Ibu Sambung

Ibu Sambung
Rindu


__ADS_3

"Terimakasih ya nak, karena kamu bersedia memberikan ASI mu kepada anak nya Shinta. Kami sekeluarga sangat berjasa pada kamu."


"Jangan bicara seperti itu ma, kita adalah keluarga. Caca menyayangi anak-anak Shinta seperti Caca menyayangi anak Caca sendiri. Lagipula, Shinta begitu berjasa, dia mengisi kekosongan di hidup syifa. Caca nggak akan melupak kan itu."


Baby Khanza menangis, Caca mengambil bayi nya dari gendongan Arvan. Caca pun memberikan ASI nya kepada baby nya. Caca juga memompa ASI miliknya untuk di minum anak Shinta nanti.


Caca berpamitan kepada Mama Lili untuk menjenguk Shinta di rumah sakit. Mama Lili menawarkan agar baby Khanza tinggal saja di sini karena rumah sakit tidak bagus untuk bayi. Caca pun menitipkan Khanza kepada mama Lili.


"Sayang, sama Oma dulu ya? Mama mau jenguk bunda dulu." ucap Caca kepada anaknya. ASI yang di pompa Caca juga banyak cukup untuk bayi nya dan bayi Shinta.

__ADS_1


*******


Sesampai di rumah sakit, Caca memasukki ruangan yang di tempati oleh Shinta. Terlihat Shinta sedang tertidur pulas di temani oleh Revan. Caca dan Arvan mendekati Revan. Bertanya apa yang terjadi, Shinta sakit apa. Revan pun menjelaskan jika tensi Shinta begitu rendah dan butuh istirahat yang cukup.


"Apakah dia baik-baik saja?"


"Aku berharap jika dia akan segera pulih. Kenapa kalian ada di sini?"


"Iya, aku juga paham kok. Mama pasti sangat repot sekali, apalagi si kembar yang terkadang membuat gaduh."

__ADS_1


"Tidak, si kembar sangat pengertian bahkan mereka membantu pengasuh menjaga adik mereka. Apakah ibu udah kemari?"


"Belum, tadi ayah telepon jika mereka dalam perjalanan kemari. Kemungkinan ayah dan Ibu singgah kerumah untuk melihat cucu-cucu nya." Caca pun mengangguk mengerti, ia melihat sahabat nya yang masih terbaring lemah. Membuat hatinya menjadi sedih, Caca berharap jika Shinta segera membaik.


"Kalian jangan berdiri saja, duduk lah! Aku sampai lupa menawarkan kalian duduk." ujar Revan. Caca dan Arvan pun duduk di sofa rumah sakit, Revan mengambil kan kelas VVIP untuk isteri nya. Jadi hanya ada Shinta di ruangan itu juga fasilitas untuk para tamu yang menjenguk.


Caca meletakkan makanan dan buah-buahan yang tadi ia beli di jalan untuk Shinta makan. Caca menunggu Shinta sadar namun sahabat nya itu belum kunjung sadar.


Tak lama kemudian, Ibu Syafa dan suami nya Gunawan pun sampai, Caca berdiri menghampiri orang tua angkatnya tersebut. Caca menangis memeluk ibu Syafa.

__ADS_1


"Caca rindu Ibu, kemarin kita belum sempat mengobrol banyak. Sekarang kita bertemu di kondisi yang kita nggak ingin Bu." tangis Caca di dalam pelukkan ibu Syafa. Ibu Syafa pun membelai rambut Caca dengan penuh kasih sayang.


"Sudah ya nak, Tata akan baik-baik saja. Kamu jangan khawatir atau terlalu stres. Ibu nggak mau kamu juga sakit, kalian anak-anak ibu. Jangan sampai kamu ikutan jatuh sakit ya nak."


__ADS_2