Ibu Sambung

Ibu Sambung
Membutuh Kan Waktu


__ADS_3

Caca dan Arvan habis di skakmat oleh Revan dan Shinta.


"Mama, ada apa?" tanya Raisa dengan polos nya kepada Shinta. Shinta yang menahan tawa nya pun menjawab pertanyaan dari Raisa. "Tidak sayang, tidak apa-apa."


Raisa membentuk mulut nya membentuk huruf o.


Syifa mengajak adik nya untuk kembali ke kamar dan menutup pintu agar tidak akan ada lagi kejadian seperti itu yang terulang.


"Mami dan Daddy kenapa tadi berciuman di sini?" dengan polos nya Raisa bertanya seperti itu, berhasil membuat Arvan mau pun Caca bungkam.


"Adik, ayo kita masuk ke dalam kamar saja. Alan dan Alana pasti sudah menunggu."


"Iya kak." Raisa dan Syifa pun masuk ke dalam, membuat Caca dan Arvan bernafas dengan lega.


Akhir bisa menghindar dari pernyataan-pertanyaan yang membuat mereka sangat malu.


Entah mengapa ke dua nya tidak sadar jika berada di luar kamar anak-anak.


Shinta dan Revan pun berlalu pergi meninggalkan ke dua pasangan itu..


Caca, Arvan saling memandang satu sama lain lalu ke dua nya tertawa


Caca memegang perut nya sakit akibat terlalu banyak tertawa begitu juga Arvan.


Arvan menggenggam tangan isteri nya, hubungan mereka kembali seperti dulu. Hanya ada tawa dan bahagia, tidak seperti beberapa waktu yang lalu begitu renggang dan juga kaku.


Ke dua nya tersenyum, saling menatap mata satu sama lain. Tatapan Caca begitu sangat teduh menyejukkan hati.


"Ayo, Kita sebaiknya ke kamar." ajak Arvan, karena tidak mungkin mereka berdiri terlalu lama di depan kamar anak-anak.


Alan, Alana yang sedang menyusun puzzle pun begitu sangat serius.


"Alan, ayo kita lihat siapa yang lebih dulu cepat menyelesaikan ini."


"Siapa takut." ujar Alan yang menerima tantangan dari saudara kembar nya itu.


Alan begitu menyukai tantangan yang di berikan oleh saudara kembar nya yang selalu kalah dengan diri nya


Alana selalu kalah dengan Alan jika menyusun puzzle namun Alana tidak pernah putus asa. Dia tetap ingin terus bermain dan bertaruh


Bagi Alana, kegagalan adalah awal untuk kesuksesan.


Alana memiliki sifat ibu nya yang tidak mudah menyerah dan akan terus berusaha sampai ia berhasil.


Benar saja, kali ini Alana yang memenangkan pertaruhan permainan menyusun puzzle.


"Yeay!" teriak Alana kegirangan, ia akhir nya berhasil memenangkan permainan ini. Tujuan Alana bukan untuk mengalahkan saudara kembar nya namun ia ingin berhasil dalam titik kekalahan.


Alana merasa sangat senang, Alan mengatakan jika diri nya memang sengaja mengalah agar Alana yang memenangkan permainan ini.


"Aku membelikan mu poin kalenna aku kasihan pada mu yang selalu kalah dali ku." ujar Alan, namun Alana tidak memperdulikan ucapan dari saudara kembar nya itu.


Menurut nya, kemenangan nya itu adalah hasil dari kerja keras nya sendiri bukan dari orang lain. "Telima saja kekalahan mu, aku juga selalu menelima kekalahan ku dan belajal agal menang. Jika memang kau kasihan padaku, kemalin-kemalin kau akan mengalah dan membelikan aku poin." ujar nya kepada Alan.


Syifa melerai perkelahian adik nya, ia pun mengatakan ke dua adik nya itu sangat hebat karna begitu pintar menyusun puzzle dengan waktu yang cepat.


Raisa juga membenarkan ucapan kakak nya "Iya, kalian sangat hebat. Kakak saja tidak bisa bermain secepat kalian."


Alan dan Alana pun tertawa, Syifa menjelaskan kepada adik nya jika itu hanya lah sebuah permainan, tidak penting menang atau kalah yang pasti ke dua nya sudah bekerja dengan keras untuk berusaha tanpa berbuat kecurangan.


"Kalah menang itu tidak penting, yang terpenting adalah cara kita berusaha dan bekerja sama dalam tim"


"Tapi kami tidak bekeljasama kakak. Kami melakukan nya Sedili-sendili."


"Iya, yang Alana katakan itu memang benar, sayang. Sudah sekarang kita simpan dulu ini puzzle nya. Oma dan Opa memanggil kita."


"Ada apa kak?" Syifa menggeleng, ia pun tidak tahu mengapa nenek dan kakek nya memanggil mereka. Nanti mereka juga akan tahu saat sudah berbicara dengan kakek dan neneknya.


Raisa, Syifa, Alan dan Alana pun ke luar dari kamar mereka akan menemui Oma dan opa nya.


Mata Syifa tertuju pada anak lelaki yang duduk di samping Oma nya.


Syifa bertanya-tanya siapa anak lelaki itu.


"Syifa, Raisa, Alan, Alana sayang. Perkenalkan ini nama nya Rayhan. Anak nya Oma dan opa. Berarti Rayhan ini adalah adik mama kalian, kalian memanggil Oom atau paman."

__ADS_1


"Oom dalimana Oma? Kok Alana Balu liat."


"Iya Oom nya baru saja datang. Ayo sambut om kalian."


"Hallo om Ray."


Namun Rayhan tidak ada respon, ia hanya diam saja. Kebanyakan melamun, Raisa dan Syifa pun bertanya-tanya apa yang terjadi kepada om mereka.


Tapi, ke dua nya tidak berani bersuara.


"Sayang. Kalian mulai sekarang ajak main om ya?"


"Ayo om kita main." ajak Alan namun Rayhan teriak histeris saat Alan memegang tangan nya. Hal itu tentu membuat Syifa, Raisa, Alan dan Alana terkejut.


Bahkan Alana menangis ketakutan melihat reaksi om mereka. Shinta menggendong tubuh mungil Alana dan menenangkan Alana.


Shinta mengajak anak-anak untuk masuk ke dalam kamar "Sebaik nya kita ke kamar."


Syifa, Raisa dan Alan mengikuti mama Shinta, Shinta berusaha menenangkan Alana yang ketakutan.


Seperti nya untuk sekarang, Ray tidak bisa di dekat kan oleh anak-anak. Ia bisa saja menyakiti anak-anak.


Sesampai di kamar, Shinta membaringkan tubuh Alana di kasur "Tidak apa, sayang. Jangan menangis."


"Mama kenapa om sepelti itu.?"


"Paman kalian hanya belum terbiasa saja, dia membutuh waktu untuk berinteraksi kepada kita semua."


"Oom itu menakutkan, Alana nggak mau sama om."


"Sayang, dia bukan menakutkan. Dia hanya belum terbiasa saja, Alana jangan takut nak. Mungkin tadi paman kalian hanya kaget."


"Iya Alana, mana mungkin oom jahat dengan kita." ujar Alan.


'Iya, Alana. Oom tidak akan jahat dengan kita." walau Syifa merasa aneh memanggil Reyhan dengan panggilan om apalagi usia Syifa lebih tua dari Rey.


Namun, ia tetap menghargai tutur di dalam keluarga nya.


Shinta meyakinkan anak-anak nya jika Rey anak yang baik, ia hanya membutuhkan waktu saja.


"Mengerti mama."


"Bagus, anak-anak mama memang pintar-pintar."


"Iya dong mama, kan mama dan mami yang mengajarkan kami." ucap Syifa.


Shinta pun meminta kepada Syifa dan Raisa untuk menjaga si kembar dahulu. Ia akan mengecek keadaan Reyhan.


Shinta berjalan ke luar kamar, ia kembali ke ruangan keluarga melihat keadaan Rey yang masih histeris.


Ibu Syafa sudah mencoba untuk menenangkan nya namun Rey tetap saja seperti itu.


Shinta pun mendekat ke arah Rey, dan memeluk Rey.


Di pelukan Shinta, Rey terdiam tenang. Shinta seakan merasa ini pelukan Rayhan. Seakan Rayhan reinkarnasi di dalam tubuh anak nya.


Setelah Rey tenang, Shinta memberikan Rey kepada ibu Syafa.


"Tolong ambil kan air untuk nya." pinta ayah Gunawan. Caca mengambil kan segelas air untuk Reyhan.


"Ini Bu." Syafa mengambil segelas air yang ada di tangan Caca lalu meminta kepada Rey untuk minum. Rey meneguk minum sampai habis.


Semua nya merasa begitu iba melihat Rey. Pasti dia begitu banyak mengalami tekanan-tekanan yang membuat nya seperti ini..


Revan dan yang lain nya akan membawa Rey ke rumah sakit untuk segera di tangani.


Mereka tidak mau ini semakin larut, semua nya ingin Reyhan sembuh seperti anak-anak normal yang lain nya.


"Rey, kamu istirahat saja ya?"


Rey mengangguk, dia anak yang sangat manis. Begitu penurut, namun kamar ibu Syafa tidak cukup lagi.


Hanya ada satu kamar yaitu bekas kamar Kaynara. Apakah mungkin kamar Kay yang akan di pakai untuk Rey. Bagaimana jika kay nanti kembali.


"Bu, ini hanya sementara biarkan Rey di kamar Kay saja dulu. Kami juga tidak selalu di sini harus ada kamar utama untuk Rey Bu. Kita juga nggak tahu kapan Kaynara akan kembali." ujar Shinta. Ibu Syafa pun membenar kan ucapan anak nya

__ADS_1


Namun, ibu Syafa khawatir jika Kaynara pulang dan merasa di abaikan.


"Ibu, tata tahu apa yang ibu pikirkan di saat nanti Kaynara kembali bersama anak dan suami nya. Tata yakin jika mereka akan mengerti."


"Baik lah, ibu akan membersihkan kamar nya dahulu.."


"Tidak Bu, biarkan tata dan Caca saja yang bersihkan. Ibu di sini saja dengan Rey."


Shinta mengajak Caca untuk membersihkan kamar yang akan di tempati oleh Reyhan nanti nya.


Caca pun mengikuti shinta. Mereka membersihkan kamar Kaynara dengan baik..


"Aku berharap jika Rey bisa cepat sembuh."


"Iya, aku juga berharap begitu. Sungguh aku nggak tega melihat Rey seperti itu. Mungkin, aku memang bukan ibu yang baik. Aku juga pernah meninggalkan anak-anakku dua kali. Namun, aku tidak menyangka jika cinta tega memperlakukan anak nya seperti ini."


"Lihat lah luka-luka di badan Rey. Hati ku sangat sakit melihat luka-luka itu. Apa cinta tidak merasa sedih melihat keadaan anak nya yang seperti itu?" Shinta menatap Caca yang mengganti sarung bantal.


Caca pun tidak tahu apa yang ada di pikiran cinta.


"Sudah lah, jangan pernah kita membahas tentang nya. Dulu, aku mengira jika mereka tidak berselingkuh tapi nyata nya cinta memiliki anak dari Rayhan. Sungguh menyedihkan sekali, tapi mau bagaimana lagi, biarkan dia tenang di sana. Dan aku akan menjadi kakak yang baik untuk anak nya."


"Seharus nya Rey itu anak kita. Tapi, dia menjadi adik kita."


"Siapapun dia yang penting dia harus bisa bangkit. Dan melupakan masa lalu nya yang buruk. Ibu dan ayah akan menjaga nya dengan baik. Dengan ada nya Rey. Ibu dan ayah tidak akan merasa kesepian lagi di saat kita tidak ada di sini."


"Kau benar sekali, tata. Saat kaynara menikah ibu dan ayah kembali sendirian. Mereka kesepian jika hanya berdua saja. Tapi, kita juga tidak bisa selama nya tinggal di sini. Kita sudah memiliki keluarga sendiri. Ibu dan ayah juga tidak mau tinggal bersama kita. Karena ibu dan ayah tidak mau meninggalkan rumah yang begitu banyak kenangan ini." ujar Caca yang menatap setiap sudut kamar itu.


"Iya, begitu banyak kenangan di rumah ini. Kenangan masa kecil ku, kenangan bersama mu, bersama Kay, kenangan kita semua. Ibu dan ayah tidak mungkin meninggalkan rumah yang sudah mereka bangun saat baru menikah


Tanpa ke dua nya ketahui sebenarnya cinta tidak pernah bersalah dalam hal ini.


Cinta juga marah, menangis dan tak terima jika anak nya di sakiti seperti itu. Namun, suami nya membuat ia tak berdaya.


Alvin selalu mengancam nya jika ia meminta cerai. Makan Alvin akan merebut hak asuh anak mereka.


**************


Xienna mencari cara agar bisa bertemu dengan Arvan, bagaimana cara nya untuk bisa memiliki Arvan kembali.


"Aku harus mendapatkan nya kembali bagaimana pun caranya." ujar Xienna yang merasa kesal dengan sikap Caca. Dengan sombongnya Caca memperlihatkan kemesraannya dengan Arvan di depan semua orang


Terkadang kita harus menghadapi pelakor dengan cara elegan seperti itu daripada harus menangis hal itu akan semakin membuat pelakor besar kepala.


Xienna mengambil ponselnya dan segera menghubungi Kevin, wanita itu selalu memperalat Kevin karena ia mencintai dengan cara tergila-gila.


Xienna meminta kepada Kevin untuk terus memantau kehidupan Arvan, awalnya Kevin tidak mau melakukan itu Namun karena cintanya kepada Xienna yang terlalu besar pun rela menjadi orang suruhan Xienna.


Xienna memang gadis yang sangat berbahaya, demi mencapai tujuan nya. Ia rela mengorban kan tubuh nya yang di jamah oleh Kevin.


Xienna dan kevin sering melakukan adegan panas di ranjang..


Namun, ia tidak bisa mencintai kevin. Xienna sangat mencintai Arvan.


"Aku akan melakukan itu untuk mu, asal."


Seakan Xienna sudah tahu apa maksud kevin ia pun meminta kevin untuk datang ke apartemen nya sekarang.


Xienna segera mandi membersihkan diri nya. Ia pun memakai parfum yang begitu wangi agar kevin merasa puas. Jika Kevin puas, makan Kevin akan melakukan apapun untuk diri nya.


Xienena memakai lingerie yang berwarna merah dengan warna lipstik yang senada.


Kini, Xienna terlihat sangat cantik, Xienna sengaja memakai parfum yang banyak agar aroma tubuh nya itu membuat kevin tergila-gila.


Terdengar suara langkah kaki, Xienna tahu jika itu kevin yang datang.


Kevin masuk ke dalam kamar Xienna. Dengan sengaja Xienna berpura-pura tidur dengan membuka sedikit kaki nya. Memperlihat kan paha nya yang begitu mulus, kevin pun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum bercinta dengan Xienna.


Setelah selesai mandi. Kevin langsung naik ke atas ranjang mendekati Xienna. Tangan nya yang nakal mulai meremas dada Xienna. Ia pun menghirup aroma tubuh Xienna yang begitu wangi.


Xienna sengaja memancing kevin untuk dan membiarkan kevin mencintai dan tergila-gila dengan tubuh nya


Karena hanya itu lah yang bisa Xienna berikan untuk menaklukkan para pria.


"Kau sungguh cantik, baby!"

__ADS_1


Xienna dan kevin pun menghabiskan waktu mereka dengan adegan panas di atas ranjang.


__ADS_2