
Kaynara terbengung dan merasa bosan, ia terduduk di ranjang rumah sakit dan mengambil ponsel genggam dan handsfree milik nya. Ia memasang handsfree tersebut ke kuping nya untuk mendengar kan lagu yang ia rasa begitu bermakna dalam kehidupan nya. Kaynara mendengar dan ikut bernyanyi
*Febby Putri \- Usik*
*Tusuk halt gnay natagni gnajrenem
Tudusret uk ini gnaur tagnah malad
Tural halt gnay lah kaugnem
Tersesak beriring kabut
Menguak hal yang t'lah larut
Dalam hangat ruang ini kutersudut
Menerjang ingatan yang tlah kusut
Hanyut di dalam duniaku
Binasa seram kelam redup
Perlahan menjerit atas yang kuterima
Dari orang-orang yang tak paham
Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna
Kembalikanlah senyumku yang pergi
Secepat seperti di lahirkan lagi
Tiada yang meminta seperti ini
Tapi menurutku Tuhan itu baik
Merangkai ceritaku sehebat ini
Tetap menunggu dengan hati yang lapang
Bertahan dalam macamnya alur hidup
__ADS_1
Sampai bisa tiba bertemu cahaya
Tapi menurutku Tuhan itu baik
Tapi menurutku Tuhan itu baik
Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna
Kembalikanlah senyumku
Secepat seperti dilahirkan lagi
Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna
Kembalikanlah senyumku yang pergi
Secepat seperti dilahirkan lagi
Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna
Kembalikanlah senyumku yang pergi
Secepat seperti di lahirkan lagi*.
******
*Geisha \- Seandai nya aku punya sayap
Seandainya aku punya sayap
Terbang, terbanglah aku
Kucari dunia yang lain
Untuk apa disini
Seandainya dapat kau rasakan
Kejam, kejamnya dunia
Tiada lagi keadilan
Untuk apa ku disini
Menjerit dan menangis, pilu dan derita
__ADS_1
Merintih dan berdoa dimanapun berada
Seandainya aku punya sayap
Terbang, terbanglah aku
Kucari dunia yang lain
Untuk apa ku disini
Menjerit dan menangis, pilu dan derita
Merintih dan berdoa dimanapun berada
Oh-oh duniaku yang fana ooh
Menjerit dan menangis, pilu dan derita
Merintih dan berdoa dimanapun berada
Oh-oh duniaku yang fana ooh
Seandainya aku punya sayap
Terbang, terbanglah aku*
*********
Suara lemah lembut dan begitu merdu mengisi kekosongan ruangan tersebut, Kaynara menghayati setiap lagu yang ia dengar. Ia merasa, lagu tersebut yang tepat untuk mewakili perasaan nya. Karena terlalu menghayati lagu tersebut, Kaynara tidak sengaja menetes kan air mata nya. Kaynara sudah belajar untuk mengikhlaskan setiap yang terjadi. Namun, ia tetap lah wanita biasa dan lemah. Tidak mudah bagi nya untuk melupakan hal tragis yang menimpa diri nya. Kaynara kaget karena tiba-tiba merasakan tangan seseorang memegang pipi nya. Ia membuka mata nya perlahan
"Kau?"
"Ini, pakai lah!"
"Bukan kah tadi kau permisi untuk pulang?"
"Ya, aku memang permisi untuk keluar, tapi bukan untuk pulang ke rumah dan meninggal kan mu sendirian di sini. Aku akan menjaga mu dari luar ruangan. Tidak ku duga suara mu bagus juga." puji Rangga, pipi Kaynara memerah karena malu.
"Apa kau mendengar kan nya?"
"Bukan aku, tetapi telinga ku yang mendengar nya." Kaynara pun terdiam dan menunduk karena malu, ia terlalu terbawa suasana.
"Kau memiliki suara yang sangat merdu." puji Rangga kembali.
"Tidak, aku hanya iseng saja tadi. Dan aku tidak tahu, bahwa kau masih di luar ruangan dan mendengar kan aku bernyanyi." Kaynara terlihat sangat gugup
__ADS_1