Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Salah paham


__ADS_3

Revan melajukan mobilnya dengan perasaan kesal, seharusnya kan dirinya yang marah kenapa jadi Shinta yang marah.


"Itu tadi siapa" Tanya Revan dengan nada dingin, Shinta menoleh kearah suaminya yang tak bergeming melihat kedepan.


"Itu Dokter Alvano, anak dari Professor Alka"


"Oh" Shinta membuang nafas dengan kasar


"Dia emang begitu, makanya aku gak pernah hiraukan" Shinta memberikan penjelasan kepada suaminya, ia tahu bahwa suaminya masih kesal


"Lain kali kamu gak usah ke klinik lagi, lagi pula kamu kan udah berhenti praktek jadi itu bukan tugas kamu lagi!"


"Iya-iya!" Dan seketika mobil hening, Shinta maupun Revan tak saling berbicara. Mereka masih pada emosi masing-masing. Revan yang begitu kesal karena cemburu dan Shinta yang kesal melihat suaminya begitu sangat menyebalkan.


*******


Mobil memasukin halaman rumah mereka, Shinta pun turun dengan wajah yang di tekuk begitu juga dengan Revan, ia memasang wajah dinginnya.


Ponsel milik Revan berbunyi, ia melihat dilayar nama orang itu . Revan pun tak langsung mengangkat dan menjauh dari Shinta membuat wanita itu menjadi curiga

__ADS_1


"Siapa yang telpon, kok harus menjauh untuk mengangkatnya" Gumam Shinta penasaran, setelah selesai berbicara dari telepon, Revan pamit kepada Shinta untuk pergi ada urusan


"Aku pamit dulu ya" Revan mengecup kening Shinta. Ia pun berlalu pergi dan melajukkan mobilnya, Shinta yang memiliki perasaan tak enak langsung mengikuti menggunakan taxi.


"Kemana dia, ini bukan jalan menuju kantor nya" Gumam Shinta dalam hati, perasaannya semakin tak enak


******


Mobil Revan berhenti disebuah taman, Shinta pun membayar ongkos taxi kepada driver dan mencari Revan namun ia kehilangan jejak suaminya


"Kemana dia, ini mobilnya " shinta mencari kesana dan kesini namun suaminya tidak ada.


"Hai" Sapanya ramah, Revan yang mendengar suara Shinta pun kaget dan segera melepas pelukkanya kepada Caca


"Sa-sayang, ini gak seperti yang kamu lihat" Bukannya menangis atau marah-marah, Shinta malah tersenyum.


"Iya gapapa, pulang yuk!" Shinta menggenggam tangan Revan dan membawa Revan pulang tanpa pamitan kepada Caca. Namun Revan menghentikan langkahnya, genggaman tangan Shinta terlepas. Ia memutar Langkah dan berpamitan kepada Caca. Caca pun mengangguk


"Masih saja memikirkan mantan kekasihnya" Ucap Shinta tersenyum getir, hatinya begitu hancur namun ia tak mau pusing memikir kan hal yang tak penting, itu akan mempengaruhi kandungannya. Shinta mencoba berfikir jernih. Ia berjalan deluan, entah apa yang Revan dan Caca bicarakan. Shinta masuk kedalam mobil yang di ikuti oleh Revan

__ADS_1


"Sayang, ini gak seperti yang kamu kira" Revan mencoba menjelaskan, Shinta pun tersenyum


"Iya" Tanggapan Shinta membuat Revan semakin panik dan khawatir. Ia terus memberikan penjelasan namun Shinta tak menghiraukan dan meminta untuk segera pulang kerumah.


"Aku lagi gak pengen dengar apapun, sekarang aku mau pulang. Kasihan Syifa" hanya itu yang Shinta ucapkan sambil tersenyum, padahal jauh didalam lubuk hatinya ia begitu sakit.


Revan tahu bagaimana sifat Shinta ia tak mau berhenti dan merasa harus menjelaskan ini semua


"Kasih aku kesempatan untuk bicara. Terserah kamu mau dengar atau gak, Waktu kemarin kamu mimpi buruk, firasat aku juga gak enak. Malam itu juga aku langsung menghubungi Caca namun aku urungkan, besok dan pagi tadi aku coba hubungi dia lagi namun gak ada jawaban, hingga akhirnya tadi waktu kita pulang dari klinik kamu dia telepon"


"Oh makanya tadi kamu jauhin aku" Ucap Shinta tersenyum getir


"Sebentar dulu sayang, jangan di potong dulu"


"Okey!"


"Setelah itu aku ajak dia ketemuan di taman, aku memohon sama dia untuk enggak rebut Syifa dari kita. Dia setuju, tapi dia minta peluk untuk terakhir kali"


"Dan kamu setuju?" Revan pun terdiam, ia menoleh kearah Shinta, ia melihat mata wanitanya berkaca-kaca. Dia mencium pucuk kepala Shinta.

__ADS_1


"Maafin aku, tapi aku berani sumpah aku gak ada hubungan apa-apa lagi sama dia, dan ini yang terakhir aku jumpa sama dia karena dia akan pindah sama suaminya ke London" Shinta pun terdiam, air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya terjatuh juga


__ADS_2