Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2- Maaf


__ADS_3

Kaynara masuk ke dalam dengan langkah yang gemetar dan menangis


"Ka-kakak," ucap nya dengan bibir yang gemetar, Caca dan Shinta yang mendengar langsung melepas kan pelukkan mereka. Mereka berdua menoleh ke arah Kaynara yang sedang menangis.


"Kaynara," Caca berdiri dan mendekat ke arah kaynara.


"Maaf kan aku, kak." Caca menahan tubuh Kaynara yang hampir terjatuh ke lantai.


"Kay, ada apa? berdiri lah!" perintah Caca. Kaynara pun bangkit dengan tangan dan bibir yang ber gemetar.


"Maaf kan aku," Kaynara langsung memeluk Caca dengan tangisan yang terisak. Caca, Shinta dan semua yang ada di ruangan itu tak mengerti. Sebelum nya, Kaynara wanita yang sangat angkuh dan dingin. Tapi, sekarang. Kaynara yang di hadapan mereka seperti adik kecil yang meminta ampun kepada kakak nya. Caca melepas kan pelukkan mereka.

__ADS_1


"Kay, Ada apa?"


"Maaf kan aku, aku salah paham padamu." Kaynara memegang dan mencium pucuk tangan Caca.


"Aku mengira, kau hidup dengan mewah dan penuh kasih sayang dari kedua orang tuamu. Tidak seperti aku yang harus bekerja dari pagi sampai malam agar bertahan hidup. Tapi, nyata nya. Kau juga sangat menderita, maaf kan aku," Caca pun ikut menangis dan memeluk Kaynara kembali.


"Kau juga banyak menderita, tak seharus nya kau menerima sikap tidak baik dari ku. Ini semua bukan salah mu, Kak," Shinta pun tersenyum, amarah nya menghilang. Ia bersyukur, Kaynara sudah berubah dan menyadari bahwa apa yang terjadi pada nya bukan lah salah Caca. Sudah seharusnya sebagai seorang saudara mereka saling mengasihi dan melindungin. Kaynara melepaskan pelukkan nya pada Caca dan melihat ke arah shinta. Kaynara meminta maaf atas apa yang ia lakukan tadi, tak seharus nya ia membentak anak Shinta. Kaynara merasa sangat bersalah. Shinta tersenyum dan memegang bahu Kay.


"Aku berjanji kak, Aku berjanji tidak akan kasar lagi pada Syifa, maaf kan aku kak," Shinta pun memeluk Kaynara lalu melepaskan pelukkan itu


"Aku memaafkan mu," Ya, begitu lah Shinta. Walau pun ia sangat tegas, namun shinta wanita yang sangat lembut dan penuh kasih. Shinta mengelus pipi Kaynara dengan penuh kasih. Ia tahu, saat ini yang Kay butuhin adalah kasih sayang dan dukungan dari orang orang di sekitar nya. Mereka sangat bahagia. Caca dan Shinta mengajak kaynara untuk bertukar cerita tentang kehidupan mereka. Sering di selingin canda tawa, terkadang juga air mata mengingat masa kelam yang mereka hadapin. Sedangkan, Revan dan Arvan mereka memilih ke kamar si kembar Alan dan Alana dan bermain bersama mereka.

__ADS_1


"Apa kau tahu, Kay. Dulu, Ibu ku pernah membawa seorang gadis berusia 14 tahun ke rumah. Ibu, Ayah dan aku sangat menyayangi nya. Namun, ia pergi dari rumah. Kami mencari nya kemana pun tapi tidak juga ada. Aku, Ibu, Ayah sangat merindukan nya." Kaynara yang mendengar ucapan Shinta menetes kan air mata dengan tidak sadar.


"Aku juga merindukan kalian,"


"Kay, kenapa kamu nangis?" tanya Shinta. Caca langsung menoleh ke arah Kaynara.


"Iya, Kay. Kamu menangis?"


"Tid-aak, eh. Maksud aku, Iya," Kaynara menghapus air mata nya.


"Aku merasa sangat terharu, andai aku memiliki keluarga seperti itu," Caca dan Shinta langsung memeluk Kaynara.

__ADS_1


"Jangan bicara seperti itu! Kita ini juga keluarga mu, kamu akan mendapat kan kasih sayang yang akan kamu dapat kan sejak dulu," ucap Shinta.


__ADS_2