
"Terimakasih sudah menyayangi anak ku seperti anak mu sendiri." Caca mengecup pipi Arvan.
"Anak mu anak ku juga. Mereka anak-anak kita."
Caca pun memeluk suami nya dengan erat
"Aku mencintai mu." ucap Caca dengan perasaan terharu.
"Aku juga sangat mencintaimu." Arvan membalas pelukkan Caca lalu mengecup bibir tipis milik Caca.
**********
__ADS_1
Di tempat lain, ada Kaynara yang senyum-senyum sendiri, bagaimana ia tak merasa bahagia baru saja Rangga datang dan memberi kan nya sebuah cincin dan bunga yang terdapat surat berisi WILL YOU MARRY ME?
Iya, benar. Rangga melamar nya dan sudah membicara kan tanggal pernikahan yang akan segera di langsung kan. Besok Kaynara akan kembali ke rumah Syafa. Orang tua angkat nya, ia akan memberitahu kabar baik ini besok pada semua orang. Kaynara turun dari ranjang dan menuju cermin yang tidak terlalu besar yang lengket di ruangan itu. Ia memandangi wajah nya yang tersenyum tersipu, sangat jelas di mata nya menyinar kan kebahagiaan. Ia memegang jantung nya yang berdetak kencang.
"Mengapa ini? apa aku menyukai nya?" ucap Kaynara yang sedang berdiri memandangi diri nya di depan cermin. Semua yang melihat diri nya pun masih tau bahwa wanita ini sedang bahagia.
"Apa kau sebegitu senang nya hingga tak melihat ku datang? ayo beritahu aku apa yang membuat mu sangat bahagia." tanya perawat yang selama ini mengurus Kaynara. Nama nya adalah Aini. Gadis cantik yang sebaya dengan Kaynara. Memiliki kulit putih, rambut panjang dan hidung mancung. Semenjak Kaynara di rawat Aini yang selalu menjaga dan mengurus nya. Hal itu yang membuat mereka menjadi dekat dan bersahabat.
"Hey, jangan membohongi ku ya! aku tahu kau sangat bahagia. Wah apa ini, bunga?" Aini melihat bunga yang begitu indah dan membaca surat yang berisi Will you marry me.
"Pria itu melamar mu? aku ikut senang Kay. Selamat." heboh Aini yang langsung memeluk sahabat baru nya itu.
__ADS_1
"Ayo kata kan bagaimana orang nya? apakah ia tampan seperti artis korea? atau pemain india? ayo kata kan bagaimana wajah nya."
"Kau ini terlalu banyak bicara! Bagaimana aku bisa menjawab pertanyaan mu yang begitu banyak? sudah lah nanti kau akan tahu sendiri bagaimana wajah nya." kedua nya melepas kan peluk kan mereka.
"Ayo lah beritahu aku bagaimana wajah nya?"
"Nanti dia akan datang, kau tunggu saja dan lihat bagaimana paras nya." jawab Kaynara yang kembali tersenyum mengingat Rangga. Aini memonyong kan mulut nya dan bergerutu tidak jelas.
"Kau ini tidak asyik sekali. Bagaimana aku bisa melihat wajah nya. Ia datang selalu malam sedang kan sore aku sudah harus kembali ke rumah. Dan menjaga ibu ku yang sedang sakit. Aku tidak bisa membuang waktu ku hanya menunggu kekasih mu itu."
"Kalau begitu lihat saja nanti saat pesta pernikahan kami. Kau harus datang Ai. Semenjak aku di rawat di sini kita menjadi dekat. Walau begitu singkat rasa nya aku menemukan teman ku. Aku sedari kecil tidak mempunyai teman bercerita."
__ADS_1
"Sudah lah, Kay! tidak usah bersedih mengingat masa lalu. Yang terpenting aku di sini dan akan selalu menjadi sahabat mu di saat suka mau pun duka." jawab Aini yang kembali memeluk Kaynara