Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Merasa senang


__ADS_3

Shinta memonyong kan mulut nya ke depan, berjalan dengan berdumel tidak jelas. Cuaca hari ini begitu mendung dan dingin. Tetapi, rasanya sangat panas bagi wanita yang sedang di landa cemburu.


"Mama, Papa. Tante tadi tantik bangetl. Alana becal nanti mau secantik Tante itu."


"Alan juga, kalau udah besay mau jadi pacal Tante cantik."


Mendengar ucapan kedua anak nya membuat darah Shinta semakin mendidih. Begitu kesal diri nya, Suami dan anak nya memuji wanita lain.


"Iya, Tante itu memang cantik. Percuma cantik kalau tidak bisa menjadi isteri papa dan Ibu dari kalian." ucap Shinta pada anak nya. Seakan ingin memberitahu bahwa diri nya lebih cantik karena sudah melahir kan mereka dan meluluh kan papa mereka manusia es itu. Shinta pun melebar kan senyuman nya dengan terpaksa.


"Sayang, mama rasa nya lelah, mari kita tidur." ajak Shinta pada si kembar.


"Biar Syifa saja yang menjaga Alan dan Alana, Ma. Mama seperti nya tidak enak hati. Mama pergi lah istirahat."


Huh anak kesayangan mama, kamu memang yang paling mengerti diri mama. Mama menyayangi mu, Sayang ~batin Shinta.


Shinta merasa terharu pada anak sulung nya ini, Shinta langsung memeluk Syifa.


"Terimakasih ya, Sayang. Kamu memang kesayangan mama." Shinta pun melepas kan peluk kan mereka lalu berlalu pergi ke kamar.

__ADS_1


Revan pun mengikuti langkah isteri nya. Sedang kan Syifa masih mengajak ke dua adik nya bermain di teras rumah. Walau saat ini Shinta belum memakai baby sister. Namun, keamanan rumah nya itu sangat aman. Ada dua orang satpam dan beberapa tukang kebun. Jadi, Shinta dan Revan tak merasa khawatir jika anak-anak nya bermain di teras atau halaman rumah mereka.


*******


Di dalam kamar, terlihat Shinta menduduk kan tubuh nya dan membawa surat kabar. Tetapi, wajah nya masih begitu tidak bersahabat. Revan masuk ke dalam kamar, mendekati isteri nya yang terlihat begitu bete.


"Mengapa cemberut saja? dia itu teman kecil ku."


"Aku tak marah soal itu."


"Lalu?"


"Bagaimana jika aku tidak percaya?"


"Itu urusan mu, bukan urusan ku!" Shinta meletak kan surat kabar di meja terdekat yang bisa ia jangkau. Shinta segera membaring kan tubuh nya dan membelakangi Revan.


Bagaimana jika dia besok kembali? ah rasa nya aku ingin mengobrol dengan caca~batin Shinta.


Shinta pun kembali bangkit, ia mencari ponsel nya

__ADS_1


"Mencari apa?"


"Mencari ponsel ku, apa kau melihat nya?"


"Tidak!" Revan pun naik ke tempat tidur, membaring kan tubuh dan menarik selimut menutupi tubuh kekar nya.


Dasar menyebal kan! ~ gumal Shinta


"Apa kau mengatakan sesuatu isteri ku?" goda Revan.


"Tidak ada!" sentak Shinta, Revan menahan senyum nya dengan geli. Ia merasa senang, dan menikmati sikap cemburu Shinta


Aku berharap kau setiap hari datang, Queen. Sungguh, isteri ku begitu sangat menggemas kan~ batin Revan.


"Di mana ponsel ku?" Shinta mencari ponsel nya di seluruh kamar. Namun, tidak ada. Ia pun keluar dari kamar dan kembali ke dapur atau ruang tamu untuk mencari ponsel nya. Shinta ingin membagi rasa kesal nya pada Caca.


"Di mana ponsel ku? argh...!" kesal nya. Perasaan Shinta sedang tak menentu.


Astaga, kenapa dia kembali lagi? ~batin Shinta.

__ADS_1


__ADS_2