Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Tersinggung


__ADS_3

"Kalian pergi lah ke kasur dan istirahat lah! biar papa yang akan menyusun barang-barang kita." ucap Revan lalu pergi meninggal kan Anak dan Isteri nya untuk mengambil barang-barang mereka di dalam mobil.


Sebelum beristirahat, Shinta mengajak Syifa membersihkan diri agar lebih fresh. Perjalanan mereka sudah sangat melelah kan. Shinta dan Syifa pun sudah selesai membersihkan tubuh mereka, Shinta menyuruh Syifa untuk naik ke atas kasur yang di ikutin oleh diri nya. Shinta membaring kan tubuh Syifa, lalu Shinta pun terbaring di sebelah Putri Sulung nya. Shinta mengelus rambut Syifa dengan lembut dan mencium kening Putri nya. Tidak butuh waktu lama, Syifa memejam kan kedua mata nya, setelah melihat anak nya tertidur. Shinta pun memejam kan kedua mata nya dan memeluk tubuh Syifa dengan penuh kasih sayang.


Revan keluar dari kamar dan pergi menuju mobil untuk mengambil barang-barang yang akan ia susun. Revan membawa beberapa koper untuk di bawa masuk ke dalam kamar. Revan membuka pintu kamar dan melihat shinta dengan pulas nya tertidur sambil memeluk Syifa. Ia segera masuk dan menyusun barang mereka. Setelah selesai, Revan duduk di tepi ranjang. Ia mengambil ponsel genggam nya dari saku dan melihat gambar si kembar Alan dan Alana. Sebenarnya, Revan ingin mereka berlibur bersama. Namun, Baby Alan dan Alana masih sangat rentan dan mudah lelah, apalagi saat ini Shinta sedang mengandung. Ia membayang kan jika Shinta sudah melahirkan dan akan mengurus empat anak sekaligus, betapa akan sangat repot isteri nya. Jika diri nya ada di rumah ia pasti dengan senang hati akan membantu. Namun, bagaimana jika Revan sedang berada di kantor. Memikir kan nya membuat Revan pusing


"Sedang apa?" tanya Shinta yang tiba-tiba duduk di samping Revan dan menyandar kan kepala nya di pundak Revan dengan manja nya.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya melihat gambar si kembar."


"Aku juga sangat merindukan nya." ucap Shinta yang memasang wajah sedih, lalu ia menoleh ke arah Syifa yang sedang tertidur pulas.


"Apa kau bahagia?" Revan menoleh ke arah Shinta dan memasang wajah serius


"Apa tidak ada rasa menyesal, telah memilih liburan bersama Syifa?" mendengar pertanyaan Revan membuat raut Shinta berubah seakan tidak suka dengan pertanyaan tersebut. Shinta menjauh kan kepala nya dan menatap Revan dengan sinis.

__ADS_1


"Apa maksud mu? Syifa itu anak ku! mengapa aku menyesal ha?" jawab nya dengan penuh tekanan. Ia merasa tersinggung, bisa-bisa nya Revan berfikiran seperti itu. Mata nya berkaca-kaca.


"Bukan begitu maksud ku, Sayang. Jangan salah paham dulu!"


"Lalu apa?" tanya Shinta, dada nya terasa sangat sesak. Pertanyaan Revan sangat menyakiti hati nya


"Maksud ku apa kau tidak menyesal meninggal kan si kembar?"

__ADS_1


"Aku memang sedih karena si kembar tidak ikut, tapi aku juga tau, bahwa Syifa butuh diri ku. Dia juga anak ku. bagi ku, Syifa, Alana, Alan atau anak yang ada di perut ini sama saja. Mereka anak-anak ku. Kasih sayang ku terhadap mereka sama, aku tidak pernah menganggap Syifa itu sebagai anak tiri ku. Aku menyayangi dan mencintai nya melebihi aku mencintai diri ku sendiri. Dia dan adik-adik nya adalah kehidupan ku. Mengapa kau berkata seperti itu? seolah-olah aku membedakan kasih sayang ku kepada mereka?“ kesal Shinta.


__ADS_2