Ibu Sambung

Ibu Sambung
episode 78


__ADS_3

Sesampai di pemakaman, Revan memeluk Shinta dari samping dan mencoba untuk menguatkan Shinta. Shinta gemetar melangkahkan kaki ke pemakaman Rayhan. Chyntia menangis meratapi kepergian anaknya. Shinta pun mendekat ke arah Chyntia dan mencoba menenangkan wanita paru bayah yang sedang berduka itu. Chyntia melihat kearah Shinta dan memeluknya


"Rayhan ninggalin mama sekarang, mama sendirian" Lirihnya dengan tatapan mata yang kosong, Shinta membalas pelukkan chyntya dan ikut menangis.


"Ray udah tenang sekarang ma, Ray udah gak merasakan sakit lagi. Walau berat kita harus ikhlas ma" Ucap Shinta dengan terisak, ia menghapus air mata yang ada di pipinya, bibir dan tangannya gemetar. Sangat sulit untuk melihat kepergian Rayhan namun Shinta mencoba untuk ikhlas. Hanya itu yang bisa ia lakukan sekarang dan berdoa untuk Rayhan.


"Kamu orang baik Ray, tenanglah disana" Gumam Shinta dalam hati, ia menghapus kembali air matanya yang terus membasahi pipi. Shinta tak ingin menunjukan kesedihannya di depan chyntia, Shinta ingin menjadi kekuatan untuk ibu Rayhan. Bagaimanapun Shinta begitu menyayangi Chyntia dan sudah menganggapnya seperti ibu kandungnya sendiri, Tak lama kemudian Syafa ibu dari Shinta datang dan langsung mengambil ahli memeluk Chyntia.


"Yang sabar ya mbak" Ucap Syafa menangis, Chyntia pun terisak didalam pelukkan Syafa. Begitu berat rasanya kehilangan anak. Selama ini chyntia selalu berusaha untuk kesembuhan sang anak, apapun ia lakukan. Namun takdir berkata lain, Tuhan lebih dulu mengambil Rayhan. Dunia Chyntia terasa hancur seperti tidak ada kehidupan lagi, alasannya untuk bertahan hidup sekarang sudah pergi untuk selamanya .


"Mbak doain dia yaa, Ray udah tenang sekarang" Chyntia pun mengangguk dan melepaskan pelukkan Syafa.


"Makasih udah datang ya mbak" Ucap Chyntia. Tatapan mata Chyntia masih kosong seperti tak ada semangat hidup


"Kalau Mbak sayang sama Ray, mbak harus ikhlasin kepergian Rayhan. Sekarang Ray udah gak ngerasain sakit lagi, dia udah bahagia di sisi Tuhan mbak. Mbak harus kuat dan tetap semangat, Ray lihat disana kalau Mbak terus terusan sedih Ray gak akan tenang mbak. Apa mbak mau Ray sedih disana?" Ucap Syafa menenangkan Chyntia. Segala ritual pemakaman telah selesai, Syafa pun mengajak chyntia pulang, ia pun menurut ucapan Syafa dan berjalan dengan tatapan mata yang kosong. Syafa menggandeng Chyntia tubuhnya begitu lemas tak bertenaga. Syafa dan Shinta pengantaran Chyntia terlebih dahulu


"Mama makan dulu ya" Shinta mengambil makanan untuk menyuapi Chyntia namun Chyntia menolak


"Mama gak laper" Ucapnya

__ADS_1


"Tapi mama harus makan ma" Ucap Shinta dengan sedih, ia begitu tak tega melihat Chyntia seperti itu


"Iya mbak, mbak harus makan ya walau sedikit" Bujuk Syafa. Akhirnya Chyntia pun menyurut dan Shinta pun menyuapi Chyntia untuk makan


"Apa kamu sudah makan" Tanya Chyntia kepada Shinta. Shinta pun tersenyum dan mengangguk.


"Tata udah makan ma, sekarang waktunya mama yang makan ya" Shinta tau, setiap kali Chyntia bersedih atau tak selera makan, Rayhan selalu membujuk dan menyuapi mamanya makan. Rayhan selalu bersedih kalau Chyntia gak makan


"Aku janji akan jaga mama Ray" Gumam Shinta dalam hati dan melanjutkan kegiatannya menyuapi Chyntia. Dan baru beberapa suap Chyntia sudah tidak mau makan lagi


"Mama udah kenyang"


"Enggak ma, mama baru makan sedikit"


"Ma" Shinta menatap mata Chyntia dengan tatapan yang sendu, ia begitu sakit melihat Chyntia sedih. Baginya Chyntia sudah seperti ibu kandungnya sendiri, Shinta begitu menyayangi mama Revan


"Ma" Akhirnya Chyntia mengalah dan menghabiskan makanannya.


"Ini ma minum" Shinta menyodorkan segelas air putih untuk diminum Chyntia.

__ADS_1


Sore harinya Shinta pamit pada Chyntia untuk pulang, sedangkan Syafa menginap menemani sahabatnya yang sedang berduka. Shinta naik kedalam mobil


"Lama?" Tanya Shinta kepada Revan, namun Revan hanya menggeleng


"Ayo kita pulang, pasti Syifa sudah menunggu" ajak Shinta dan Revan segera melajukan mobilnya. Revan menoleh kearah Shinta dan menggengam tangan Shinta, Revan tahu walaupun Shinta mencoba untuk baik baik saja itu hanya menutupi kesedihannya.


"Menangislah jika ingin menangis" Ucap Revan dan Shinta pun langsung menangis dipelukkan Revan, revan sejenak memarkirkan mobilnya di pinggir jalan ia membalas pelukkan Shinta seakan mengerti kesedihan yang dialami isterinya, bagaimana pun Shinta dan Ray pernah menjalin kasih dengan waktu yang tidak sebentar apalagi Rayhan cinta pertama Shinta.


"Kamu harus ikhlas ya" Revan mencium pucuk kepala Shinta, Shinta pun mengangguk dan menghapus hingusnya.


"Apa sudah lebih baik?" Tanya Revan kembali


"Sudah" Shinta pun mengangguk dengan memasang wajah yang gemas menurut Revan, Revan memegang pipi Shinta sejenak dan menciumnya lalu ia melajukan kembali mobil nya. Shinta pun menatap luar jendela.


*********


***Hallo kakak-kakak, Gimana kabarnya? Terimakasih ya udah setia nunggu up dari sangrainily. Maaf kalau ceritanya gak sesuai harapan dan kecewa kenapa Rayhan nya harus di buat meninggal kenapa gak ada keajaiban, kenapa Shinta nya belum hamil dan segala macam. Bukan sangrainily gak mau nerima masukkan dari kalian semua, sebelumnya terimakasih banget untuk segala saran dan kritik dari kakak-kakak semua. Semua saran dan kritiknya sangrainily terima dengan baik. Cuman, sangrainily punya planning sendiri untuk cerita ini kalau sangrainily ubah lagi takutnya bakalan bentrok dan gak nyambung.


Ada juga yang tanya, kenapa up nya lama. Berapa hari sekali sih up kak? Masalah update itu gak tentu ya kak, gak ada patokan juga. Intinya kalau udah selesai nulis pasti langsung di update kak dan jika lama update mungkin sangrainily lagi gak sempat atau gak nemuin inspirasi.

__ADS_1


Ohiya sangrainily mau tanya, setuju gak kalau "ibu sambung" ada season 2 nya? kalau gak setuju sangrainily gak bakalan lanjut lagi dan mau fokus untuk novel yang berjudul "Takdir" jangan lupa mampir ya kak di cerita sangrainily yang berjudul "Ibu sambung"


Mohon dukungannya kak, jangan lupa like,coment dan berikan votenya untuk menambah semangat sangrainily hehe. Salam sayang dari sangrainily💕***


__ADS_2