sudah menyelamat kan kami dari kedua Ibu hamil yang aneh ini." batin Revan memandangi Shinta dan Caca yang menoleh pada mereka dengan tatapan sinis. Arvan menyengir lalu berlalu pergi begitu juga dengan Revan yang mengikuti Arvan.


"Kita selamat." bisik Arvan.


Mereka pun kembali menikmati pesta, Shinta dan Caca sudah melupakan keinginan mereka yang aneh itu. Begitu lah wanita hamil, keinginan nya dalam sekejap bisa berubah ubah. Hari semakin malam, pesta pun berakhir.


Semua orang pergi ke kamar untuk membersih kan diri dan segera istirahat. Seperti biasa, sebelum membersih kan diri nya. Shinta terlebih dahulu membersih kan tubuh si kembar Alana dan Alan. Ia juga mengawasi Syifa agar segera membersih kan diri untuk segera istirahat. Syifa sudah selesai membersih kan diri, ia membaring kan tubuh nya di samping si kembar. Untuk sementara waktu, Syifa sekamar dengan kedua adik kembar nya.


"Tidur lah, Sayang. Kamu pasti lelah." pinta Shinta kepada Syifa dengan begitu lembut. Shinta mencium kening Syifa. Tak lama kemudian, Syifa pun memejam kan kedua mata nya. Kini giliran Si kembar Alan dan Alana yang ia tidur kan. Shinta menyanyi kan lagu untuk ke dua anak nya itu. Alan sudah terlelap mengikuti kakak sulung nya, tinggal Alana yang belum tidur.

__ADS_1


"Mama, Alana tidak bisa tidul." ucap nya dengan nada polos. Alana pun beranjak dari tidur nya dan duduk di pangkuan Shinta.


"Mengapa anak mama yang cantik tidak bisa tidur? hari sudah semakin larut, Sayang."


"Alana ingin belcama mami. Tadi papi jahat sama mami. Mami nangis."


"Sayang, Papi dan Mami pasti sudah tidur."


*********

__ADS_1


Di tempat lain, sepasang suami isteri sedang bercumbu menikmati keheningan malam. Caca dan Arvan melupakan bahwa mereka saat ini masih menginap di rumah Ibu Syafa dan Ayah Gunawan. Caca dan Arvan menikmati setiap pergerakan, tanpa di sadari Caca merintih dengan keras. Dan di balik pintu ada anak kecil polos yang mendengar rintihan Alana. Alana yang polos mengira Mami nya sedang di sakiti oleh Papi. Alana pun berlari menangis ke arah kamar yang saat itu Shinta masih memandangi ke dua anak nya. Shinta di kaget kan dengan suara anak nya yang menangis begitu kencang dan berlari ke arah nya.


"Sayang, ada apa? kenapa menangis?" Shinta segera memeluk dan menenang kan anak nya.


"Mama, ayo bantu mami Hua....." tangisan Alana semakin memecah. Membuat semua yang ada di rumah terbangun dan masuk ke kamar anak-anak kecuali pasangan yang sedang menikmati malam dan terhanyut dan permainan mereka berdua. Siapa lagi jika bukan Caca dan Arvan.


"Ada apa?" tanya Revan kepada isteri nya.


"Aku juga tidak tahu."

__ADS_1


"Sayang, Kenapa menangis?" Alana pun belum mengatakan apa-apa. Ia masih terus menangis dan memeluk Shinta.


"Tadi ia berkata ingin menemui mami nya. Setelah kembali, ia berlari ke arah ku dan menangis. Lalu berkata tolong mami. Aku juga tidak mengerti apa yang terjadi." ucap Shinta memberikan penjelasan pada suami nya. Shinta masih saja menenang kan anak nya itu.


__ADS_2