
Revan terdiam sejenak, ia merasa tak enak hati karena tingkah nya tadi Ibu mertua pun menjadi marah, bukan hanya padanya namun juga kepada isteri dan anak nya. Revan berencana untuk berbicara kepada sang ibu mertua namun tangan nya di cegah oleh sang isteri.
Revan menoleh ke arah Shinta, ia tak menyadari kapan isteri nya tepat berada di dekat nya.
Shinta menggeleng mengisyaratkan kepada Revan untuk tidak membuat suasana menjadi runyam.
"Aku hanya ingin meminta maaf kepada mama, itu saja."
"Ini bukan waktu yang tepat, setelah semua nya mencair. Kita akan kembali ke sini, aku yakin Ibu pasti tak akan marah lagi kepada kita." ujar Shinta yang memberikan pengertian kepada suami nya. Revan pun mengangguk, menuruti ucapan sang isteri.
__ADS_1
Setelah selesai memasuki barang-barang ke bagasi, mereka pun kembali pulang ke rumah. Kali ini, Ibu Syafa tidak lagi menyambut kepergian mereka hal itu pasti membuat Shinta sedih.
Begitu juga dengan Syifa yang bingung dengan perubahan dari nenek nya. Ia ingin bertanya kepada mama nya namun melihat wajah Shinta yang murung, Syifa mengurungkan niat nya. Ia tahu, pasti ada yang tidak baik di antara mama dan nenek nya.
Di dalam mobil, Shinta terdiam dan memikirkan perubahan ibu nya. Ingin sekali ia memeluk dan menangis di pelukan sang ibu.
Syifa yang tahu jika mama nya sedang terluka pun tanpa mengucapkan satu kata langsung memeluk nya. Shinta seakan di berikan kekuatan saat diri nya sedang rapuh, sekuat itu ikatan ia dengan sang anak sambung.
Di sisi lain, Ayah Gunawan yang merasa ada sedikit kerenggangan di antara isteri dan anak mantu nya pun langsung bertanya kepada sang isteri apa yang sebenarnya terjadi. Ibu syafa membuang nafas dengan kasar dan perlahan, lalu menceritakan semua kejadian itu kepada suami nya.
__ADS_1
Kini, Ayah Gunawan mengerti apa yang telah terjadi. Dia tidak menyalahkan salah satu pihak, karena Ayah Gunawan tau ke dua nya hanya lah salah paham. Terutama kondisi isteri nya yang seperti ini. Ayah Gunawan tahu, jika sang isteri tak benar-benar marah kepada Shinta dan juga Revan.
Sudah lama, mereka tidak memiliki anak yang masih kecil, pertemuan mereka dengan Caca dan Kaynara juga saat mereka sudah dewasa. Mungkin, hal itu yang membuat naluri Ibu Syafa menjadi sangat sensitif apalagi Reyhan memiliki trauma yang sangat berat.
Di sini, Revan juga tidak sepenuh nya salah. Mungkin, ia merasa dilema saat salah satu bagian dari masa lalu isteri nya datang apalagi wajah Reyhan sangat mirip seperti almarhum ayah nya.
"Coba katakan mas, apakah yang di lakukan oleh menantu kita itu benar? Dan yang paling saya tidak mengerti, sudah tahu suami nya salah. Tata tetap saja membela suami nya itu!" untuk pertama kali nya setelah berpuluh-puluhan tahun, ibu Syafa mengungkap kan kekesalan nya.
Ayah Gunawan tersenyum, ia melihat sifat isteri nya saat anak mereka Shinta masih kecil. ibu Syafa memang seperti itu, dia takut jika anak mereka terluka sedikit pun dan akan menjadi wanita yang sangat bawel. Ibu syafa melirik ke arah suami nya. Wajah nya cemberut, mengapa suami nya itu malah tersenyum padahal tidak ada yang lucu.
__ADS_1
Ayah Gunawan pun mendekati dan langsung memeluk isteri nya dengan erat, mengecup seluruh wajah Ibu Syafa dengan manja