Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Keras Kepala


__ADS_3

Shinta menatap Kaynara yang sedang tertidur pulas dari luar kaca kamar inap Kaynara.


"Ini bukan lah hal yang mudah bagi Kaynara,"


"Namun mau sampai kapan kita semua terpuruk? saat ini Kaynara butuh dukungan kita, suka tidak suka ia harus menjalani kehidupan nya yang sekarang. Tugas kita untuk selalu mensuport dan selalu ada di saat ia terpuruk!“ ucap Revan


" Aku setuju dengan Revan, Kaynara harus bangkit dan titik terendah nya. Dan untuk membantu ia bangkit kita harus bisa melewati massa sedih ini. Aku yakin, Rangga akan bisa membahagiakan Kaynara."Sambung Arvan. Caca berjalan mendekat ke arah Rangga ia memohon pada Rangga dengan air mata berlinang


"Aku mohon, bahagia kan lah adik ku." Shinta mendekati Caca dan mendekap wanita itu.


"Tenang lah Ca, jangan terlalu banyak pikiran. Jangan membuat kesalahan yang sama, ingat janin yang ada di kandunganmu!“ Shinta memeluk Caca dengan erat.


" Mungkin janji ku pada kalian bisa saja ku ingkari. Tetapi, aku berjanji pada diri ku sendiri akan berusaha membuat Kaynara dan anak nya bahagia. Aku akan melindungi mereka segenap jiwa ku." ucap Rangga mencoba menenang-kan mereka semua.


"Sebaik nya kalian pulang lah, biar aku yang akan menjaga nya di sini." pinta Rangga

__ADS_1


"Enggak! kita akan di sini untuk menjaga Kaynara."


"Pikir kan tentang kandungan kalian berdua!"


"Bawa lah isteri kalian pulang. Aku akan menjaga nya di sini."


"Sayang, ayo kita pulang!" ajak Arvan pada Caca.


"Tidak, Sayang! aku akan menunggu dan menjaga Kaynara di sini."


"Kenapa kalian sangat keras kepala? aku tau kalian sangat menyayangi Kaynara tapi apa kau tidak memikir kan janin yang ada di kandungan mu? apa kau ingin keguguran untuk ke dua kali nya Ca?" bentak Revan pada Caca. Caca pun terdiam membisu


"Cukup Van! kamu keterlaluan." Bentak Shinta pada Revan.


"Keterlaluan? siapa yang keterlaluan? Aku atau kalian! Mengapa kalian sangat keras kepala sekali!" bentak Revan.

__ADS_1


"Kau tau bahwa Caca sangat lemah, pikir kan kondisi kandungan nya yang lemah, dan kau! apa kau tidak berfikir. Ada tiga orang anak yang sedang menunggu mu di rumah, apalagi ada janin di kandungan mu. Seharus nya kau tidak melupakan kewajiban mu sebagai seorang Ibu! Kalian melaksana kan tugas kalian sebagai seorang kakak namun mengabaikan tugas kalian sebagai seorang ibu!" kesal Revan.


"Aku juga menyayangi Kaynara, aku mengkhawatir kan keadaan nya. Namun lihat! Ada Rangga yang menjaga dia di sini. Sedang kan anak-anak kita? siapa yang menjaga kalau tidak kita sebagai orang tua mereka. " Shinta dan Caca pun terdiam.


"Sudah lah, kalian jangan bertengkar! Sayang ayo kita pulang, apa kau ingin melihat shinta dan Revan bertengkar di sini?" ucap Arvan pada Caca. Caca pun menuruti permintaan suami nya.


"Ta, ayo kita pulang! kasihan syifa dan si kembar sudah menunggu kita. Mereka juga tadi belum sempat sarapan kan?"


"Baik lah, ayo!" ajak Shinta pada Caca dan berjalan deluan melewati para suami mereka.


"Mengapa susah sekali membuat mereka mengerti," ucap Revan membuang nafas nya dengan kasar.


"Entah lah,"


"Sudah lah, kau diam saja! bahkan kau tak berani berkutik pada Caca!" ucap Revan pada Arvan. Ia tak mengerti mengapa Arvan bisa selalu sabar menghadapi sifat keegoisan wanita. Revan dan Arvan pun berpamitan pada Rangga dan mengikuti para isteri mereka.

__ADS_1


__ADS_2