
Caca menatap suami nya yang berbaring tidak sadar kan diri di kasur tempat tidur. Hati nya sangat hancur, ia tiada henti berdoa untuk kesembuhan sang suami.
Lily merangkul Caca, memberikan ketenangan kepada nya..
"Sabar ya nak."
"Ini salah Caca ma, seharusnya Caca tidak memaksa kan liburan padahal anak-anak juga tidak ingin liburan. Jika Caca tidak memaksa kan kehendak ini semua tidak akan terjadi."
"Sudah sayang, jangan menyalahkan diri mu sendiri untuk itu. Sudah ya nak?"
Bagaimana hati Caca bisa tenang jika Arvan berada di ruang ICU dan tak sadarkan diri
Lily hanya bisa berdoa untuk kesembuhan Arvan.
Lily pun mengajak Caca untuk kembali ke kamar nya, Caca menolak namun Lily mengatakan jika Caca juga harus memikirkan keadaan nya sendiri.
"Sayang, kamu harus sembuh terlebih dahulu. Jangan menangis, ingat anak-anak mu di rumah."
Caca mengatakan jika ia tidak sanggup tanpa suami nya.
"Jangan terlalu banyak berfikir nak, kamu harus percaya jika suami mu akan baik-baik saja."
__ADS_1
Caca mengangguk, ia pun berharap seperti itu.
Lily mengajak Caca untuk kembali ke kamar Caca, dan membantu Caca membaringkan tubuh di atas tempat tidur.
"Ma, Pa terimakasih ya karena sudah bersedia menjaga Caca di sini."
"Iya sayang, kamu enggak perlu merasa seperti itu..Kamu juga anak kami."
Caca memeluk Lily, walau ibu nya sudah banyak melakukan kejahatan kepada keluarga nya Revan namun mereka masih tetap baik dan menyayangi Caca.
Mungkin, jika orang lain sudah membenci Caca.
Caca terisak di pelukan Lily, Lily membelai kepala Caca dengan lembut.
Pintu kamar Caca terbuka, terlihat ke dua orang tua Shinta pun menjenguk Caca.
Syafa yang panik melihat anak nya sakit langsung mendekati Caca, Lily pun melepaskan pelukan nya dari Caca dan sedikit mundur agar Syafa bisa lebih leluasa memeluk Caca.
"Nak kamu enggak apa-apa?"
Sebelum nya Shinta memberitahu ayah nya jika Caca dan Arvan mengalami kecelakaan.
__ADS_1
Mendengar kabar itu Gunawan langsung memberitahu istri nya Syafa mereka pun bergegas ke rumah sakit.
Caca membalas pelukan Syafa sudah lama mereka tidak bertemu.
"Ibu," ujar Caca dengan manja.
Caca memang begitu dekat dengan ke dua orang tua nya Shinta karena memang hubungan nya dengan Shinta juga sudah terikat satu sama lain..
Caca bersyukur memiliki keluarga seperti ke dua orang tua Shinta dan juga ke dua orang tua Revan.
Mereka menyayangi dan begitu perduli dengan nya. Bahkan papa nya sendiri saja tidak datang walau Caca sudah memberikan pesan kepada papa nya.
Syafa dan Lily bertanya mengapa Caca terlihat sedih, Caca menggeleng. Ia mengatakan jika diri nya merasa beruntung dan terharu memiliki keluarga seperti mereka.
Lily dan Syafa bersamaan memeluk Caca, mereka sudah menyayangi Caca seperti anak mereka sendiri.
Syafa juga ingin memperbaiki kesalahan nya, sudah cukup ia mengabaikan anak-anak dan ia akan memperbaiki semua nya.
Setelah Shinta jauh lebih tenang, Syafa akan menemui anak nya itu dan kembali meminta maaf.
Syafa tau jika ini semua kesalahan diri nya
__ADS_1