Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Cemas


__ADS_3

Revan keluar dari ruangan dengan perasaan yang sangat kacau, bukan maksud nya membuat keributan. Tak lama, Syifa datang dan memegang bahu nya. Revan menoleh ke arah sang anak, tersenyum lalu menyuruh Puteri nya untuk duduk tepat di samping nya. Syifa pun menanyakan apa yang terjadi sehingga papa nya merasa sangat cemas.


"Tidak ada, Sayang. Papa hanya sedang menghirup udara segar saja." bohong Revan kepada sang Puteri. Syifa pun mengajak sang papa untuk berjalan-jalan sebentar di luar rumah sakit. Tanpa menolak, Revan dengan cepat mensetujui ucapan anak nya. Lagi pula, dirinya merasa sangat penat. Cuaca hari ini begitu sangat mendung dan sejuk, tanpa ia sadari. Sang anak sedang menoleh ke arah lain dan tidak melanjut kan langkah kaki nya. Dirinya yang merasa bingung pun mengikuti ekor mata sang anak. Di sisi lain ada seorang pria yang terlihat sebaya dengan anak nya. Dengan segera Revan menanya kepada Syifa apa yang terjadi.


"Sayang, ada apa? Kenapa kamu berhenti?"


"Ti-tidak, Papa. Ayo kita lanjut kan lagi perjalanan kita." Syifa menggandeng tangan Revan dan mengajak sang papa untuk mengililingi seluruh area rumah sakit.


"Cuacanya begitu sangat sejuk ya pa?" tanya Syifa kepada Revan. Revan mengangguk.

__ADS_1


"Iya, Sayang. Jika di lihat dari cuaca nya, mungkin sebentar lagi akan turun hujan. Benar saja ucapan Revan. Mendadak mereka berlari dengan tergesa-gesa karena air hujan yang begitu deras membasahi tubuh kedua nya secara tiba-tiba. Kedua nya pun basah kuyup.


Revan mengajak Puteri nya untuk pulang terlebih dahulu ke rumah dan mengganti baju mereka. Karena, Revan tak ingin Puteri nya sakit karena kehujanan.


"Sebaiknya kita pulang dahulu, kamu sudah terlalu basah. Papa nggak mau kamu sakit, Nak!" Revan dan Syifa segera masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil, Syifa terlihat sangat menggigil di akibat kan AC di dalam mobil yang menyala. Dengan sigap, Revan mematikan AC tersebut sebelum melajukkan mobil nya ke arah rumah. Revan menyelimuti sang anak dengan jas milik nya yang ada di dalam mobil.


"Ja-jangan terlalu ngebut, Pa! Itu sangat berbahaya." Revan mengangguk dan segera melajukkan pegal gas mobil nya.


********

__ADS_1


Shinta yang terbangun pun mencari anak dan suami nya yang tidak ada, ia mengingat kejadian sebelum nya yang ia bertengkar hebat dengan sang suami. Shinta memanggil Revan dengan nada yang lemah. Namun, Revan tak datang. Shinta ingin meminta maaf kepada Revan dan memberikan pengertian kepada suami nya agar Revan tak salah paham dengan diri nya. Mendengar Shinta yang terus saja berteriak memanggil suami nya. Mama Lili dan mama Syafa pun masuk kedalam ruangan.


"Sayang, apa kamu memerlukan sesuatu?"


"Ma, Dimana Revan? Kenapa dia nggak ada?"


"Tadi Revan dan Syifa keluar sebentar mencari udara segar. Mungkin, sebentar lagi mereka akan segera kembali. Kamu membutuh kan sesuatu? Biar mama yang siapkan untuk mu."


Shinta pun menggelengkan kepala nya, Ia bertanya kepada sang ibu mertua apakah suami nya masih marah. Dengan lembut, mama Lili memberikan ketenangan dan pengertian. Mama Lili juga mencoba menenangkan menantu nya itu dan berpesan agar sang menantu tidak terlalu memikirkan hal yang aneh-aneh.

__ADS_1


__ADS_2