
"Tanya kan saja pada wanita tidak tahu diri ini!" Shinta pun berlalu pergi meninggal kan mereka yang ada di luar. Revan mengikutin isteri nya ke dalam
"Ada apa ini, Kay?" tanya Caca dengan lembut pada Kaynara. Bukan nya menjawab pertanyaan dari Caca, Kaynara malah pergi begitu saja meninggal kan Caca dan Arvan. Caca yang merasa begitu bingung melihat ke arah suami nya seakan meminta jawaban. Namun, Arvan mengangkat bahu nya.
"Ayo, kita masuk dan tanya kepada Revan," ajak Arvan. Caca pun mengikuti suami nya dan masuk ke dalam rumah Shinta. Terlihat shinta yang duduk di sofa dengan wajah yang tak bersahabat
"Dasar tidak tahu diri! memang nya siapa dia, cih!" umpat Shinta. Revan pun mencoba memenangkan Shinta
__ADS_1
"Tenang lah dahulu, Sayang!"
"Bagaimana aku bisa tenang,"
"Van, Ta. Sebenarnya, ada apa ini?" tanya Caca.
"Duduk lah kalian dulu," Revan mempersilah kan Caca dan Revan duduk. Setelah Caca dan Arvan duduk di harapan Revan dan Shinta. Revan pun menjelaskan semua nya kepada Caca dan juga Arvan. Caca menghembus nafas nya dengan frustasi
__ADS_1
"Ini semua bukan salah kamu kok, memang dia aja yang enggak tahu diri,"
"Enggak, Ta. Ini semua karena aku, karena mama aku. Kaynara harus menderita dan menghadapi ini semua,"
"Enggak! Iya aku akuin, ini semua karena ulah mama mu. Tapi, ini bukan lah salah mu, Ca. Stop! berhenti menyalah kan diri kamu sendiri! Aku bosen ya! Aku bosen denger kamu selalu menyalah kan diri kamu atas kejahatan yang udah di buat oleh mama kamu,"
"Tapi aku anak nya, Ta. Kesalahan mama aku juga kesalahan aku,"
__ADS_1
"Enggak! Kamu bukan penyebab dari ini semua," Shinta mendekap Caca yang menangis di dalam pelukannya. Caca mengerat kan pelukkan itu. Caca tak tahu apa yang harus ia lakukan, di satu sisi kondisi Elsa saat ini sangat sekarat dan satu sisi ada wanita yang tak berdaya menderita akibat ulah dari ibu nya. Caca semakin terisak di dalam pelukkan Shinta.
"Kamu juga banyak menderita karena perbuatan Ibu mu. Kamu kehilangan orang yang kamu cintai dulu karena ibumu, kamu harus jauh dari Syifa anak kamu sendiri selama bertahun-tahun. Kamu gak bisa dekat sama anak kamu karena Ibu mu yang jahat itu. Kamu harus kehilangan semua orang yang kamu cintai karena dia. Dan jangan lupa, baru-baru ini kamu juga kehilangan janin kamu karena siapa? Karena wanita yang kamu bilang Ibu kamu. Jadi stop! berhenti menyalah kan diri kamu sendiri atas penderitaan orang yang di lakukan oleh Ibu mu, kamu udah cukup menderita,Ca."ucap Shinta kembali. Caca semakin terisak di dalam pelukkan Shinta. Kaynara yang mendengar semua percakapan Caca dan Shinta dari luar menangis. Ia tak menyangka, bahwa Caca juga menderita selama ini, ia mengira bahwa Caca hidup bahagia tidak seperti diri nya yang menderita. Namun, ia salah. Caca juga menderita, bahkan Caca lah orang yang paling menderita, Ibu kandung nya sendiri yang tega menghancurkan kehidupan dan kebahagiaannya. Kaynara merasa sangat bersalah, ia tak seharus nya membenci Caca hanya karena ia Puteri dari wanita yang membunuh dan menghancurkan keluarga nya. Caca juga menderita, tidak jauh beda dari diri nya.