Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Terlihat gugup


__ADS_3

Kaynara terbengung dan merasa bosan, ia terduduk di ranjang rumah sakit dan mengambil ponsel genggam dan handsfree milik nya. Ia memasang handsfree tersebut ke kuping nya untuk mendengar kan lagu yang ia rasa begitu bermakna dalam kehidupan nya. Kaynara mendengar dan ikut bernyanyi


 


*Febby Putri \- Usik*


 


*Tusuk halt gnay natagni gnajrenem


Tudusret uk ini gnaur tagnah malad


Tural halt gnay lah kaugnem


Tersesak beriring kabut


Menguak hal yang t'lah larut


Dalam hangat ruang ini kutersudut


Menerjang ingatan yang tlah kusut


Hanyut di dalam duniaku


Binasa seram kelam redup


Perlahan menjerit atas yang kuterima


Dari orang-orang yang tak paham


Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna


Kembalikanlah senyumku yang pergi


Secepat seperti di lahirkan lagi


Tiada yang meminta seperti ini


Tapi menurutku Tuhan itu baik


Merangkai ceritaku sehebat ini


Tetap menunggu dengan hati yang lapang


Bertahan dalam macamnya alur hidup

__ADS_1


Sampai bisa tiba bertemu cahaya


Tapi menurutku Tuhan itu baik


Tapi menurutku Tuhan itu baik


Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna


Kembalikanlah senyumku


Secepat seperti dilahirkan lagi


Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna


Kembalikanlah senyumku yang pergi


Secepat seperti dilahirkan lagi


Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna


Kembalikanlah senyumku yang pergi


Secepat seperti di lahirkan lagi*.


******


*Geisha \- Seandai nya aku punya sayap


Seandainya aku punya sayap


Terbang, terbanglah aku


Kucari dunia yang lain


Untuk apa disini


Seandainya dapat kau rasakan


Kejam, kejamnya dunia


Tiada lagi keadilan


Untuk apa ku disini


Menjerit dan menangis, pilu dan derita

__ADS_1


Merintih dan berdoa dimanapun berada


Seandainya aku punya sayap


Terbang, terbanglah aku


Kucari dunia yang lain


Untuk apa ku disini


Menjerit dan menangis, pilu dan derita


Merintih dan berdoa dimanapun berada


Oh-oh duniaku yang fana ooh


Menjerit dan menangis, pilu dan derita


Merintih dan berdoa dimanapun berada


Oh-oh duniaku yang fana ooh


Seandainya aku punya sayap


Terbang, terbanglah aku*


*********


Suara lemah lembut dan begitu merdu mengisi kekosongan ruangan tersebut, Kaynara menghayati setiap lagu yang ia dengar. Ia merasa, lagu tersebut yang tepat untuk mewakili perasaan nya. Karena terlalu menghayati lagu tersebut, Kaynara tidak sengaja menetes kan air mata nya. Kaynara sudah belajar untuk mengikhlaskan setiap yang terjadi. Namun, ia tetap lah wanita biasa dan lemah. Tidak mudah bagi nya untuk melupakan hal tragis yang menimpa diri nya. Kaynara kaget karena tiba-tiba merasakan tangan seseorang memegang pipi nya. Ia membuka mata nya perlahan


"Kau?"


"Ini, pakai lah!"


"Bukan kah tadi kau permisi untuk pulang?"


"Ya, aku memang permisi untuk keluar, tapi bukan untuk pulang ke rumah dan meninggal kan mu sendirian di sini. Aku akan menjaga mu dari luar ruangan. Tidak ku duga suara mu bagus juga." puji Rangga, pipi Kaynara memerah karena malu.


"Apa kau mendengar kan nya?"


"Bukan aku, tetapi telinga ku yang mendengar nya." Kaynara pun terdiam dan menunduk karena malu, ia terlalu terbawa suasana.


"Kau memiliki suara yang sangat merdu." puji Rangga kembali.


"Tidak, aku hanya iseng saja tadi. Dan aku tidak tahu, bahwa kau masih di luar ruangan dan mendengar kan aku bernyanyi." Kaynara terlihat sangat gugup

__ADS_1


__ADS_2