Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Baby Alan dan Alana


__ADS_3

Kehadiran si kembar Alan dan Alana semakin membuat keluarga mereka bahagia, kesembuhan Syafa juga semakin hari semakin membaik. Shinta menatap langit kamar rumah sakit yang ia saat ini dia tempati.


"Ray, sekarang baby Alan dan Alana sudah lahir" gumam nya dalam hati, ia menghapus air mata yang mengenang di kedua sudut mata nya. Shinta percaya di setiap masalah yang dulu ia hadapi kini di gantikan oleh kebahagiaan yang gak akan bisa ia tukar dengan apapun.


Cekrek!


Shinta menoleh ke arah pintu yang terbuka, ia tersenyum melihat Revan berdiri di depan pintu dan mendekat ke arah nya


"Selamat pagi sayang" ucap Revan mengecup kening Shinta


"Pagi sayang" jawab nya. Shinta melihat ke arah pintu seakan mencari seseorang, Revan seolah mengerti saat ini isterinya sedang mencari siapa

__ADS_1


"Syifa gak ikut, soalnya tadi malam Syifa tidur di rumah Caca" Shinta pun mengangguk mengerti, sebenernya ia sangat merindukan Puteri sulungnya.


"Gimana keadaan kamu? masih sakit perut nya?" Revan mengelus perut Shinta


"Udah gak terlalu sakit, apalagi kalau ada kamu dan ketiga anak kita" ucapnya


"Udah pandai gombal sekarang ya" Revan menciumin pipi Shinta dengan begitu gemas, Shinta tertawa geli


"Permisi" Shinta dan Revan pun serentak menoleh ke arah pintu, perawat membawa si kembar Alan dan Alana menggunakan box bayi. Shinta menepis tangan Revan agar menjauh dari perut nya, walau sudah memiliki anak Shinta begitu malu jika ada yang melihat kemesraan mereka. Perawat itu pun mendekat membawa si kembar Alan dan Alana. Setelah itu perawat meninggalkan si kembar dan pamit untuk keluar. Revan mengangkat tubuh mungil Alana terlebih dahulu dan memberikan baby Alana ke Shinta. Lalu Revan menggendong baby Alan, mereka berdua begitu sangat bahagia menggendong si kembar Alan dan Alana.


"Anak papa, iya nak"

__ADS_1


"Anak mama juga yakan sayang" si kembar Alan dan Alana pun tertawa kecil menunjukkan mulut nya yang belum tumbuh gigi membuat Shinta dan Revan merasa gemas


"Kapan kami bisa pulang kerumah?" Shinta menatap suaminya


"Kemungkinan lusa kalian sudah kembali kerumah, iya kan sayang" lagi lagi ke fokusan Revan hanya untuk Alan.


"Papa, Alana juga mau dong di gendong papa yakan nak" ucap Shinta namun Revan tak ada jawaban ia masih fokus pada baby Alan. Shinta melihat semenjak kehadiran si kembar. Revan hanya fokus kepada Alan saja. Revan lebih sering menggendong dan mengajak bicara Alan, sedang kan Alana ia berikan kepada Shinta. Bukannya Shinta tak bahagia, namun Shinta ingin Revan bersikap adil kepada ketiga anak mereka. Shinta tak mau ribut, ia memilih diam dan membicara kan nya nanti saja setelah mereka di rumah, mungkin ini hanya perasaan Shinta saja. Baby Alan dan Alana pun tertidur pulas di dalam gendongan mereka. Ketika melihat Alana tersenyum, Shinta seperti melihat kehadiran Rayhan. Senyum manis Alana yang memiliki lesum pipi seperti almarhum Rayhan. Shinta tersenyum dan mencium baby Alana. Sedangkan Revan masih asyik memandangi wajah imut baby Alan.


"Anak papa, suatu saat akan meneruskan perusahaan papa ya nak"


"Ketiga anak kita akan meneruskan perusahaan papa nya"

__ADS_1


"Tapi baby Al yang akan menjadi pewaris untuk perusahaan keluarga kita sebab ia anak laki-laki"


"Laki-laki dan perempuan sama saja, aku harap kau tak akan memaksa ketiga anak ku untuk mengikuti semua keinginanmu, lagian mereka masih sangat kecil. Belum saatnya membahas tentang perusahaan" ucap Shinta. Revan pun tak mau membantah, Revan mengembalikan baby Alan ke box bayi terlebih dahulu lalu ia mengambil ahli baby Alana dari tangan Shinta, Revan mencium kedua pipi baby Alana dan meletakkan Alana di sebelah Alan.


__ADS_2