Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Penyelamatan Kaynara


__ADS_3

Mungkin sikap kejam di diri Elsa sudah mendarah daging, ia tak punya sedikit pun rasa kasihan kepada orang lain. Ia sangat senang memainkan emosi Kaynara. Ketakutan Kaynara seperti pertunjukkan yang sangat menyenangkan bagi diri nya.


"Kita akan ber senang-senang sedikit," Elsa memain kan mata pada gadis berusia 24 tahun itu. Tangan Kaynara bergetar hebat, ia berdoa pada Tuhan agar tidak mati dengan sangat mengenas kan seperti yang di alami kedua orang tua dan kakek-nenek nya.


*******


Caca segera di berikan pertolongan pada dokter, ia masih meringis kesakitan. Setelah selesai, dokter pun keluar ruangan. Dokter memberitahu pada Arvan bahwa Caca sudah baik-baik saja. Luka nya tidak terlalu serius, Revan dan Arvan menemui Caca di dalam ruangan. Caca langsung memeluk Arvan dan menangis di pelukkan nya


"Kenapa mama seperti itu? Siapa wanita yang mama tangkap"


"Entah lah, Sayang. Aku dan Revan juga tidak tahu,"


"Kita harus lapor polisi dan selamat kan wanita itu," menurut Caca, tindakan Elsa sangat lah keterlaluan. Ia tidak bisa memaafkan ibu nya lagi.


"Kita tidak bisa lapor polisi!" ucap Arvan.


"Tapi kenapa?"


"Karena mama mu memiliki jaringan mafia yang sangat kuat, bahkan polisi pun tak akan sanggup dan berani, bahkan beberapa di antara mereka bekerja sama dengan jaringan mafia. Itu akan membuat kita semakin sulit," sambung Revan.


"Lalu, kita harus bagaimana?"


"Kita akan melacak di mana mereka, dan akan menyelamatkan wanita itu tanpa campur tangan polisi,“


" Aku akan menghubungi temen ku yang bisa melacak keberadaan seseorang. Aku akan meminta bantuan pada nya," ucap Arvan. Ia pun menghubungi temannya itu.


"Sebentar lagi teman mu akan datang ke sini,"


"Aku ikut," pinta Caca.


"Tidak bisa, Sayang! kondisi kamu masih sangat lemah, ini sangat berbahaya."


"Tapi aku mau ikut!"


"Aku tidak ingin kau kenapa-kenapa, Sayang. Mengerti lah!"

__ADS_1


"Aku ingin ikut!" Arvan pun mengusap wajah nya dengan kasar


"Baik lah, kau boleh ikut. Tapi, kamu gak boleh turun dari mobil!" Caca pun mengangguk dan menyetujui permintaan Arvan. Teman Arvan yang bernama Rangga pun datang menghampiri mereka. Arvan menceritakan segala nya dan meminta bantuan Rangga untuk melacak posisi Elsa saat ini. Mereka pun sudah mendapat kan posisi Elsa saat ini dan bergegas pergi. Dokter juga mengizinkan Caca untuk pulang kerumah.


******


Elsa menyiksa Kaynara dengan sangat perlahan namun menyakit kan. Ia meminta orang suruhannya untuk menikmati tubuh Kaynara secara bergilir. Bahkan, mereka memperlakukan Kaynara seperti binatang. Elsa tertawa puas menyaksikan itu semua, Kaynara menangis dan berdoa dalam hati nya.


"Ayah, Ibu. Tolong Kaynara, sakit." batin nya. Kini, Kaynara ber nasip sama seperti almarhum ibu nya. Di siksa, di perkosa secara bergilir, bahkan di suruh meminum air urin salah satu orang suruhan Elsa. Pandangan Kaynara gelap, ia seperti tidak sadar lagi apa yang terjadi. Hanya terasa sakit di seluruh tubuh nya.


"Ayo, menangis lah! menangis! haha,"


"Ini semua belum ada apa-apa nya dengan apa yang sudah kakek mu perbuat pada ku dulu!" Elsa begitu sangat puas.


"Bu-bunuh saja aku se-sekarang agar kau puas!" ucap Kaynara dengan nada yang melemah.


"Tenang saja! aku pasti akan membunuh mu, tapi tidak sekarang! aku masih ingin bermain dengan mu, Cantik! Haha" Elsa begitu sangat puas. Elsa mengambil pisau kecil yang sangat tajam dari atas meja ia mendekati tubuh Kaynara yang penuh dengan luka.


"Wajah mu sangat cantik, bagaimana jika aku merusak nya ya," Elsa menyayat wajah Kaynara perlahan


"Atau di sini juga," Elsa merobek sedikit kulit dada Kaynara. Darah keluar dari tubuh nya, Kaynara menangis kesakitan. Elsa menikmati jeritan Kaynara.


"Cukup mama!" Caca berteriak menghentikan aksi kejam ibu nya, Elsa membalikkan tubuh nya dan melihat Caca yang datang bersama Revan, Arvan dan Rangga. Revan,Arvan, dan Rangga melawan orang suruh Elsa yang berjumlah 10 orang. Elsa melihat Caca yang mendekati diri nya dengan berjalan sedikit pincang.


"Tolong, hentikan kegilaan ini mama!"


"Sayang, sebaik nya kau ajak suami dan mantan suami mu pulang! jangan ikut campur urusan mama!" Elsa mencoba memperingati Caca.


"Lihat lah kaki mu, apa itu belum cukup sebagai peringatan mama, Sayang?" kali ini nada Elsa sedikit mengancam.


"Jangan lagi, Mama! Tolong! Lepas kan wanita ini. Ia tidak bersalah, mengapa mama ingin menyakiti nya?"


"Kau ingin tahu siapa dia, Sayang? dia adalah saudara mu sepupu mu. Dia adalah cucu dari orang yang sudah menghancurkan hidup dan mama,"


"Mengapa mama menjadi tidak punya hati seperti ini ma?"

__ADS_1


"Karena kakek nya, yang telah mengajarkan mama untuk bersikap kejam,"


"Aaaaa," teriak Kaynara, Lagi-lagi Elsa menyayat wajah mulus Kaynara.


"Cukup ma! atau" Caca mengambil pistol yang ada di lantai, punya salah satu suruhan Elsa yang berhasil di kalah kan oleh Rangga.


"Atau apa?" tantang Elsa.


"At-atau Caca akan menembakkan pistol ini ke mama!" ucap nya memegang pistol dengan tangan yang gemetar, bibir dan tangan Caca gemetar. Ia tak pernah memegang pistol apalagi menyakiti orang lain. Elsa yang melihat Caca gemetar pun tersenyum licik. Ia tahu, putri nya takkan berani melakukan itu. Elsa ingin menyakiti Kaynara kembali


Dor!!


Suara tembakan berbunyi, Elsa langsung jatuh di tempat, Caca menjatuh kan pistol tersebut dan bergemetar hebat. Ia sudah menembak pistol tersebut tepat ke arah dada Elsa. Arvan dan Revan mendengar suara tembakan itu langsung menoleh dan mendekati Caca. Sedangkan,Rangga. Ia menolong Kaynara yang sedang tidak sadar kan diri dan membawa nya kerumah sakit. Caca masih gemetaran.


"Ma-mama," ucap nya gemetar, Arvan memeluk Caca dan menenangkan nya. Tidak lama kemudian, polisi datang dan mengamankan orang-otang suruhan Elsa. Sebagian lagi membawa tubuh Elsa yang tidak berdaya. Begitu banyak darah yang mengalir. Sebelum menuju tempat kejadian, Rangga meminta bantuan pada temannya yang polisi tanpa sepengetahuan mereka.


"Ap-apa yang ku lakukan," Caca menangis histeris, ia tidak menyangka akan menjadi pembunuh, Caca telah membunuh ibu kandung nya sendiri dengan tangan mulus nya.


"Ak-aku ti-tidak bermaksud me-lukaii-ibu ku sendiri," ia menatap kedua tangannya yang gemetar. Caca tidak bermaksud untuk melukai Elsa. Ia hanya ingin memperingati Elsa saja, Namun rasa panik nya melihat Kaynara yang menjerit kesakitan akibat penyiksaan yang di lakukan oleh Elsa ia tidak sengaja menekan pistol tersebut dan menembak Elsa.


"Sayang, Tenang lah!" ucap Arvan. Namun Caca masih ketakutan


"Ca, tenang lah!" pinta Revan. Ia yakin, Caca tidak sengaja melakukan ini. Polisi meminta mereka ikut ke kantor untuk memberikan keterangan. Arvan memegangi istri nya berjalan, Caca melangkah kan kaki nya dengan perlahan dan dengan tubuh yang masih gemetar.


"Aku menyakiti ma-m-ma"


"Aku menyakiti ibu ku sendiri," gumam nya dalam hati, ia pun menetes kan air mata dengan pandangan yang kosong.


****


Hai kak, pasti banyak yang bingung dan nanyak kenapa kok ada orang baru? Apa hubungannya Kaynara di cerita ini? kok jadi nya gak nyambung.


Nih sangrainily kasih tau ya kak. Kaynara ini sangra buat untuk menghilang kan peran Elsa ya kak. Biar cerita nya juga gak terlalu banyak konflik nya.


mohon dukung terus cerita ini dengan cara like dan berita vote poin ya kak. Salam sayang dari sangrainily untuk kalian💕

__ADS_1


__ADS_2