Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Firasat


__ADS_3

"Ayo sayang" ajak Caca kepada Syifa, Syifa pun mengangguk dan memegang jemari Caca.


"Kalau begitu kami pamit ya" Pamit Caca kepada Shinta dan Revan, setelah itu mereka berpisah dan memasuki mobil masing masing.


******


Sesampai di rumah Shinta membaring tubuh nya di bantu oleh Revan


"Lain kali kamu gak boleh begini lagi, mesti ngomong sama aku kalau mau kemana mana" Revan mengusap rambut Shinta dengan lembut, Shinta pun mengangguk.


"Iya sayang, maaf ya udah buat khawatir" Revan pun tersenyum kepada sang isteri. Ia mengelus perut Shinta yang buncit


"Besok kita periksa ke dokter ya, kalau sesuai perkiraan 2 bulan lagi kamu lahiran kan?" Shinta pun mengangguk.

__ADS_1


"Yaudah sekarang istirahat" Revan mengecup kening Shinta, Revan ingin bangkit untuk menyelesaikan pekerjaannya, namun ia melihat betis Shinta yang begitu bengkak. Revan mengambil minyak zaitun lalu kembali duduk di sebelah isterinya. Revan mengaplikasikan minyak zaitun tersebut ke kaki Shinta sambil memijitnya dengan lembut. Shinta pun mengamati sang suami yang begitu telaten mengurus dirinya


"Dulu juga ibunya Syifa begini waktu hamil" ucap Revan. Shinta pun mengangguk, Revan sengaja tidak menyebutkan nama Caca ia tak ingin Shinta merasa sedih dan cemburu lagi. Revan memijit kaki Shinta sampai wanita itu tertidur


******


Syafa berbaring di tempat tidur dengan lemah, sudah beberapa hari belakangan ini kondisinya drop. Gunawan ingin memberitahu kepada Shinta Puterinya namun Syafa melarang, ia tak ingin mengganggu sang anak apalagi saat ini Shinta sedang mengandung.


"Sebaik nya mas beritahu Tata" ucap Gunawan lagi


"Tapi kondisi kamu semakin hari semakin memburuk sayang"


"Ak-aku tidak apa-ap-a kok" Syafa mencoba tersenyum dengan suara lemahnya, Gunawan tak enak hati. Pikiran nya begitu kalut, ingin sekali ia memberitahu sang anak namun Syafa selalu melarang. Gunawan sudah berulang kali membawa Syafa berobat namun kondisi Syafa semakin memburuk. Ia tak mau di rawat di rumah sakit. Gunawan berbaring di sebelah Syafa, memeluk wanita yang ia cinta tersebut dari samping.

__ADS_1


"Lekas sembuh sayang, cucu kita sebentar lagi akan lahir ke dunia" Ucap Gunawan, ia mencium pipi isterinya, Syafa pun mengembangkan senyumannya.


"Cucu ku sebentar lagi lahir" gumamnya dalam hati. Lalu ia memejamkan matanya dengan perlahan


*********


Shinta tersentak dari tidurnya, jantungnya berdegup kencang.


"Ada apa ini" Ia memegang dada nya, Revan yang barusan masuk mendekat ke arah sang isteri.


"Kenapa bangun?" Revan mengusap dahi Shinta yang bercucuran keringat


"Perasaan ku tak enak" Ucapnya. Namun ia sendiri bingung mengartikan perasaannya

__ADS_1


"Sayang, mungkin kau kelelahan" Revan mencoba menenangkan isterinya. Melihat Shinta yang masih saja khawatir Revan menelpon Caca untuk menanyakan keadaan Syifa dan Caca berkata Syifa baik baik saja, ia kembali menelpon orang tua Shinta untuk menanyakan kabar Ibu dan Ayahnya namun jawaban yang sama juga mereka dapatkan. Terakhir kali Revan mengubungi Lili menanyakan kabar dan lagi lagi jawaban yang sama yang mereka dapatkan, Revan pun mematikan ponsel dan meletakkannya di atas meja


"Kamu dengar kan sayang, semua nya baik-baik aja. Mungkin kamu ke lelahan" Walau Shinta mendengar sendiri pembicaraan suami nya dengan orang tua, anak dan juga mertua nya yang mengatakan bahwa mereka baik-baik aja namun entah mengapa Shinta merasakan hal yang ganjil, perasaannya begitu kalut


__ADS_2