Ibu Sambung

Ibu Sambung
Hingga waktu itu akan datang


__ADS_3

Shinta mencari suami nya.


"Kau di sini."


"Ada apa?" tanya Revan dengan datar.


"Maaf kan aku, baik lah kita akan memakai baby sister. Jangan marah lagi ya?"


"Jika kau menurut, aku tak akan marah. Aku melakukan ini untuk kebaikan mu." Shinta pun memeluk suami nya dengan erat.


"Jangan mendiam kan ku lagi, nanti aku bisa sedih." ucap Shinta dengan manja. Revan pun tersenyum dan mengusap rambut isteri nya.


"Mama dan papa tadi sudah menghubungi ku. Mereka akan sampai besok."


"Besok? bukan nya lusa?"


"Tidak! Mama dan Papa balik lebih awal, dia sudah merindu kan cucu-cucu nya. Lagian papa dan mama sudah lama tidak pulang."


"Kau benar." Shinta masih mengerat kan pelukan nya pada Revan, manja nya kembali kambuh.


"Sayang, lepas lah. Nanti ada yang lihat!"

__ADS_1


"Biar kan saja, kita kan suami isteri. Mengapa jika ada yang melihat." ucap Shinta dengan cuek. Revan pun hanya mengalah dan membalas pelukan isteri nya.


"Aku hanya ingin memeluk mu sebentar saja." ucap Shinta berulang-ulang. Padahal sudah mau setengah jam mereka berdiri dan saling peluk. Untung tidak ada yang melihat.


"Apa kau jadi memesan tiket untuk bulan madu Kay dan Rangga?" tanya Shinta pada suami nya.


"Aku sudah memesan nya.. Nanti di saat makan kita akan memberikan hadiah tiket bulan madu untuk mereka."


"Apakah kita akan ikut?" tanya Shinta yang memandangi wajah suami nya dengan mendongak kan kepala nya.


"Tidak, Sayang! ini kan bulan madu Kay dengan Rangga. Jika kau ingin berlibur nanti kita akan berlibur. Jangan ganggu mereka."


"Apa aku bagi mu hanya pengganggu?"


"Di mana Syifa dan anak-anak? mengapa aku tidak melihat mereka? aku juga sedang mencari mereka. Tetapi tidak kelihatan." tanya Shinta


"Mereka ada di kamar Caca."


"Caca dan Arvan juga berkemas menyusun barang mereka. Mungkin mereka juga akan kembali besok."


"Mengapa mereka cepat sekali pergi? kasihan Ibu dan Ayah kembali sunyi."

__ADS_1


"Sayang, kemarin kita tinggal di sini demi kesembuhan Kaynara. Kini, Kaynara sudah sembuh bahkan sudah menikah, ia sudah memiliki suami. Jadi, kita juga harus kembali ke rumah masing-masing." Revan memberikan penjelasan pada Shinta, Sangat sulit membuat ibu hamil itu mengerti.


"Kapan keberangkatan Rangga dan Kaynara?"


"Seperti nya Minggu depan, karena mereka juga harus beristirahat di sini. Di luar negeri juga warga negara asing belum bisa masuk ke Negera mereka karena banyak nya virus yang menyerang beberapa negara. Jadi, banyak negara yang masih di tutup."


"Memang nya, di mana mereka akan ber bulan madu?"


"Mereka akan berbulan madu di , sebentar lagi juga musim salju di sana. Biar kan mereka menikmati musim salju dan menghabis kan waktu berduaan."


"Aku juga ingin bermain salju."


"Iya, Sayang. Nanti kita akan kesana. Kau bisa bermain salju sepuas nya."


"Kapan?"


"Saat anak-anak mulai besar dan kamu tidak merasa kwalahan menghadapi mereka."


"Itu masih lama." cemberut nya


"Tidak akan lama lagi, bersabar lah ya?"

__ADS_1


"Baik lah, aku akan bersabar hingga waktu itu akan datang." mereka pun masih bertahan dalam memeluk satu sama lain


__ADS_2